Kacamata oh kacamata

Hari ini, aku benar-benar menyadari betapa pentingnya arti dan keberadaan kacamata bagiku. Ternyata aku memang tak dapat berpisah darinya walaupun hanya sedetik (termasuk ketika tidur.hehe…)

Sore tadi, salah satu bagian dari alat optik yang membantu penglihatanku yang hanya berjarak 25 cm ini, tamat riwayatnya. Jatuh berkeping-keping ! Hiksu…

DUNIA TANPA KACAMATA terasa BURAM!!

Memang salahku sendiri yang ceroboh dan kurang perhatian terhadap sekrup-sekrup kecil yang kendor, yang berakibat pada melemahnya cengkraman bingkai terhadap lensa. Tapi, aku mencoba untuk tetap berpositive thingking. Mungkin memang sudah rezeki-ku untuk mendapatkan kacamata yang baru dan memang sudah saatnya kacamataku itu untuk pensiun.

Ia sudah menemani keseharianku, di manapun aku berada, selama lebih dari 4 tahun. Waktu yang cukup singkat untuk umur sebuah kacamata. Namun aku sangat kagum dengan ketegarannya, karena walaupun hanya berharga Rp 25.000 (bingkainya) + lensa, ia telah berjasa besar dalam setiap jejak penglihatanku.

Yang menjadi masalah adalah pecahnya lensa kacamataku itu bukanlah di rumah! it means VERY BIG PROBLEM!! Bagaimana bisa aku melihat dengan normal tanpa bantuannya, sedangkan aku sedang berada 30 km jauhnya dari rumah. Berarti, sejauh 30 km itu, aku harus berjuang melintasi padatnya jalanan ibukota bersama motor kesayanganku TANPA KACAMATA!

Mengarungi jalanan panjang tanpa kacamata di senja hari = BAHAYA!!! Apalagi dengan minus mata yang cukup besar! Terpaksa kuharus memincingkan mata agar pandangan terfokus pada jalanan panjang itu. Pusing kepalaku menahan otot-otot pupil mata yang bekerja dengan maksimum. Sambil berkendara, selalu kupanjatkan doa agar aku mendapatkan kekuatan untuk bertahan, hingga akhirnya, aku bisa mencapai rumah dengan selamat. Alhamdulillah

Kacamata oh kacamata…

Maafkan daku. Kuakui kesalahanku ini pada diri sendiri. Dan aku akan berjanji kan merawat dan menjagamu.Tak akan ada lagi kecerobohan-kecerobohan yang bisa membuat duniaku sendiri, menjadi buram. Karena kau adalah salah satu bagian terpenting dalam perjuanganku menjalani hidup.InsyaAllah!

Selamat Jalan lensa kacamata minus empatku. Perjuanganmu dalam menemaniku selama ini tak akan sia-sia dan selalu akan kukenang.

Pesan Moral :

– Buat yang juga berkacamata, hendaknya selalu merawat dan menjaga kacamatanya.

– Buat yang nggak berkacamata, lebih baik selalu menjaga kesehatan matanya agar tidak berkacamata. (Tapi, in my opinion, using glasses is so Kakkoi! Make people looks SMART! hehe….pembelaan buat yang berkacamata)

– Sediakan kacamata cadangan yang selalu dibawa kemana-mana, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

– Sedia Payung sebelum Hujan! Okay ;)? –> apa hubungannya antara payung, hujan dan kacamata? wkwkkw

2 thoughts on “Kacamata oh kacamata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s