[Story] Tae Kwon Do!

Akhir-akhir ini lagi seneng banget nostalgia, mengingat masa lalu…Kali ini lagi mengenang masa-masa kejayaan ketika "muda" dulu, waktu masih berumur 16 tahun. Nah, di umur segitu lagi semangat-semangatnya ngikutin berbagai macam kegiatan.

Seperti kebanyakan SMA, di SMA-ku ada berbagai macam pilihan ekstrakulikuler ; ada yang disebut sebagai "sie-otonom" dan "non sie-otonom". Apaan tuh? Bingung yak? Untuk lebih mudahnya, berikut ini penjelasannya. Sie-otonom jumlahnya lebih sedikit, bersifat otonom dan biasanya tergolong "ekskul besar". Sebut saja TSC (KIR), TJRC (Bulan sabit merah), THA (hiking), Sigma (Majalah sekolah), Nila Pangkaja (teater), ROHIS dll (maksudnya dll, ada beberapa yang lupa.he…he…). Sedangkan yang non sie-otonom, jumlahnya lebih banyak dari sie-otonom, dan macamnya beragam, seperti Tonti, ANT (languages club), filateli, Olahraga (basket, beladiri dll), Kesenian (tari, karawitan), dll.

Dari sekian pilihan itu, aku memilih beberapa diantaranya. Cukup banyak, ada 4 ekskul yang kuikuti sehingga nggak muat nulis nilainya di rapot. He…he… Ekskul tersebut antara lain ; All Nation Teenagers (Japanese & English club), Filateli, Scout, juga TTC (Teladan Taekwondo Club).

Eits, TAEKWONDO?? Serem amat yak?? Ketoke sangar!! hwahaha…Memang banyak teman-teman kuliah yang terkejut ketika tahu masa laluku (ketika SMA), bahwa aku mengikuti martial arts khas Korea ini. Mungkin nggak pada nyangka, dibalik sosok "kalem dan keibuan" ku ini (siapa yang bilang??), tersimpan sebuah skill yang tidak biasa dimiliki oleh kaumku. Tapi jangan salah!! Memang ada banyak pilihan dalam olahraga, termasuk olahraga yang "biasa dan lumrah" diikuti oleh siswi-siswi SMA. Tapi, aku tetap paling suka BELADIRI!!!

Sejak kecil, aku suka banget nonton film action yang banyak pake adegan beladiri, terlebih KUNGFU!! Nge-fans banget deh ama Jackie Chan en Jet Lee! Sayangnya di Indonesia jarang ada tempat latihan Kungfu. Kalo ada, pasti aku ikut. he…he…Bahkan, aku pernah bercita-cita untuk menguasai bermacam-macam jenis beladiri, seperti ; karate, judo, aikido, kendo, kempo, dan tak lupa olahraga beladiri khas negara kita sendiri, pencak silat!! (Khusus untuk debus or olahraga yang make tenaga dalam dan sejenisnya, gak pengen dan gak mau nyoba. yang ini mah, bener-bener nyeremin! Hiy….!)

Oya, karena di sekolahku ekskul beladiri yang ada adalah Taekwondo, maka aku dengan senang dan segenap hati memilihnya untuk menjadi bagian dari hari-hariku selama 2 tahun pertama di SMA (aku berhenti latihan di awal kelas 3, karena alasan klasik, sibuk belajar buat persiapan UAS & UM / SPMB).

Sebelumnya, let’s begin with a brief description about TaeKwonDo!


Tulisan Gedhe di atas, dibaca TAE KWON DO (tertulis dalam huruf Korea, hangul).


Seperti yang sudah kusebutkan semula, Taekwondo merupakan olahraga khas Korea, yang resmi menjadi "olahraga nasional" Korea. Hampir semua masyarakat Korea, pernah mengenyam latihan taekwondo (terutama laki-laki dewasa yang ikut wajib militer).

Merujuk dari Wikipedia, arti Taekwondo adalah the way of the foot and fist. Berbeda dengan beladiri lainnya, Taekwondo menekankan pada teknik menendang. (Jadi ingat, dulu pas masih latihan ada banyak banget istilah-istilah teknik menendang yang susah diinget, karena pake bahasa Korea). Kemudian, Taekwondo merupakan kombinasi dari teknik kecepatan, kekuatan, keseimbangan, kelenturan / fleksibilitas dan stamina. Ngomong-ngomong soal kelenturan, sebelum latihan dimulai, wajib hukumnya melakukan pemanasan kelenturan, supaya lebih enak "nendang"nya dan terhindar dari ancaman kram.

Hm….Apalagi ya?

Tingkatan kemampuan Taekwondo dilihat dari geup / sabuknya. Untuk pemula, sabuknya berwarna putih. Kemudian dilanjutkan sabuk kuning – kuning strip – hijau – hijau strip – biru – biru strip – merah – merah strip 1 – merah strip 2 – hitam – hitam DAN 1, DAN 2, DAN 3, DAN 4, en yang paling tinggi DAN 5. Alhamdulillah, aku sudah mencapai sabuk biru. Kapan ya bisa dapet sabuk hitam ???

Perlu waktu yang lama sekali untuk bisa mencapai tingkatan sabuk Hitam DAN 5!! Karena, tiap kenaikan tingkat sabuk, ada ujiannya yang diadakan tiap 3 or 4 bulan sekali, tergantung masing-masing daerahnya. En belum tentu lho, tiap ujian bisa lulus dengan mudah.

Selain ujian gerakan dasar, ada juga ujian taegeuk (kombinasi gerakan taekwondo) en sparring / berpasangan, yang berarti terkadang pake adegan banting-bantingan. he…he…Don’t try this at home!! Semakin tinggi tingkatannya, semakin sulit ujiannya! Apalagi yang sabuk hitam, pastinya angel tenan!! Kata pelatihku, ujian sabuk hitam DAN harus dilakukan di Korea langsung!!! SUGOI!!!

Nah, pengalaman-pengalamanku terkait Taekwondo akeh tenan! Latihan tiap sore dua kali sepekan selama dua tahun, memberikanku banyak manfaat dan cerita. Yang pasti, olahraga jadi teratur dan bisa bantu ngelangsingin badan. he…he…. Terus, mbantu nilai olahraga juga. Jangan salah lho!! Walo ndut-ndut gini, nilai olahragaku alhamdulillah selalu 8, bahkan pernah sekali dapet 9 ketika memenangkan medali perunggu dalam Kejuaraan Taekwondo Junior di Sleman. he…he….(Eits, Jangan jadi takut ama cq yak ^^" !). Karena latihan taekwondo, badan sudah biasa diajak kompromi untuk gerakan-gerakan olahraga senam lantai ala Pak Singgih sekali-pun (PS : pak Singgih adalah guru olahraga pas SMA, terkenal dengan ke "killer"an nya dalam senam lantai. wkwkw… oops)

Kalau melewati Aula Katamso sewaktu kami latihan, pasti terdengar suara teriakan-teriakan (kihap) keras para taekwondoin. Teriakan ini ada maksudnya lho, yaitu sebagai pelepas energi dan penambah semangat latihan!! Trus, juga terdengar istilah-istilah asing bahasa Korea, seperti ; junbi (bersiap), charyeot (perhatian), gyeongnye (hormat), sijak (mulai), dwiro dora (balik arah), hana (satu), dul (dua), set (tiga), net (empat) , dst. Dari sinilah, awal mula ketertarikanku untuk mempelajari Korea dan juga bahasanya.

Selama latihan di dojang (tempat latihan), banyak kejadian lucu yang terjadi. Teriakan Adegan ciaaat gubrak pun, sudah biasa terlihat. Maksudnya, adegan jatuh karena kepleset, ato jatuh karena dibanting. Jadi inget lagi, aku pernah sekali dibanting sewaktu latihan sparring ama adek kelasku yang badannya lebih kecil. Berhubung dia adalah atlit tae kwon do asli, pantes aja dia dengan mudahnya merubuhkanku ^^". Sakit jhe!!Oya, supaya gak terlalu sakit, ternyata di Taekwondo ada juga teknik "jatuh yang nyaman" lho! he…he…

Sekarang, sudah 5 tahun berlalu sejak aku terakhir kali latihan taekwondo. Ingin rasanya melanjutkan latihan karena semenjak berhenti, badanku pun menjadi melar. he…he…(alasan aja, saking jarangnya olahraga!). Untukku pribadi, dengan Taekwondo, selain sebagai olahraga juga sebagai beladiri klo ada yang berani "macam-macam".

Yang pasti, pada intinya, kita harus tetap menjaga kesehatan tubuh kita. Dengan ber-olahraga, badan bisa menjadi sehat, kuat dan segar. Then, Apapun olahraganya, AYO KITA TERUS SEMANGAT!

Advertisements

7 thoughts on “[Story] Tae Kwon Do!

  1. Aku juga ikut taekwondo. Sebelumnya aku pernah ikut band, robotika, sama lukis. Tapi cuma sebentar, abis itu aku tinggal. Anehnya, tkd yang awalnya aku ikutin hanya karna pengen coba coba aja, malah aku seriusin sampe sekarang. Bener bener seneng pas latian bareng temen temen lain entah yang lebih muda, seumuran, atau yang lebih tua. Susah seneng bareng pas latian, tanggap pas ada yang cidera atau luka, trus saling dukung waktu ikut turnamen.. mungkin kedengeran berlebihan, tapi aku ngerasa di tkd aku nemu keluarga keduaku 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s