Ashita Hareru kana

Terinspirasi dari J-dorama berjudul Proposal Daisakusen (terutama yang SP-episode, yang baru saja kutonton). Dorama in selalu membuatku menangis. Why i’m crying? Tak hanya disebabkan oleh diriku yang memang berhati lembut dan gampang trenyuh (hue….sempet-sempetnya narsis) dalam mengikuti jalan ceritanya, tetapi juga (sebenarnya) makna dibaliknya-lah yang selalu membuat "hati dan pikiranku capek".

Doushite? Film ini mengingatkanku akan kenangan-kenangan, terutama yang terkait dengan sebuah kata bernama "PENYESALAN". Bukan karena kisah penyesalan si tokoh utama tentang cintanya, tetapi esensi akan "kebodohan" di masa lalu-lah yang membuatku ikut-ikutan menyesal….Itulah manusia……………

Setiap orang pasti memiliki suatu momen, yang apabila di dunia ini ada mesin waktu, membuatnya ingin kembali ke momen itu dan memperbaiki "kebodohannya", dengan harapan ia takkan meyesal lagi. Seperti yang terjadi di dalam dorama ini. Ken Iwase, si tokoh utama, mungkin bisa berkali-kali kembali ke masa lalu untuk mengubah sejarahnya.

Tapi, bagaimanapun, film tetaplah film. Hanya ada dalam dunia fiksi imajinasi. Di dunia nyata ini, tentu saja hal itu mustahil dilakukan!! Zettai ni muri (betul ndak tulisane??)!!! Bagaimanapun hebatnya teknologi manusia, ia takkan bisa melawan takdir serta memutarbalikkan ruang dan waktu. Manusia hanya makhluk….

Oleh karenanya, kita selalu diingatkan oleh NYA untuk selalu menghargai waktu. Karena kita takkan bisa kembali ke masa lalu, walaupun itu hanya sedetik. Adalah orang-orang yang merugi jikalau ia yang hari ini, lebih buruk dari yang kemarin. Perasaan menyesal itulah yang termasuk dalam kategori merugi, karena ia sadar telah melakukan sesuatu yang "bodoh" dan tidak lebih baik….

"Menyesal itu tak ada gunanya"….

Kata di atas ada benarnya, terutama jika penyesalan itu berada dalam posisi yang terus-menerus dan berakhir dengan sebuah ratapan. Penyesalan yang seperti itu takkan mengubah apapun. Tapi menurutku sebuah penyesalan "jenis lain", bisa juga memberikan manfaat jikalau penyesalan itu kita gunakan sebagai trigger, cambukan untuk menjadi lebih baik lagi di saat ini.

Kita perlu menyadari sepenuhnya bahwa masa lalu adalah masa lalu, dan masa kini adalah masa kini. Bolehlah sesekali kita menengok ke belakang, ke masa lalu kita. Namun, janganlah terlalu sering, karena kita bisa jatuh karenanya. Kenyataan ada di depan mata. Tataplah ke depan! Jangan sampai sebuah penyesalan menghambat perjalanan kita.

Kewajiban kita adalah untuk selalu berjuang dan melakukan yang terbaik. Berikhtiar menjemput takdir. Karena kita tidak tahu "waktu" kita di dunia ini sampai kapan….Dan karena kita takkan pernah tahu, apa yang akan terjadi di esok hari. Akankah cerah atau hujan? Manusia hanya bisa berencana dan memperkirakan apa yang akan terjadi. Tetapi, tetap di tangan-NYA lah segala keputusan.

Maka, Still KEEP ON FIGHTING yak, minna-san!

Ashita hareru kana???

4 thoughts on “Ashita Hareru kana

  1. hoho~ komentar 4 tahun yang lalu, mohon maaf baru sempat membalas sekarang -_-". Ashita : besok, hareru : cerah, ka na : kah?
    Ashita hareru kana: besok cerah gak ya?
    Untuk konteks di sini, kata "Cerah" punya makna yang lain yaitu seperti harapan, dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s