[Story] Ketika Kebo Giro Mengalun

Buat orang jawa ato sudah lama tinggal di jawa, pasti tahu istilah kebo giro kan?? Kebo giro merupakan salah satu lancaran (instrumen) gendhing/gamelan yang memang khusus diperdengarkan pada saat pernikahan (terutama yang pake adat jawa).

Hm…Bulan ini kayaknya emang bulan yang penuh dengan undangan walimahan. Dihitung-hitung, paling nggak ada dua undangan yang harus dihadiri orangtuaku tiap hari ahadnya. Berarti satu bulannya ada sekitar 8 undangan!! Memang, menjelang dan sesudah bulan Ramadhan, undangan-undangan akan mengalir deras datang ke rumah.

Undangan walimahan untuk ortu kadang juga berlaku untukku. he…he..maksudnya ikutan bapak-ibu njagong manten (ih…dah gedhe masih suka ngikut-ngikut…^^”). Klo pas masih kecil dulu, alasan aku suka ikutan njagong karena bisa dapat makan enak gratis, dimana aku bisa makan lauk sepuasnya. hehe…(I’m so honest :p !). Kalau sekarang sih, sudah berbeda dong! Bedanya adalah porsi makannya (wkwkwk… ^^). Eh, ndak dhing. Skarang ini, alasanku njagong adalah; menemani ibu di kala bapak berhalangan hadir, mewakili bapak ibu di kala keduanya berhalangan hadir (maksudnya, aku datang sendirian. PD yak ^^), nyobain berkunjung ke berbagai gedung/tempat walimahan, tapi yang terpenting adalah sebagai sarana bersosialisasi, silaturrahmi, juga “pengingat diri”. he…

Sebagai contohnya adalah hari ini. Today, dengan beralasankan menemani ibu yang sendirian pergi njagong manten karena bapak harus pergi kerja, aku datang ke dua tempat hajatan pernikahan itu. Berturut-turut, di pagi dan malam hari. Jadinya, seharian ini aku makan di luar terus ^^. But, the main point yang ingin kusampaikan di postingan ini bukan tentang makan-makannya, melainkan berapa kalipun aku menghadiri dan melihat acara sakral nan agung itu, di saat akad nikah, terutama di detik-detik pengucapan ijab kabul, air mataku pasti akan meleleh dengan sendirinya. Aku menangis saat prosesi akad itu, bukan karena aku patah hati (coz ada yang ngira seperti itu, pas aku menghadiri walimahan teman SMAku yang laki-laki). Tapi karena makna yang ada di baliknya.

Perasaanku langsung merinding ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh sang Bapak atau wali mempelai putri, dilanjutkan dengan pengantin prianya. Merinding, mengingat betapa besarnya makna yang ada di balik kata-kata itu. Sebuah kalimat yang menandai awal dari sebuah Pertanggungjawaban dunia akhirat !!!! Subhannallah….

Ada tangis haru yang menyeruak dari dada, ketika ijab kabul dapat terucap dengan lancar. Ijab kabul itu pulalah yang membuat tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya beralih kepada sang menantu. Maka, tak heran apabila ijab kabul pernikahan termasuk sebuah perjanjian kokoh nan agung (mitsaqan ghaliza).

Beralih ke cerita hari ini. Terhitung yang tadi pagi, berarti aku sudah pernah melihat akad nikah secara langsung 4 kali. Dua di antaranya adalah akad nikah sahabat-sahabatku, yang satu pas kebetulan ke Maskam UGM pas lagi ada yang akad nikah, dan yang satu lagi tadi itu akad nikahnya putrinya tetangga.

Acara akad nikah pagi ini, dilangsungkan dengan prosesi adat jawa gaya Surakarta. Pertama kali lihat acara nikahan Jawa yang complete!! Ada lempar-lemparan sirihnya, nginjek telor, minum dawet, juga rebutan ayam (eh, apa suap-suapan makan yak??). Juga menyemarakkan suasana, lantunan gendhing Jawa ikut berpartisipasi. Apalagi bapak pembawa pranata adicara-nya fasih sekali dalam menjelaskan segala prosesi adat jawa dan makna-makna di baliknya. Pokoke, khas Jawa banget dah! Gumun aku.(sakjane aku yo wong jowo jhe)

Pas pemberian tausiyah dari bapak penghulu, aku jadi sedikit lebih paham tentang arti pernikahan dan kehidupan yang akan dijalani setelahnya. Juga makna dibalik doa yang sering kita iringkan kepada kedua mempelai agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sakinah maknanya tenang, tentram. Maksudnya, dengan menikah bisa menentramkan hati. Mawaddah dan rahmah, intinya adalah sama-sama mencintai. Kata pak penghulu, bedanya mawaddah dan rahmah, terletak pada nilai bentuknya. Kalau mawaddah itu cinta secara lahiriah, kalau rahmah itu cinta secara batiniah. Semoga Allah selalu melimpahkannya. aamiin…

Teruntuk siapa saja yang sudah, baru atau akan melangsungkan pernikahan, kusampaikan doa = Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah hingga akhir hayat. Dan dikarunai anak-anak yang shaleh dan shalehah ^^

“Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a baynakuma fii khoir”

5 thoughts on “[Story] Ketika Kebo Giro Mengalun

  1. Kayaknya….udah benar2 nyiapin diri nih Chiku…
    Aku udah nggak keiitung ngelihat ijab qobulnya beberapa orang, apalagi kalau salah satu ortuku jadi saksinya…pasti nemenin datang dan ikut nonton…
    Tapi kok ya sama aja…mpe sekarang malah belum kepingin tuh…
    kadang, malah geregetan sendiri pas ngelihat mempelai prianya ngulang ijab-nya karena salah2…

    btw, iya kebo giro….Jawa banget…
    ntar aku nggak pake kebo giro ah…ganti suara alunan Gagaku (seruling Jepang) aja…kayaknya lebih hikmat…hahahhaha…

  2. chibihimawari said: Tapi kok ya sama aja…mpe sekarang malah belum kepingin tuh…kadang, malah geregetan sendiri pas ngelihat mempelai prianya ngulang ijab-nya karena salah2…btw, iya kebo giro….Jawa banget…ntar aku nggak pake kebo giro ah…ganti suara alunan Gagaku (seruling Jepang) aja…kayaknya lebih hikmat…hahahhaha…

    ara~ 2 nenkan mae da :D! Ima made, mada kangaeteimasuka, Isti neesan :D?? wkwkwk…. Sida arep ngagem Gagaku kah saat resepsinya? hoho~

    Wis yu ol de bes, dir sista😉

  3. chibihimawari said: Tapi kok ya sama aja…mpe sekarang malah belum kepingin tuh…kadang, malah geregetan sendiri pas ngelihat mempelai prianya ngulang ijab-nya karena salah2…btw, iya kebo giro….Jawa banget…ntar aku nggak pake kebo giro ah…ganti suara alunan Gagaku (seruling Jepang) aja…kayaknya lebih hikmat…hahahhaha…

    mau pakai campuran Chiku… *nah lo?!*

  4. chibihimawari said: mau pakai campuran Chiku… *nah lo?!*

    Jadinya insyaAllah tahun ini pakai campuran ya mbak :D? eheheh… SMoga dimudahkan dan dilancarkan segala sesuatunya yaaa😉

    Mohon doanya nggih, smoga I meet the one😀. wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s