HI dan cita-citaku

My Dream (University degree)

Sewaktu mengisi form UM UGM dan SPMB 2004, aku milih International Relations. Lho, lho…UM dan SPMB?? Ya, UM dan SPMB. Karena ketetapan-NYA, aku mendapatkan kesempatan untuk menjalani keduanya. Hasil UM UGM menunjukkan bahwa aku ditrima di pilihan kedua, yaitu Ilmu Komunikasi. Saat UM, pilihanku a.l: (1). Ilmu HI, (2) Ilmu Komunikasi, dan (3) Sastra Jepang.

Jujur aja, aku merasa sedih pas tahu gak ketrima di pilihan pertama. Oleh karenanya, aku nyoba lagi di SPMB. Aku gak bermaksud untuk menyepelekan or gak mensyukuri hasil UM, tetapi aku hanya ingin berjuang meraih cita â citaku untuk bisa masuk ke jurusan HI.

Saat itu, banyak pendapat dan kritikan yang bermunculan, bahwa orang yang sudah ketrima di UM tapi masih mencoba SPMB lagi, adalah orang yang merebut dan memubazirkan kursi jatah orang lain. Hiks…..padahal nggak kayaâ gitu koq…..Kedua ujian seleksi masuk universitas itu kulakukan dengan sepenuh hati, bukan dengan â?coba-cobaâ?. (suasananya jadi melow banget)

Walaupun diliputi segala macam perasaan sedih (galau, khawatir, emosi, etc), akhirnya selama rentang waktu antara pengumuman UM sampai dengan ujian SPMB bisa kuakhiri dengan senyuman. Karena justru dengan kekecewaan dan kegagalan, aku dapat mengambil hikmah yang luar biasa, dan itu berpengaruh pada pola pikirku yang sekarang. Dalam jangka waktu tersebut, aku ditakdirkan Allah untuk belajar tentang â?hidupâ?. Sekecil apapun peristiwa, terdapat hikmah yang begitu besar. Jadi, kita harus senantiasa bersyukur dengan apapun yang kita jalani.

Selama persiapan SPMB, aku bisa merasakan betapa asyiknya belajar. Sesuatu yang baru kudapatkan setelah sekian lama bersekolah. Belajar, apabila diiringi dengan semangat untuk meraih sesuatu berdasarkan kesadaran pribadi, terasa lebih lezat dan menyenangkan, karena kita belajar tanpa beban. Pokoke, lebih enjoy! Dan perasaan itu, alhamdulillah, masih bisa kurasakan sampai sekarang.

Waktu ngisi form SPMB, aku memilih IPC dengan pilihan (1). HI UI, (2). HI UGM, dan (3). Kesehatan Masyarakat UI. Alhamdulillah, walau lagi-lagi aku berjodoh dengan angka 2, aku sangat mensyukurinya. Pola pikir hasil didikan â?pembelajaran hidupâ? membuatku lebih legawa dan optimis dalam menjalani kehidupan, apapun peristiwanya.

Aku berpikir, â?Pasti ada sesuatu yang lebih baik sedang menantiku di depan sana, yang mungkin tidak akan kudapatkan apabila diterima di pilihan pertama atau ketigaâ?. Then, hal ini terbukti!

Wah, jadi kemana-mana ceritanya. Sekarang kita lanjutin lagi.

Dari sekian macam pilihan jurusan yang ditawarkan UGM, mengapa aku ngebet pilih HI? Alasannya cukup simple. Aku INGIN KELILING DUNIA! The purpose are untuk lebih mengenal dan memiliki teman dari berbagai bangsa di dunia (sekai ni sanpo shitai)! Karena kita diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling kenal-mengenal.

Kata-kata â?hubungan internasionalâ? sepertinya memberikan peluang yang lebih besar untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Jadi teringat kata-kataku sendiri saat acara perkenalan mahasiswa baru di jurusan, â?Saya ingin membawa nama Indonesia ke dunia internasionalâ? (wez…….silau man ^^â?!)

Faktor pendukung pemilihan jurusan ini adalah, walaupun aku dari jurusan IPA, aku suka banget mempelajari geografi kawasan (negara-negara) dan aku dapat nilai yang cukup baik dalam mata pelajaran ini. Terlebih didukung oleh kesukaanku belajar bahasa asing.

Alasan lainnya adalah karena kapasitas otak kiriku dalam mengolah logika kuantitatif, pelajaran dengan angka-angka seperti matematika dan fisika, cukup terbatas (nyadar nih!)

Ternyata, pada akhirnya aku baru tahu bahwa HI bukan hanya sekedar belajar bahasa dan geografi kawasan saja, melainkan juga apa-saja yang terjadi di dunia internasional ini seperti politik (ini mah wajib dunk, karena HI ada di FISIPOL dan Sarjana HI ber-title SIP ^^), ekonomi, sosial, budaya, teknologi, etc, termasuk beberapa hal yang terkait dengan angka (hiks…….). he…he..^^

Pada awal permulaan kuliah, aku pengen jadi diplomat dan duta besar (besarnya sih udah ^^"). Dengan kata lain menjadi pegawai negeri sipil di DEPLU. Trus pengen juga jadi PEJABAT!!!! (bukan peranakan jawa batak lo! Kalau yang ini mah udah ^-^). Yang dimaksud adalah PEJABAT beneran!! Menjadi TOP of the TOP dari sebuah jajaran birokrasi / departemen pemerintahan. Ha..ha..ha….Kayane asik juga tuh, masuk ke sistem sebagai decision maker untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan (istilah kerennya, decision making process) di birokrasi negara kita yang ruwet banget.

Seiring dengan berjalannya waktu dan atas petunjuk NYA, I found my real dream yang sangat ingin ku raih, yaitu pengen jadi DOSEN. Tapi, bukan berarti bahwa mimpi-mimpi di atas aku lupakan. Bisa jadi itu sebagai plan B, C, D (dst). Karena, dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang pasti tanpa ijin-NYA. Eh, jadi ingat, segala sesuatu itu mungkin bisa terjadi, tapi ada satu hal yang pasti, yaitu kematian!

Why I wanna be a Lecturer?

Ada banyak alasan. Aku melihat pekerjaan sebagai dosen adalah sangat mulia. Karena dosen, yang termasuk guru, merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang insyaAllah akan diberkahi dengan amal jariyah yang takkan berhenti mengalir selama ilmu yang kita ajarkan terus diamalkan oleh murid-murid kita.

Guiding and lecturing, merupakan pekerjaan yang sangat kusukai Selain itu, aku pribadi merasakan senangnya membantu, mengajarkan, memberi tahu, berdiskusi dan berbagi ilmu serta pengalaman kepada orang lain. Oleh karenanya, aku akan sangat senang menjadi seorang guide atau pendamping dan pembimbing tentang apapun (secara gampangnya aku senang â?menjelaskanâ?), tentunya sebatas yang ku tahu saja. Ada kepuasan tersendiri ketika seseorang yang kita beritahu dan kita bimbing menjadi paham, tahu, dan mengerti tentang sesuatu.

Pertimbangan lainnya adalah aku pikir pekerjaan sebagai dosen memiliki waktu yang cukup fleksibel, dalam arti jadwal bekerja dapat diatur sesuai dengan jam mengajar atau meneliti, sehingga sangat cocok untuk kaum wanita walaupun ia sudah berkeluarga dan memiliki anak sekalipun. Tentunya hal ini terkait dengan kehidupan berkeluarga yang akan kubina kelak (he…he….jadi malu >_<!). Oleh karenanya, aku ingin tetap meraih mimpiku untuk menjadi dosen dan long life education hingga puncak pendidikan tertinggi. Tentunya, tanpa mengesampingkan pendidikan dan kebutuhan keluarga (amin, insyaAllah).

My Futureâs Dream

Apabila aku menjadi dosen nanti, aku ingin memfokuskan diri pada East Asian Studies (khususnya Jepang) dan Islamic studies. Oleh karenanya, saat ini aku berencana untuk melanjutkan pendidikanku di Kajian Wilayah Jepang (Pascasarjana) Universitas Indonesia. Why Japan? Salah satu alasannya adalah karena aku suka dengan anime dan manga. He…he…. tidak dapat dipungkiri bahwa pop-culture yang befungsi sebagai softpower dalam multitrack diplomation ini, memang berhasil menarik banyak minat orang terhadap Jepang. Selain itu, aku suka sekali dengan kultur di Asia Timur yang sangat â?Asia dan ketimuranâ?. Kultur di sana, tidak jauh berbeda dengan kultur di Indonesia, sangat unik dan menjunjung tinggi kesopanan dan penghormatan kepada yang lebih tua.

Mengenai Islamic studies, aku tertarik pada studi perkembangan Islam kontemporer di dunia, terutama yang berkaitan dengan Islam sebagai peradaban dan ideologi. Aku ingin mempelajari perkembangan Islam di tiap-tiap negara di dunia. Rasanya sangat menyenangkan, mengetahui dan mengenal berbagai bangsa dan suku yang berbeda, namun memiliki kesamaan akidah. Terlebih lagi, di zaman global war on terrorism ini, entah mengapa semangatku membara untuk membela nama Islam yang â?dibajakâ? dan dicap sebagai teroris oleh media dan masyarakat Barat.

Aku gak rela apabila agama yang kupercaya dan anut dari nurani yang terdalam ini, difitnah dan dituduh sebagai agama kekerasan. Mereka yang memfitnah itu hanya melihat Islam sepotong-sepotong dan hanya berbicara tanpa melihat atau mendengar dari sumber yang sebenarnya.

Jangan pernah menuduh atau berkata yang macam-macam apabila kita belum mengetahui fakta yang sebenarnya, apalagi jika berita negatif tersebut hanya gosip, â?katanya…â? atau â?kayaknyaâ? saja. Lihat dan dengarlah dari sumber asli atau fakta yang dapat dipercaya….Oleh karenanya, skripsi dan rencana thesisku terkait dengan perkembangan politik, ekonomi, sosial, budaya dan peradaban Islam di dunia internasional. (Ngomongin ini jadi semangat empat lima deh! He…..he….)

Oya, aku terinspirasi untuk mempelajari Peradaban Islam ketika menonton film dokumenter yang mengisahkan sejarah dan kejayaan Peradaban Islam yang ada di dunia ini, seperti kemegahan kota-kota Islam dan masjid-masjidnya . Ingin rasanya suatu hari nanti bisa mewujudkan mimpi untuk berkunjung ke kota dan masjid-masjid tersebut.

Then, kubayangkan sosokku sedang menyusuri kota-kota sepanjang jalur sutra yang memanjang dari Eropa, Afrika sampai China, kemudian melihat peninggalan peradaban Islam di Cordoba (Andalusia, Spanyol), mengunjungi pusat Islam masa lampau di pedalaman Afrika, hingga mengunjungi negara-negara Islam bekas wilayah Uni Soviet yang serba berakhiran â?Stanâ?…..Subhannallah!

Ah….betapa indah dan bahagianya.

Semoga Allah meridhoi dan memberikan kesempatan bagiku untuk mewujudkannya. Aamiin.

Advertisements

3 thoughts on “HI dan cita-citaku

  1. Mantap dah sharing ini..

    Gimana dengan rencana research? jadi dosen tanggung jawabnya bukan hanya ngajar.. dosen juga bertanggung jawab untuk research, bagaimana untuk berkontribusi ke masyarakat…itu bedanya dosen dengan guru :D…

  2. "Faktor pendukung pemilihan jurusan ini adalah, walaupun aku dari jurusan IPA, aku suka banget mempelajari geografi kawasan (negara-negara) dan aku dapat nilai yang cukup baik dalam mata pelajaran ini."

    dipengaruhi oleh Bu Mia gak itu mbak? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s