[Academic] ON dan GIRI

Berikut adalah tulisah dari Moh. Hasan yang menerjemahkan buku "A Bilingual Handbook on Japanese Culture" karya Youichi Sugiura dan John K.Gillespie terkait spirit orang Jepang. Kali ini tentang ON dan GIRI. Selamat membaca!

On dan Giri

Oleh Mohamad Hasan

"ON"

ON adalah memikul beban tanggung jawab secara social dan psikis terhadap penerimaan kebaikan dari orang lain. Jika ditulis dengan huruf kanji, ON-nya ONKEI. Awalnya kata ini lahir ketika sang Samurai memberikan tanah kepada pengikutnya dalam masyarakat

Samurai/BUKESHAKAI. Sejarah masyarakat Jepang hanya masih 130 tahun setelah terlepas dari masyarakat feodal. Pada dasarnya, hingga kini disebut sebagai masyarakat vertikal (tateshakai) . Untuk itu, orang atas menjembatani masalah umum dan pribadi orang bawah, serta orang atas lebih banyak memperhatikan orang bawah. Sebagai gantinya, orang bawah merasa berterimakasih dan menghormati orang atas, sehingga timbul kecenderungan respek atas loyalti. Dengan demikian, jika melupakan kebaikan (ON) orang lain, secara moralitas hal ini tidak dimaafkan. Namun, ON ini sama halnya dengan perasaan sentimen tradisi Jepang lainnya yang sedikit demi sedikit cenderung menipis.

Feodal (houkenshakai) :masyarakat yang berada ditengah-tengah masyarakat keluarga zaman kuno dan sistem budak serta masyarakat kapitalisme zaman sekarang (berdasar pada sistem feodal).

GIRI

Konsep emosi dan moral Jepang cukup sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia. Demikian juga dengan "GIRI" yang sama sekali berbeda konsep dalam bahasa Inggris (karena beda budaya). Dalam masyarakat feodal, konsep GIRI yang terbentuk adalah dalam hubungan interaksi manusia (buruh dan majikan, orang tua dan anak, suami-isteri, kakak-adik, persahabatan, bahkan musuh atau lawan serta tempat bekerja) yang merupakan skala terpenting. Jelas sekali bahwa dalam hubungan timbal balik tersebut, rasa simpati, belas kasih pada orang yang menerima ON ini terkadang sampai mengorbankan diri untuk mewujudkan rasa kebahagiaan/ kegembiraan mereka (balas jasa).

Secara kongkrit, GIRI ini muncul dan menjadi adat istiadat dalam masyarakat Jepang, misalnya: wujud dalam kabar berita (surat, kartu tahun baru, dsb), pemberian hadiah (hadiah akhir tahun/oseibo, tengah tahun/chuugen) yang dilakukan secara sukarela dan tulus ikhlas. Hal ini merupakan suatu dukungan atau bantuan kepada seseorang, tanpa memperhatikan untung-rugi ketika orang tersebut dilanda penderitaan atau dalam situasi sulit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s