Birokrasi Jepang (resume buku)

Tulisan di postingan ini merupakan isi dari tugas resume buku untuk kuliah Diplomasi dan Politik Jepang – KWJ UI. he..he…

Saatnya menulis yang berbau akademis (he..he…tugas kuliah kq dimasukin ke blog ^^").

All rights reserved yak…..Sesuai etika keilmuan yang berlaku ^__^

Diambil dari :

Buku : Introduction to Japanese Politics

Penulis : Louis D. Hayes

Sub-chapter : Bureaucracy (hal. 60 â 63)


Resume:

Sebagai sebuah negara demokrasi, Jepang tergolong â?tidak normalâ? karena jalannya proses politik jarang disorot dan mendapat perhatian dari masyarakat umum. Sedangkan di negara demokrasi pada umumnya, isu publik yang penting akan dibahas secara gencar di berbagai media. Sebuah keputusan kebijakan dibuat melalui proses yang panjang dan menghabiskan banyak waktu, termasuk proses dalam konsultasi dan negosiasi antara agen-agen pemerintah dengan kelompok kepentingan terkait. Dalam beberapa kasus, dialog politik yang terangkat ke publik dimana dalam prosesnya mengalami kegagalan dalam pembangunan konsensus, dapat memunculkan debat dan demonstrasi massa yang berujung pada aksi kekerasan / anarkis. Oleh karena itulah, di Jepang jarang terjadi aksi demo massa dan aksi anarkis karena proses politik jarang diekspos.

Suatu kebijakan dibuat di dalam konteks otoritas birokrasi. Sebelum proposal suatu kebijakan disampaikan ke Diet, draft kebijakan dasar telah dikompromisasikan melalui proses negosiasi dengan kementrian lain terkait, politisi partai yang berpengaruh, anggota diet serta kepentingan-kepentingan pihak lain di luar pemerintah yang memiliki akses terhadap kebijakan tersebut.

Power dari birokrasi Jepang cukup kuat, sehingga disebutkan bahwa birokrat Jepang lebih berpengaruh daripada birokrat dalam sistem diktator sekalipun. Kekuatan birokrasi dilihat dalam proporsi dimana terdapat kelemahan dalam partai dan lembaga legislatif. Adanya perubahan di tingkat kementrian justru membuat birokrat dapat membangun kekuatan organisasi. Disebutkan pula bahwa birokrasi Jepang bisa mempertahankan netralitasnya walaupun terjadi pergantian kabinet, sehingga birokrasi dapat mendukung political stability serta tidak menimbulkan guncangan politik. Kekuatan birokrasi di Jepang ini merupakan produk dari gaya politik dan tradisi yang telah berjalan lama dan panjang. Dilihat ketika birokrasi sebagai sebuah institusi, pada dasarnya tidak terlalu terpengaruh dampak perang dunia II dan masa okupasi dari Amerika. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada saat itu, campur tangan langsung dari Amerika pada birokrasi sangat sedikit.

Yang unik dan menarik dari birokrasi di Jepang adalah terdapat birokrat pemerintah nasional yang dapat â?dipinjamkanâ? kepada pemerintah lokal yang dapat memberi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan menjaga hubungan antara dua level pemerintah ini.

Hal lain yang menarik dalam birokrasi di Jepang adalah dalam sistem perekrutan pegawai negeri sipil (PNS). Perekrutan dalam institusi pelayanan pemerintah (PNS) berdasarkan sistem ujian kompetitif atau dengan evaluasi personal. Dalam kepegawaian, PNS Jepang yang berhasil menempati posisi profesional dan kelompok elit biasanya merupakan lulusan top dari institusi pendidikan terbaik di Jepang, yaitu biasanya dari Universitas Tokyo dan Universitas Kyoto. Lulusan dari universitas ini berhasil menempati setengah dari total penerimaan kandidat yang lulus dalam higher civil service examination. Basis rekruitmen ini membuat kecenderungan adanya parokialisme dan hubungan â?old boyâ? antara birokrat. Level lebih atas dalam administratif didominasi oleh laki-laki dengan spesialisasi pendidikan; jurusan hukum.

PNS di Jepang sedikit berbeda dibandingkan dengan negara barat dalam hal peraturan dan status wanita di dalam birokrasi. Wanita tidak terwakili dalam hampir semua level dan posisi jabatan PNS. Selain tingkat partisipasi yang lebih rendah dalan tes CPNS, jumlah wanita yang berhasil lulus pun sedikit.

Di Jepang, pekerjaan sebagai pegawai dalam kementrian pemerintah memiliki status yang tinggi. Di antara bermacam kementrian pun, ada perangkingan prestis dimana MITI (Ministry of International Trade and Industry) dan MoF (Ministry of Finance) menduduki posisi puncak. Dua kementrian ini memiliki pengaruh yang paling besar.

Dalam birokrasi faktor yang paling signifikan dalam proses promosi adalah latar belakang universitas. Koneksi interpersonal penting untuk rotasi pegawai dalam birokrasi, bisnis dan politik, atau disebut juga dengan â?revolving doorâ?. Di AS, praktek seperti ini diprotes dan dikritik dimana pegawai pemerintah yang telah pensiun, pegawai militer melanjutkan karirnya di perusahaan swasta melalui koneksi tersebut.

Namun, sebaliknya di Jepang, hal seperti ini merupakan sesuatu yang normal dalam kehidupan administratif, atau diistilahkan sebagai amakudari / descent from heaven. Pensiunan PNS dapat bergabung di perusahaan swasta ternama atau perusahaan milik negara (special legal entities). Ada pula yang bergabung di partai, terutama LDP yang membuka kesempatan untuk terpilih sebagai anggota konstituen di national house of councillor. Adanya modal dasar berupa pengalaman organisasional yang luas tersebut menjadi sebuah keuntungan bagi mereka.

Praktik untuk menjalankan karir kedua di bisnis atau politik ini tidak dilakukan secara kebetulan, tetapi memang sudah diperkirakan. Walaupun menimbulkan pro dan kontra, praktik amakudari berkontribusi efektif bagi jalannya proses politik karena terdapat kontak personal yang lebih ekstensif pada saat negosiasi dan konsensus, yang dapat membuat proses pembuatan suatu keputusan dapat tercapai lebih cepat.

Advertisements

2 thoughts on “Birokrasi Jepang (resume buku)

  1. tugas dimasukin ke blog sih gpp mba.. ntar blognya jd banyak yg ngunjungin loh.. gara2 cari pake keyword yg sesuai..
    oya mbak, PRnya blm tak kerjain.. hehe.. ntar kl o dah agak senggang lagi insyaAllah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s