Diaoyutai/Senkaku/Dokdo Islands merupakan sekelompok pulau yang terdiri dari 8 pulau tak berpenghuni yang berada 120 mil di sebelah utara Taiwan dan terpisah dari Liu Chiu Islands (Ryukyu Islands). China telah menjelajah dan menemukan kepulauan ini pada tahun 1403 dan berdasarkan bukti tertulis, Diaoyutai/Senkaku Islands telah tercatat dalam dokumen sejarah China pada akhir abad 16 dengan nama Diaoyu Island, Diaoyu Tai, Huangwei Yu, dll. Selama bertahun-tahun, Diaoyutai/Senkaku Islands dan

Taiwan
berada di bawah administratif yang sama, dan digunakan oleh nelayan

China

sebagai basis operasional pencarian ikan, baik sebelum dan sesudah Perang Dunia II.

Pada tahun 1874, Jepang mengambil Liu Chiu Islands dari

China

. Namun, Diaoyutai tetap berada di bawah administrasi

China

. Barulah pada tahun 1895 Jepang merampas pulau-pulau tersebut termasuk Taiwan serta Penghu Islands, dan menggabungkan mereka ke dalam Perfektur Okinawa sebagai teritori Jepang sebagai hadiah memenangkan perang tahun 1894-1895 melawan China.

Pada tahun 1968, ditemukan bahwa di sekitar wilayah Diaoyutai/Senkaku Islands terdapat cadangan minyak dan gas yang besar, sehingga sengketa semakin sengit. Jepang mengklaim Diaoyutai/Senkaku Islands sebagai bagian dari Ryukyu.

· Berikut ini tabel peristiwa-peristiwa dalam sengketa ini (pasca 1945) ;

1895

China
menyerahkan

Taiwan

dan Diaoyutai/Senkaku Islands kepada Jepang setelah Perang Sino-Japan di bawah Shimonoseki Treaty.

1945

Jepang menyerah,

Taiwan
dikembalikan kepada

China

dibawah Deklarasi Kairo dan Postdam.

1952

Pemerintah

AS
memegang administrasi

Okinawa
dan Diaoyutai di bawah San Francisco Treaty.

1970

AS dan Jepang menandatangani Okinawa Reversion Treaty yang termasuk meliputi Diaoyutai/Senkaku Islands sebagai bagian dari

Okinawa

1972

Pemerintah Jepang mengklaim kedaulatannya atas Diaoyutai/Senkaku Islands menyusul klaim resmi pemerintah

China

1978

Jepang membangun hubungan resmi dengan

China

. Kedua Negara menyetujui untuk menangguhkan isu ini.

1990

September, Pemerintah Jepang mengakui pembuatan mercusuar yang dibuat oleh kelompok sayap kanan di Diaoyutai Island.

October,

China

secara resmi memprotes aksi Jepang dalam sengketa ini.

1992

25

Februari
,

China
melewati batas hukum laut, yang menyangkut Diaoyutai sebagai bagian dari wilayah

China

1996

15 Juli, Japanese Youth Federation secara illegal membangun mercusuar yang lain.

Lagi-lagi
,

China

memperluas aktivitasnya untuk melindungi Diaoyutai/Senkaku Islands


Sengketa Diaoyutai/Senkaku Islands ini membawa implikasi terhadap pulau-pulau lain dan sengketa maritim antara

China
, Jepang dan

Taiwan

. Bagi

China
, isu Diaoyutai berhubungan dengan klaim maritim

China

yang lain di Laut China Selatan. Alasan pemerintah

China
untuk tidak melemahkan sikapnya terhadap sengketa ini adalah karena akan berpengaruh pula pada sikap dan posisi

China
dalam sengketa Spartly dan

Paracel

Islands

. Dan tidak lupa pula bahwa Diaoyutai/Senkaku Islands dan

Taiwan
berada di bawah administratif yang sama, maka klaim kedaulatan

China
atas Diaoyutai akan juga menyangkut

Taiwan
sebagai satu bagian

China

.

Bagi Jepang, pelemahan sikapnya akan membawa implikasi pada semakin seriusnya sengketa wilayah dengan Rusia dalam masalah "

Northern Territories

". Selain itu, kepulauan tersebut menjadi simbol nasionalis yang penting yang digunakan kelompok sayap kanan untuk menyerang pemerintahan yang sedang berkuasa. Karena mereka menganggap bahwa isu ini sangat berpengaruh pada hubungan Jepang dengan

China
dan

Taiwan

.

Bagi

Taiwan
, pemerintah ingin meredakan isu ini karena perdagangan

Taiwan
dengan Jepang sangat vital bagi ekonomi

Taiwan

. Ketiadaan hubungan diplomatik dengan Jepang membuat

Taiwan

kesulitan untuk mengajukan protes. Apabila

Taiwan
menggunakan isu ekonomi sebagai sangsi,

Taiwan
akan menyakiti dirinya sendiri karena ketergantungan

Taiwan

yang sangat besar pada produk-produk Jepang. Dari perspektif ekonomi, mungkin hal inilah yang menjadi alasan utama bagi

Taiwan

untuk meredakan sengketa ini.

Hal yang menarik dalam sengketa Diaoyutai adalah bahwa konflik ini memberikan efek yang positif dalam masalah kedaulatan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kedaulatan Diaoyutai memiliki implikasi yang sangat besar bagi

China

terkait kedaulatan mereka di Laut China Selatan. Bagi Jepang, sengketa Diaoyutai memiliki implikasi bagi sikap Jepang ke depan dalam menghadapi sengketa wilayah dengan Rusia. Sedangkan bagi

Taiwan

, dengan mengklaim Diaoyutai sebagai wilayahnya dapat menjadikannya sebagai pengakuan âkemerdekaanâ? secara resmi.

Nasionalisme dan kedaulatan memberikan dampak negatif bagi hubungan bilateral. Namun, dengan mempertimbangkan hubungan bilateral tersebut itu pulalah, ketiga negara ini berusaha untuk meredakan sengketa ini. Hubungan bilateral yang baik antara

China
dengan Jepang dan Jepang dan

Taiwan

dapat mengurangi ketegangan dalam sengketa Diaoyutai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s