Ngopdaran di "Kuburan"


Hari Ahad kemarin (21 Juni 2009) diadakan KOPDAR dengan temen-temen dari HI UGM yang berada di Jakarta. Pada awalnya, kegiatan ini ditujukan untuk segala angkatan. Akan tetapi, karena (mungkin) banyak yang pada sibuk dengan kegiatannya, alhasil yang bisa ber-kopdar ria hanyalah 4 orang, termasuk aku. Dan kami semua dari angkatan yang sama (HI 2004 ^__^).

Dari empat orang ini, mau diakui ataupun tidak, akulah yang paling cantik ^o^!! Because, Iâm the only women on this trip. Pada hari itu, rencana kopdar kami adalah berkunjung ke Museum Taman Prasasti, Museum Nasional, dan Batavia Art Festival di Kota Tua. But, akyu hanya bisa mengikuti separuh perjalanan (sampai museum nasional doing) dikarenakan alasan kesehatan (lagi flu sih) en ada amanah di sore harinya (mengajar ^^).

Berangkat pagi-pagi dari rumah sekitar pukul 06.30. Kemudian reli perjalananku dimulai dengan menaiki angkot G-5 menuju gamprit, lanjut angkot biru 18 arah Kampung Melayu, trus lanjut lagi naik Trans Jakarta. Di trans Jakarta ini, aku perlu satu kali transit untuk ganti koridor bis. Turun di shelter atrium senen, lanjut naik trans arah Harmoni. Nah, di shelter Central Harmoni lah tempat janjian kami untuk berkumpul. Dan, ooops, sepertinya aku terlalu bersemangat. Karena aku datang paling awal, setengah jam lebih cepat dari waktu janjian kumpul jam 08.30. He..he..Biasanya dari rumah sampai ke daerah Jakarta pusat dengan naek kendaraan umum perlu waktu 2 jam karena alasan klasik ala Jakarta, yaitu macet. Tapi, kemarin ahad itu, Alhamdulillah perjalanan lancar dan tidak terasa lama, coz aku sambi dengan baca buku â40 Days in Europeâ?.

Beberapa saat kemudian, ketiga temanku datang satu per satu. Boni, temanku yang datangnya terakhir, sempat âtersesatâ? dan salah naik angkot saat menuju ke Harmoni, sehingga terlambat sampainya ^___^. Dapat dimaklumi, karena ia baru tiba dan tinggal di Jakarta selama sepekan. Welcome to Jakarta boss!! Heâ¦he..

Setelah yakin tidak ada lagi yang akan datang, kami berempat melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju ke tempat plesiran pertama, Museum Taman Prasasti. Dari shelter Harmoni ke sana lumayan jauh, sekitar 1 km (kayaknya). Berhubung aye dah lama kagak jalan ^o^, jadi lumayan pegel juga. Namun, jalan kaki ini tidak terlalu terasa capeknya karena diselingi dengan ngobrol-ngobrol ; bercerita tentang kondisi terbaru kami. Maklum, sudah hampir setahun ini tidak bertemu, karena setahun yang lalu aku harus meninggalkan Jogjakarta duluan. Jadilah update-update cerita ini membuat perjalanan kakinya terasa cepat ^___^.

Sesampainya di Museum Taman Prasasti, aku mendadak kaget âcukupâ? luar biasa. WHY?? Karena aku merasa sedikit tertipu dengan image âmuseumâ? , yang menurutku, biasanya berbentuk gedung. Tapi, ternyata eh ternyata, Museum Taman Prasasti ini berupa TAMAN MAKAM dan prasasti NISAN kuno zaman Batavia dulu!!! Hiyahâ¦â¦â¦.aye ternyata jalan-jalan en ngopdaran di kuburan Belanda >___<!

Salahku sendiri ndak mencari informasinya lebih dahulu. Huâ¦huâ¦Untungnya aja aye ke sana ndak sendirian, en pas hari sedang cerah. Heâ¦he.. Bukannya kenapa-kenapa, tapi agak kurang âbiasaâ? aja melakukan âjalan-jalanâ? ke kuburan en jujur aja aye masih agak sulit menghilangkan halusinasi en suudzon terhadap âmitosâ? kuburan ^___^â?

Anyway, KUBURAN kuno Belanda ini cukup keren koq, kayaâ setting-an di film Angels and Demons ^o^! Banyak patung-patung, prasasti, nisan en bangunan-bangunan berarsitektur Eropa klasik. Berasa di Eropa Asli dehâ¦^___^! Sampai-sampai lokasi ini katanya pernah dipake untuk resepsi nikahannya Dedi Corbuzer (spelling-nya pie to??). Tapi cukup terbukti juga, saat kami ke sana, ada sepasang calon pengantin yang sedang melakukan pengambilan foto untuk pre-wedding nya. Aura Eropa klasik ini mungkin yang menjadi daya tariknyaâ¦.(tapi di dalam hati aye masih bertanya-tanya, mengapa foto-foto untuk nikahan di kuburan y???)

Retribusi untuk masuk ke Museum Taman Prasasti hanya seharga Rp 2.000,- per orang. Tapi, jikalau ada di antara anda yang hendak mengambil gambar untuk kepentingan yang lebih besar misal ; syuting, resepsi nikah, dll), retribusinya lebih gedhean, sekitar Rp 250.000 â Rp 350.000. Ada yang tertarik???

Kebanyakan makam-makam tersebut merupakan makam tokoh-tokoh Belanda atau pedagang asing Eropa lainnya yang ada di Batavia. Namun di dalam âmuseumâ? ini, ternyata ada juga kuburannya tokoh Indonesia seperti SOE HOK GIE dan Miss Ribut (artis Indonesia yang terkenal di zaman sebelum kemerdekaan). Then, katanya ada juga kuburannya istrinya Gubernur Jendral Raffles, trus ada juga kuburannya BOSCHA. Lain-lainnya, aku ndak hapal namanya, karena saking tuanya makam tersebut (rata-rata berangka tahun 1800-an sampai awal 1900-an), banyak tulisan pahatan di nisannya yang dah ndak terlalu kelihatan lagi. Terlebih, tulisannya ditulis dalam bahasa Belanda en latin, jadinya kami nebak-nebak aja apa arti tulisannya. Selanjutnya mengenai deskripsi museum ini, akan aku tulis di postingan berikutnya (disadur dari leaflet museum ^^).

Setelah dari museum prasasti, perjalanan kaki kami dilanjutkan ke MUSEUM Nasional. Letaknya nggak terlalu jauh dari Museum taman Prasasti, tepatnya di pinggir jalan merdeka barat seberangnya MONAS. Retribusinya, subhannallah, MURAH ABIS!! Ndak percaya bahwasanya di zaman seperti saat ini, masih ada tempat wisata yang masih mencatumkan angka 50 rupiah di belakangnya. Untuk pengunjung dewasa, ditarik ongkos Rp 750,- dan anak-anak hanya Rp 250,-. Kalau untuk jajan, Rp 250,- bisa buat apa coba???? Salut deh ^___^!


"Museum Nasional"

Sebelum masuk ke museum, segala peralatan seperti tas punggung, jaket, maupun kamera, harus dititipkan ke tempat penitipan. Tidak diperkenankan mengambil foto dengan kamera di dalam museum, peraturan yang UMUM berlaku di kebanyakan museum besar. Anyway, berarti kalo moto pake hape gak apa-apa kali y?? he..he..

Di dalam Musium nasional, terdapat banyak arca dan patung-patung stupa Budha yang masih utuh dari candi-candi di Jawa Tengah en Jawa Timur. Memang, daripada dirusak atau dicuri orang, mending ditaruh en disimpen di Museum, kali??? Ada juga aneka barang bersejarah dari berbagai propinsi di Indonesia, yang belum pernah aku lihat sebelumnya. COOL abis deh!!

Namun sayang, karena keterbatasan waktu, sebelum jam 12 tepat (sok Night at Museum amat ;b ato Cinderella), aku harus segera pulang. Karena kalo kesorean sampai di rumah,takut kecapekan, trus jadwal mengajar terancam batal. Shikatanai, harus berpisah dengan teman-teman. Yah, lain kali kumpul-kumpul bareng lagi dehâ¦.Semoga aja di kesempatan mendatang bisa lebih banyak orang yang datang ^__^! Tanoshimiâ¦

One thought on “Ngopdaran di "Kuburan"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s