My journey (part II)

Hari Rabu, 16 September 2009, pukul 08.00 am. Alhamdulillah, kakiku berhasil menginjak lantai bandara Narita – Tokyo dengan sukses dan selamat (bukan tanah lho, soalnya pijakan bandaranya kan pake keramik, bukan tanah liat ^^).

Malam sebelumnya, aku berangkat dari Soekarno Hatta, dengan ditemani keluargaku lengkap (ummi, abi en my sist) serta dua "murid" alias tetanggaku. Perasaan sedih dan haru, harus kutahan. Jika tidak, acara tangis menangis di bandara (seperti di sinetron-sinetron) bisa rawan terjadi. Dan ini bisa membuat kondisi menjadi melankolis sekali~….uhu….hu…. Untungnya, air mataku sudah kukuras sore harinya, sebelum berangkat ke bandara (dirapel dulu di rumah, biar gak malu-maluin). ehe..he…

Bersama-sama dengan seorang teman dari UGM (program beasiswa yang sama), pukul 22.15 pm, berangkatlah kami menuju ke negerinya Meitantei Conan, Samurai X, Naruto, One Piece, en anime-anime laen ^__^

Alhamdulillah, sekeluarnya kami dari bandara, seorang temanku (nihon jin) berbaik hati sekali bisa menjemput dan mengantar kesana-sini seharian. Mulai dari Narita – Shinjuku – Gotanda (KBRI) – JF Tokyo (Yotsuya) sampai muter-muter nyari hape pre-paid. Hontou ni doumo arigatou gozaimasu, Azusa-chan ^____^

Nah, perjalanan dilanjutkan menuju pusat kota Tokyo. Dari bandara Narita menuju Shinjuku bisa menggunakan 2 cara ; naik bis limousine atau kereta. Kami memilih naik bis. Ongkos bisnya 3000 yen sekali jalan. Lumayan mahal >____<. Waktu yang diperlukan sekitar 1 jam 30 menit (ternyata cukup jauh). Dari perjalanan ini, hal baru yang kupelajari adalah sistem pengangkutan penumpang bis di Jepang, benar-benar berbasiskan JADWAL perjalanan. Entah penumpangnya cuma satu atau dua orang di dalam satu bis, pak sopir akan menjalankan tugasnya dengan ON TIME ; pokoke based on schedule, tak perlu ngetem untuk nunggu penumpang penuh…Salut dah….Kapan ya Indonesia bisa seperti itu?? AYO BERJUANG!!!

Lanjut lagi. Setelah sampai di Shinjuku, kami berjanji untuk bertemu dengan kakak kelas sewaktu di HI UGM dulu. Skarang beliau sedang melanjutkan pendidikan masternya di TUFS. Oya, sembari menanti, aku belajar satu hal baru lagi yaitu cara membeli kartu bayar kereta isi ulang. Istilah basa jepun-nya aku lupa….tapi intinya kaya’ kartu abonemen deh. Yang membuatku senang, kartunya bisa tercetak nama diri. aha..ha.. (ndeso tenan ik).

Setelah melalui perjalanan panjang dua hari ini, finally sampai juga di Saijo – Higashi Hiroshima, tempatku menuntut ilmu sampai 1,5 bulan ke depan ^__^

Saijo merupakan sebuah kota kecil di sebelah timur kota Hiroshima. Kalau dihitung-hitung, mungkin jaraknya sekitar 20 km (kali ya??), soalnya naik kereta ekspress membutuhkan waktu 30 menit, dan melewati 3 stasiun. Letaknya di lembah gunung, sehingga berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari narasumber yang terpercaya, suhu udara kota ini di waktu musim dingin bisa sangat dingin dan berbeda dengan kota Hiroshima hingga mencapai 5 derajat celcius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s