WORLD EXPO SHANGHAI 2010

Pengen!! Pengen!! Pengen mengunjungi perhelatan akbar ini ^_____^!!


Beritanya diambil dari :

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/02/03343267/meningkatkan.rasa.saling.pengertian


Meningkatkan Rasa Saling Pengertian

Minggu, 2 Mei 2010 | 03:34 WIB

Pada tanggal 30 April 2010, World Expo Shanghai 2010 dibuka dengan resmi oleh Presiden China Hu Jintao dan berlangsung hingga tanggal 31 Oktober mendatang. Bintang film terkenal Jackie Chan bergabung dengan ribuan tamu, termasuk 20 pemimpin dunia, dalam acara pembukaan yang sangat megah itu.

Dari segi luas area, World Expo Shanghai 2010 sangat mencengangkan. Bagaimana tidak, World Expo Shanghai 2010 yang diikuti oleh lebih dari 200 negara dan organisasi internasional itu diadakan di area seluas 528 hektar (5,28 kilometer persegi) atau dua kali lipat luas wilayah negara Monako. Bukan itu saja, World Expo Shanghai 2010 yang berlangsung selama enam bulan itu diharapkan akan dikunjungi oleh 70 juta pengunjung, termasuk 5 juta pengunjung dari luar negeri.

Perkiraan pengunjung sebanyak 70 juta orang itu didasarkan pada perhitungan bahwa setiap hari sebanyak 400.000- 600.000 orang akan datang ke World Expo Shanghai 2010. Tiket masuk akan dijual dengan dua versi harga, yakni 160 yuan (Rp 212.800) pada hari biasa dan 200 yuan (Rp 266.000) pada akhir pekan atau pada saat pengunjung sangat padat. Sampai awal Maret, lebih dari 22 juta tiket masuk telah terjual.

Dalam kaitan itulah, pada World Expo Shanghai 2010, sedikitnya 70.000 tenaga sukarela akan membantu di dalam arena Expo dan 100.000 tenaga sukarela lainnya akan bekerja di lebih dari 1.000 pusat layanan di berbagai bagian kota Shanghai.

Total biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan World Expo Shanghai 2010 itu 28,6 miliar yuan (Rp 38 triliun). Namun, tidak semua biaya ditanggung Pemerintah China, bantuan dana juga diperoleh dari para sponsor, antara lain, GM and Shanghai Automotive Industry Corporation, China National Petroleum Corporation, Siemens, Coca-Cola, dan China Eastern Airlines.

World Expo Shanghai 2010 bukanlah proyek mercu suar atau proyek yang hanya menghambur-hamburkan uang. Melalui World Expo Shanghai 2010, China dapat menunjukkan kepada dunia mengenai potensi dan sekaligus kemampuan yang dimilikinya.

Dengan datang ke Shanghai dan mengunjungi World Expo Shanghai 2010, orang akan memiliki gambaran yang utuh tentang China. Negara yang berpendudukan paling banyak di dunia itu bukan hanya pasar yang sangat potensial, tetapi juga menyediakan infrastruktur yang lengkap, tertata dengan baik, dan memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada kelestarian lingkungan. Dengan kata lain, melalui World Expo Shanghai, China antara lain ingin menunjukkan kepada dunia bahwa negara itu sangat atraktif sebagai daerah tujuan investasi.

Sama seperti Expo Osaka pada tahun 1970 yang mengawali kebangkitan Jepang sebagai kekuatan ekonomi dunia, World Expo Shanghai 2010 juga akan mengawali kebangkitan China sebagai kekuatan ekonomi dunia.

Pemerintah China menangani World Expo Shanghai 2010 sama seperti pada waktu menangani Olimpiade Beijing 2008. Itu sebabnya Pemerintah China menyediakan press center (pusat pers) untuk melayani keperluan pers dari seluruh dunia selama 24 jam.

Bukan hanya untuk China

Menurut Wakil Menteri Perdagangan China Yi Xiaozhun, World Expo Shanghai 2010 tidak hanya bermanfaat bagi China, negara-negara lain pun, termasuk juga Indonesia, dapat menggunakan paviliunnya di World Expo Shanghai 2010 untuk menunjukkan kepada dunia tentang potensi dan sekaligus kemampuan yang dimiliki. Mengingat sampai dengan tanggal 5 Januari lalu, tercatat ada 242 negara dan organisasi internasional akan hadir di World Expo Shanghai 2010.

Amerika Serikat (AS) pun melihat arti penting World Expo Shanghai 2010. AS pada awalnya mengatakan tidak dapat bergabung karena tengah dilanda krisis keuangan. Namun, kemudian Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyatakan sudah menyiapkan dana untuk berpartisipasi.

Denmark juga menganggap kehadirannya di World Expo Shanghai 2010 sangat penting. Denmark memboyong patung Little Mermaid, yang sangat terkenal, ke sana. Untuk pertama kalinya, patung itu dibawa keluar dari Kopenhagen.

Indonesia pun menangkap arti penting World Expo Shanghai. Mengingat dengan menarik sebanyak mungkin orang untuk mendatangi paviliun Indonesia, melalui pertunjukan kesenian dan kebudayaan, semakin banyak orang yang mengetahui potensi dan sekaligus kemampuan yang dimiliki oleh Indonesia.

Selain menjadi pusat kesenian dan kebudayaan, paviliun Indonesia juga harus dikembangkan menjadi pusat informasi tentang potensi dan kemampuan yang dimiliki Indonesia dalam bidang ekonomi atau tentang tawaran apa yang diajukan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Dalam kaitan itulah, Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Perdagangan Mari Pangestu hadir dalam acara pembukaan World Expo Shanghai 2010.

Komitmen China sebagai negara yang sangat peduli akan kelestarian lingkungan sangat terasa dalam berbagai aspek di World Expo Shanghai 2010. Mulai dari desain paviliun yang ekologis, pengendalian polusi, konstruksi yang ramah lingkungan (hijau), manajemen yang hijau, dan moda transportasi yang hijau.

Saling pengertian

World Expo Shanghai 2010 bukan hanya merupakan pameran arsitektur, inovasi teknik, dan ajang promosi tentang potensi dan kemampuan yang dimiliki negara, melainkan juga arena pertunjukan tari-tarian dan kesenian. Dengan kata lain, World Expo Shanghai 2010 mempererat hubungan di antara manusia serta menjadi ajang bagi pertukaran ide dan pendapat. Semua itu akan membuka peluang emas bagi para peserta expo dan pengunjungnya untuk meningkatkan rasa saling pengertian dan kepercayaan di antara mereka.

Itu sebabnya, melihat potensinya, World Expo Shanghai 2010 terlalu penting untuk dilewatkan begitu saja.

Menangani urbanisasi

Jika melihat bagaimana Pemerintah China mengembangkan kota Shanghai, terutama wilayah Pudong di mana World Expo Shanghai 2010 berlokasi, banyak negara dapat belajar tentang bagaimana menangani atau lebih tepat mengendalikan urbanisasi.

Nguyen Vinh Quang, Wakil Duta Besar Vietnam untuk China, dalam ceramahnya di depan para wartawan ASEAN + 3, pekan lalu, mengatakan, Vietnam dan juga negara lain dapat belajar dari China tentang bagaimana cara mengendalikan urbanisasi.

Pemerintah China berhasil menata ulang kota Shanghai menjadi kota yang tertata rapi sesuai peruntukan, jumlah penduduk yang terkendali, dan hijau. Wilayah yang kini dijadikan lokasi World Expo Shanghai 2010 di jantung kota Shanghai itu sebelumnya adalah zona industri. Beberapa pabrik terkemuka China pada abad ke-19 dan abad ke-20, termasuk perusahaan galangan kapal Jiangnan, perusahaan baja Pudong Shanghai, dan pembangkit listrik Nanshi berlokasi di sana. Perusahaan-perusahaan itu merupakan penyumbang polusi terbesar terhadap lingkungan sekitarnya.

Untuk mempersiapkan World Expo Shanghai 2010, 272 perusahaan memindahkan usahanya. Demikian juga, pekerjanya yang tinggal dengan 18.000 rumah tangga di sekitar pabrik- pabrik tersebut dalam keadaan sangat miskin. Mereka dimukimkan kembali di wilayah baru atau diberikan ganti rugi yang memadai.

Di banyak negara, urbanisasi yang berlangsung demikian cepat seiring dengan pembangunan dan modernisasi mengakibatkan pemerintah negara yang bersangkutan tidak dapat mengimbanginya dengan menyediakan infrastruktur yang memadai, seperti transportasi dan perumahan.

China, menurut Nguyen Vinh Quang, mengendalikan urbanisasi dengan baik. Itu sesuatu hal yang dapat ditiru oleh negara- negara lain. Dalam kaitan itulah, ia menilai tema World Expo Shanghai 2010 sangat tepat, â?Better City, Better Lifeâ? (Kota yang Lebih Baik, Kehidupan yang Lebih Baik). (JL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s