InsyaAllah, 2017!

Alhamdulillah, hari ini aku mendapatkan gaji pertamaku!! Betapa senangnya ^___^! Walau ia tak seberapa, tapi ia merupakan hasil jerih payahku dengan bekerja secara "formal" selama satu bulan terakhir ini. Dan karena amplop berwarna putih itu pula, mimpiku menuju tanah haram, sedikit demi sedikit mulai tampak nyata…..


Mulanya, aku terinspirasi tulisan SENSEI yang berbicara seputar Haji. Beliau menyampaikan; "klo memang bener-bener niat haji, ya nyetor lah". hm……That’s so deep…

Sejak saat itu, hatiku menjadi tergerak untuk merealisasikannya. Maka, sebulan yang lalu, aku berkonsultasi dengan ibundaku mengenai rencanaku ini. Aku ingin pada tahun 2017 nanti (insyaAllah), bersama suamiku (kelak => aamiiin :D!!), mimpiku tersebut bisa terlaksana. Alhamdulillah, beliau sangat mendukung rencanaku dengan cara "mencairkan" uang YEN (hasil ngirit selama penelitian lapangan :D) yang "dibekukan" sejak setahun yang lalu. he..he.. Maka dari itu, per tanggal 10 November 2010, aku memulai langkah pertama realisasi rencanaku untuk dapat pergi ke sana.


Pertama-tama, aku pergi ke salah satu bank syariah (dengan warna khas ungunya :D) yang berlokasi tak jauh dari rumahku. Setelah itu, kutemui salah satu pegawai bank yang sudah menjadi kenalan baikku (it’s you, mb Siti :D). Atas saran beliau, akhirnya aku memilih layanan Tabungan Arafah sebagai realisasi niatku. Melalui mekanisme menabung seperti ini, aku bisa merencanakan berapa besaran "cicilan" per bulannya yang disesuaikan dengan rencana jangka waktu keberangkatan dan kemampuan kantongku.

Aku memilih jangka waktu 7 tahun lagi dengan berbagai pertimbangan. Selain dari besaran cicilan (dan gaji ^^), juga dengan pertimbangan (semoga) pada saat itu sudah ada seorang pendamping hidup yang menemaniku untuk pergi ke sana (kya…kya….=> dadi heboh dhewe). Juga, karena pertimbangan umur, dimana (insyaAllah) pada tahun 2017 aku genap berkepala tiga (wuihh, bukan cerberus lho!). Maksudnya pada umur 30 tahun, aku berasumsi bahwa kemampuan fisikku pada umur tersebut (semoga) masih kuat dan sehat untuk bisa menjalankan ibadah haji dengan sempurna. Sebisa mungkin, jangan sampai menunggu sang uban muncul di kepala ^^.

Tapi salut banget dengan orang-orang yang dengan sabarnya menabung sedikit demi sedikit pundi-pundi uangnya (bahkan) hingga 39 tahun. Terlebih, umurpun ternyata juga tak menjadi kendala bagi niat seorang jemaah haji tertua asal Indonesia tahun 2010, "Mbah"
Koyimah Binti Nasrun yang berusia 102 tahun (asal embarkasi Medan)
dalam menjalani hajinya. Subhannallah…

Ayo-ayo semuanya, baik yang tua maupun yang muda, yang mampu maupun kurang mampu, mari kita mulai menyicil menabung dan niatkan sejak dini untuk memenuhi ibadah wajib sekali seumur hidup ini… AYO KITA MENABUNG :D!!

5 thoughts on “InsyaAllah, 2017!

  1. bahitsahiyanti said: sepertinya bakal ad film baru ni, "mba chiku ingin naik haji"

    hahaha..boleh juga judulnya..

    Hmm..2017 ya mba’e..okehokeh..Insya Allah nanti kesana sama-sama udah punya pendamping hidup (amiiin..hehehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s