Ketika Harus Memilih

(ditulis dalam rangka memantapkan pilihan yang sudah kupilih, bismillah….)

Hidup itu penuh dengan pilihan, baik dari yang paling simple seperti "pengen makan apa malam ini?" sampai dengan pilihan tingkat tinggi yang mencakup perpolitikan dan hajat hidup rakyat😀. Pilihan itu, sejatinya adalah sebuah keputusan. Entah itu mau
simple atau rumit sekalipun, pilihan tetaplah pilihan. Dimana jika kita memilih sebuah pilihan, maka akan ada pilihan lain yang kita tinggalkan, kita korbankan…
Jadi teringat kuliah politik di kala mahasiswa dulu, terkait
decision making process (DMP). Nek dipikir-pikir, urusan proses pembuatan keputusan itu gak melulu untuk hal-hal berbau politik. Karena sebuah keputusan,
as I’ve said before, pada intine adalah proses memilih.
Seperti halnya dalam sebuah sistem politik dan output kebijakan yang dihasilkan, dalam memilih ada banyak variabel yang menjadi faktor pengaruh dan penentu dalam pengambilan keputusan itu. Bisa berasal dari dalam diri kita, dan juga memungkinkan berasal dari luar kita.
Picture taken from : SINI
Semakin tinggi pengaruh keputusan yang kita pilih dalam hidup ini, maka semakin tinggi pula proses pemikiran yang diperlukan untuk memutuskannya. Orang-orang yang ada di sekitar kita, dengan baik hati memberikan masukan dan pandangan-pandangan dalam proses pengambilan keputusan itu, agar kita lebih objektif. Maka,
it could be easier, but yet sometimes it makes more difficult.
However, hidup ini kita sendiri yang menjalani, bukan orang lain.
Oleh karena itu,
when you’re on this position, pikirkanlah plus minus masing-masing pilihan. Dan juga, bersiaplah untuk menerima konsekuensi dari pilihan yang kita ambil, sehingga takkan ada kata menyesal di akhir.

Your choice is for your own life…
Mari kita pikirkan dengan kepala dingin🙂

12 thoughts on “Ketika Harus Memilih

  1. kadang terlalu banyak pertimbangan membuat semakin sulit menetapkan pilihan, sebab semakin tertampak yg lebih dan kurang. mungkin, perlu ada pertimbangan utama yg terdominankan dibanding selainnya.

    terus, milih siapa mbak? ahihihi…😀

  2. Kita bebas memilih apa yang kita inginkan,tapi kita tidak bisa MEMILIH konsekuensi yang akan kita terima dari pilihan tersebut..

    So,milih siapa mbak?
    *menyambung pertanyaan di atas,hehehe :p

  3. at least we already mempertimbangkan dan memperkirakan konsekuensi apa yang akan dihadapi. Walo, memang bagaimanapun, kita hanya bisa memperkirakan. DIA lah Maha Segalanya😉

    Wah, iki malah melu-melu to ^^", mengapa harus "siapa", bukan "apa"? hehehe… Tunggu aja tanggal mainnya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s