Different Choice, Different Story

Pernah ndak mbaca buku cerita semasa kanak-kanak yang dimana sang pembaca bisa memilih bagaimana alur cerita berjalan? Aku pernah. Tapi tepatnya kapan dan tentang apa aku lupa. hahaha… Yang pasti, buku cerita itu sangat menarik karena bisa memberikan kita keleluasaan dalam memilih. Sang penulis berbaik hati dengan menyerahkan pilihan kepada para pembaca untuk menentukan bagaimanakah cerita berakhir.

Saat istirahat makan siang tadi, aku dan salah seorang teman kantor bercakap-cakap ringan. Isinya seputar alasan mengapa aku menjadi staf di kantor, tidak menjadi pengajar yang ada di lapangan. Jawabanku : karena tidak diperbolehkan orang tua.
Apakah itu berarti aku menyesal? (insyaAllah) Tidak.
Mungkin pernah sesekali aku merasa sangaaat iri dengan para pengajar yang bisa berinteraksi langsung dengan para pemilik binar mata indah dan canda tawa khas itu. Tentu sangat luar biasa rasanya bisa menjadi sumber dari semangat dan senyum mereka.
Namun, setiap orang sudah memiliki perannya masing-masing. Seorang sahabat mengingatkanku akan hal itu.
Yup, benar sekali!
Setelah aku pikir, tentunya cerita dalam hidupku akan berbeda jikalau aku menjadi salah satu dari mereka yang ada di sana. Tapi harus kusadari bahwa pada kenyataannya, aku di sini, di Jakarta nan tercinta ini (hahaha… pelan-pelan aku mulai menikmati keruwetanmu, Jakarta!)
Banyak sekali hal yang harus kusyukuri, karena di jalan yang kupilih ini, kutemukan berbagai hal yang mungkin tidak akan bisa kudapatkan ketika aku menjadi mereka.
But, it’s vice versa :).
That’s why, different choice, will have different story.
So, jika dipikir baik-baik, akan ada banyak hal indah yang kita temukan saat menjalani apa yang kita lakukan saat ini. Sebuah penyesalan dapat diminimalisir dengan banyak-banyak mencari makna dan hikmah dibaliknya. Tidak ada yang sia-sia di dunia ini, termasuk jika kita menganggapnya sebuah pilihan yang salah atau kegagalan sekalipun.
Intinya, masing-masing pilihan akan menciptakan jalan cerita hidup tersendiri. Dan yakinlah, suatu saat di masa depan nanti, kita akan tersenyum penuh syukur dan mengatakan
"alhamdulillah, dulu aku memilih ini dan bukannya itu. karena jika aku memilih itu, aku tidak akan menjadi aku yang sekarang ini"

So, let’s enjoy and syukuri pilihan kita. Akan ada banyak kisah dan cerita seru yang menanti di depan sana!
Karena ini adalah pilihanku, untuk tetap berada di sini maka insyaAllah, tidak akan menyesal!

Because life is full of curiousity ;D
Advertisements

6 thoughts on “Different Choice, Different Story

  1. pernah..pernah..! itu buku cerita Goosebumps yg edisi 2000 klo gak salah.. jadi klo milih pilihan satu ke halaman ini, kalo milih halaman 2 ke halaman itu. hehehehe…
    karena aku bete, akhirannya mati terus, akhirnya coba iseng2 baca semua halamannya sesuai urutan. ternyata emang semua akhirannya si tokoh bakalan berakhir tragis juga..
    cuma pilihan2 yg di awal, menentukan seberapa lama si tokoh bertahan ampe akhirnya dia meninggal.

  2. ho~ iya!! Ingeeet :D! Pernah baca juga, tapi agak-agak lupa detailnya. haha….
    Memang, pada akhirnya rasa penasaranlah yang membuat kita mbaca semua alurnya. wkwkw…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s