ANGGUN; Anak NGGUNung

Mungkin banyak yang gak tahu, kalau aku adalah seorang ANGGUN; Anak nGUNung :p. Tiga tahun lamanya, aku tumbuh dan besar di kaki Gunung Sindoro yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Aku menghabiskan tiga tahun tersebut ketika duduk di bangku SMP.

Tinggal bersama mbah putri (alm), ibu dari my dad, diriku banyak belajar hal-hal baru. Bliau yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan diriku yang tidak bisa berbahasa Jawa, menjadikanku untuk berusaha semaksimal mungkin untuk beradaptasi agar bisa survive di lingkungan yang benar-benar asing bagiku. Maklum, sebelumnya aku tumbuh di daratan Sumatra dengan pengetahuan bahasa Jawa nol. Dengan berbagai cara, akhirnya daku bisa berkomunikasi dengan beliau dan penduduk di sekitar rumah simbah, walaupun mepet-mepetnya hanya bisa senyum sambil menjawab ânggihâ? kepada siapapun yang mengajakku berbicara bahasa Jawa. Pancen, bahasa Jawa merupakan bahasa asing pertama yang kupelajari secara intensif dan langsung di lingkungan native-nya😀

Kini, setelah tinggal di Jakarta dan tak lagi menjadi ANGGUN, momen lebaran-lah yang menjadi kesempatan untuk kembali menjadinya, ANGGUN😀. Lebaran tahun ini, Alhamdulillah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk liburan dan berkumpul dengan keluarga besar bapak di sini.

***

Setelah belajar dan bekerja di IM, aku jadi lebih menghargai negeriku, setiap jengkalnya. Segalanya di negeriku ini terlihat menjadi lebih indah dari biasanya, dan hal-hal yang mungkin sepele serta luput dari pandangan mata, mendadak menjadi luar biasa.

For your information, rumah keluarga besar bapakku di Wonosobo ini, has a really great view!! Sungguh ^^! Serasa memiliki villa yang jauh lebih mantap daripada puncak. Hehehe⦠Pemandangan di sekelilingnyalah yang membuat special; my houseâs backyard dihiasi dengan pemandangan dua gunung yang menjulang tinggi, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Sedangkan my front yard menyajikan pemandangan hijau sawah dengan berbagai tanamannya. Belum lagi ketika gelap tiba, kerlap kerlip kota Wonosobo yang letaknya jauh di lembah gunung sana (sekitar 6 km dari rumahku), semakin membuat suasana romantic. Wkwkwkâ¦.

Udara sejuk, pemandangan indah, hijau tanaman, tanah subur, MasyaAllah⦠Membuat diriku nyaman luar biasa. Intinya, rumah Wonosobo ini memang tempat yang paling cocok untuk beristirahat, tidur, dan makan karena suasana lingkungannya sungguh mendukung. Wkkwkwâ¦

***

Di pagi hari, my dad mengajakku berkeliling ke sawah keluarga yang beliau kelola. Letaknya cukup jauh dari rumah. Jadi, acara jalan-jalan keliling sawah ini sekaligus menjadi sarana pembakaran kalori akibat terlalu banyak tidur dan makan :p

Meminjam istilah dari sahabatku, my dad is a hybrid father; istilah untuk ayah yang mengajarkan hal-hal serius kepada anaknya dengan cara yang santai. So, my dad menggunakan kesempatan jalan-jalan tersebut untuk mengajarkan padaku seputar ilmu pengetahuan alam (ekosistem sawah) dan kesadaran lingkungan. Berhubung aku memang tipe orang yang banyak nanya dan selalu ingin tahu, walhasil cocok lah petualangan ini. My dad selalu berusaha menjawab setiap pertanyaanku, walau itu terkadang nyleneh dan gak penting. Heheheâ¦

Oh ya, my dad punya mimpi untuk mengembangkan kampung halamannya dengan wirausaha pertanian. Maka, sambil berjalan-jalan, beliau juga menyampaikan padaku, putri bungsunya, tentang rencana-rencana ke depan untuk memproduktifkan lahan yang ada di sini. Hoho~

Seketika, akupun jadi tercetus sebuah ide. I ask my dad untuk memberikan sepetak kecil lahan padaku, agar suatu saat nanti aku bisa mengelolanya untuk kujadikan padang bunga ^_____^! It must be great kalau lahan sesubur ini bisa ditanami dengan berbagai macam bunga ala pegunungan yang berwarna-warni. Sehingga, kalau mau lihat bunga yang cantik-cantik, tak perlu sampai jauh ke Belanda sana. hehehe⦠(siip, satu mimpi bertambah :D! Membuat dan mengelola taman/padang bunga di Wonosobo).

***

Pengalamanku beberapa hari ini, semakin membuatku mencintai negeriku yang gemah ripah loh jinawi ini :D! insyaAllah, ke depannya statusku sebagai ANGGUN ini akan kupergunakan sebagaimana mestinya untuk kebaikan lingkungan alam dan masyarakatnya. Bismillahâ¦

#bangga jadi anak gunung :D!

2 thoughts on “ANGGUN; Anak NGGUNung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s