Freeter, Ie o Kau

Category: Movies
Genre: Drama
Sudah lama ndak nge-review dorama Jepang (he..he..). Soalnya, beberapa bulan terakhir ini belum nemuin dorama yang bener-bener menyentuh hati dan bermakna (as usual). Finally, saiki nemu juga. Dorama gress, terbaru di Jepang. Baru pertama kali tayang 19 Oktober 2010 lalu. Jadi, di Jepang skarang baru masuk episode 2, sedangkan torrent di d-addicts baru episode 1 (he..he..)

Judul doramanya adalah "FREETER, Ie o Kau". Concern ceritanya adalah seorang anak muda yang memiliki idealisme tinggi, yang bener-bener kelewat idealis, sehingga hampir tiap 3 bulan ia berganti pekerjaan. Ia menganggap peraturan dan ketentuan "sosial" di dunia kerja itu sangat menyebalkan, sehingga ia memilih keluar dari perusahaan tempat ia bekerja. Karena kebiasaannya berganti pekerjaan dalam waktu singkat, ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan tetap. Akhirnya ia memilih untuk bekerja part-time, dan ujung-ujungnya ia berhenti total dan menjadi FREETER.

Mungkin istilah FREETER belum umum didengar, kecuali bagi pengamat studi keJepangan (terutama masalah sosial dan masyarakat Jepang). Jangan dikira, negeri semaju JEPANG tidak memiliki masalah sosial. Dalam satu dekade ini, terutama pada saat perekonomian Jepang mulai stag dan melemah, mendapatkan pekerjaan tetap semakin sulit dilakukan. Akhirnya, banyak anak muda usia produktif (15-34 tahun) yang tidak bekerja, tinggal "menumpang" di rumah orang tuanya, dan pada kasus ekstrim, ia menjadi depresi dan ber- "hikikomori" (
http://en.wikipedia.org/wiki/Hikikomori)

Lebih lanjut tentang FREETER bisa dibaca di :
http://en.wikipedia.org/wiki/Freeter

Nah, si tokoh utama yang bolak balik keluar dari pekerjaan ini, selanjutnya memilih untuk tidak melakukan apa-apa, hanya mengurung diri di rumah, karena menganggap tidak ada perusahaan yang sesuai dengan idealismenya. Tentu saja, hal ini menjadi beban psikologis bagi Ibu dan keluarganya, hingga akhirnya sang ibu menderita stress berat.

Sang tokoh merasa terkejut, karena ia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu berakibat fatal pada ibunya. Kemudian ia mulai sadar dan bangkit serta menemukan motivasi baru untuk melanjutkan hidupnya, "Even though I’m just a freeter, I’m going to buy a house for the sake of my family."

***

Alasan aku memilih dorama ini, karena ia menggambarkan kondisi yang (hampir) sama dengan apa yang kualami saat ini. Masa-masa baru lulus kuliah, bergabung bersama jutaan "pengangguran" pencari kerja, yang harus menghadapi perbenturan antara idealisme diri vs realita dunia kerja.

Walau baru menonton episode pertamanya, aku mendapat pelajaran berharga dari sini. Bahwasanya tidak ada pekerjaan yang sempurna dan sesuai dengan idealisme kita. Kita harus melihat realita yang ada, dan lebih menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat, dengan lebih mengkompromikan "idealisme". Dan juga, diperlukan Motivasi dan NIAT yang kuat + benar dalam menjalani hidup ini. Supaya kita tidak mudah jatuh dan terpengaruh pikiran-perbuatan negatif.

Semoga aku tidak sampai menjadi seorang FREETER terlebih sampai ber-hikikomori…..

Fight… Fight… Fight… and keep on positive thinking :D!

PS :

Resensi lengkap tentang dorama ini ada di tautan :

http://wiki.d-addicts.com/Freeter,_Ie_o_Kau.

One thought on “Freeter, Ie o Kau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s