Meraba Indonesia

Category: Books
Genre: Travel
Author: Ahmad Yunus
Kamis sore lalu, 11 Agustus 2011, rombongan tim Penerbit Serambi datang ke Galuh dalam rangka kerjasama untuk sebuah kegiatan. Pada awalnya, aku tidak tahu bahwasanya salah satu diantaranya adalah jurnalis dan penulis buku "Meraba Indonesia". WOW… MasyaAllah, sugoku bikkurishita~

Beliau bercerita tentang pengalamannya dalam menyusuri berbagai pelosok Indonesia, membuatku iri setengah mati…

Walaupun aku belum membaca dan memiliki buku ini (maklum, dompet menipis :p), but I’m sure catatan perjalanan beliau ini sungguh luar biasa dan menginspirasi.

Zehi, will buy this book soon! And I wanna have "this kind" of journey for my own, someday. InsyaAllah…

Berikut ini adalah resensi buku yang kukutip dari tautan ini:

http://id.serambi.co.id/Katalog/tampilbuku/500_meraba-indonesia-ekspedisi-gila-keliling-nusantara

Should, eh.. MUST read :D!

Mari mengenal lebih dekat, lebih rekat… mencintai Indonesia apa adanya ;D!

***

Meraba Indonesia, Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara

Selama hampir setahun, dua wartawan kawakan, Farid Gaban dan Ahmad Yunus, mengelilingi Indonesia. Mereka menyebut perjalanan ini sebagai Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dengan mengendarai sepeda motor win 100 cc bekas yang dimodifikasi, mereka mengunjungi pulau-pulau terluar dan daerah-daerah bersejarah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas hingga Pulau Rote. Ratusan orang telah mereka wawancarai; ratusan tempat telah mereka singgahi.

Tujuan utama ekpedisi ini adalah mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri bahari. Di atas semua itu, mencatat keseharian masyarakat yang mereka lewati. Mencatat dari dekat.

Dan, inilah catatan Ahmad Yunus. Dengan pandangan khas anak muda, Yunus menuturkan peristiwa di berbagai tempat yang dia kunjungi dan menjahitnya dengan data-data sejarah. Baginya, perjalanan ini adalah bagian dari upayanya untuk menjawab pertanyaan pribadinya tentang Indonesia. Selain itu, buku ini juga usahanya untuk menulis sejarah masyarakat yang selama ini terlupakan, baik oleh pemerintah maupun arus media utama.

Gaya penulisan jurnalisme sastrawi membuat buku ini mengalir lancar. Dan akrab. Membacanya seakan menyimak dengan khidmat manisnya per-sahabatan warga Nusantara dan keindahan daerah-daerah di luar Jawa. Juga kegetiran mereka. Semua itu saling berkelindan dan sambung-menyambung menjadi satu: sasakala Indonesia.

Dilengkapi 50 foto jepretan Farid Gaban dan film dokumenter besutan Ahmad Yunus dan Dhandy Dwi Laksono, buku ini menyodorkan realitas terkini tentang Indonesia dan mengajak kita untuk mencintainya dengan sederhana.

Pujian:

Buku ini seperti sambal. Pedas tapi bikin ketagihan. Catatan yang membuka mata tentang kenyataan Indonesia dari pinggiran. Sebuah buku yang mampu menangkap denyut kehidupan orang biasa yang mengisi wajah Indonesia. [Andy F. Noya, Host Kick Andy]

Ahmad Yunus âmembacaâ? Indonesia dari jarak dekat. Ketika hampir enam dekade lalu Che Guevara melintasi Amerika Selatan dengan sepeda motor, kini Yunus melakukan hal yang sama. Tapi dengan cara berbeda. Selain itu, Yunus menulis kisah perjalanannya dengan narasi yang menyentuh. Kita seakan terlibat petualangan menjelajah garis depan republik ini. [Anies Baswedan, Penggagas Indonesia Mengajar]

Sulit menemukan orang âsegilaâ? Ahmad Yunus. Ia mau menemani saya keliling Indonesia bersepeda motor, tidur di mana saja, dan naik kapal yang berisiko tinggi ketika mengunjungi pulau-pulau kecil tempat malaria mengancam, tanpa kehilangan selera humor, kewarasan, kepekaan serta ketekunan merekam dan menulis apa yang ada di depan matanya. [Farid Gaban, wartawan senior, rekan seperjalanan Ahmad Yunus]

Ahmad Yunus bertemu dan hidup dengan orang-orang biasa yang menuturkan kisah-kisah mereka, dari Sabang sampai Merauke. Selain menarik karena kesederhanaannya, buku ini juga menunjukkan kepada kita seperti apa "Indonesia" dalam benak dan pengalaman para penghuni negeri kepulauan ini. [Linda Cristanty, Sastrawan dan wartawan]

Buku ini mengajak kita untuk menyelami Indonesia dari dekat. Sebuah rekaman perjalanan yang menggugah hati. [Imam B, Prasodjo, dosen Universitas Indonesia dan pendiri Yayasan Nurani Dunia]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s