Knowledge Management

Beberapa waktu yang lalu, aku membaca sebuah buku yang memberikanku sebuah pengetahuan dan istilah baru; Knowledge Management, manajemen pengetahuan. Aku sangat tertarik untuk bisa mempelajari dan menerapkan konsep ini.

Sebagai penjelasan awalnya, berikut adalah sedikit penjelasan mengenainya :):
KNOWLEDGE MANAGEMENT
Dikutip dari Buku: Myelin oleh Prof. Rhenald Kasali
(Gramedia, 2010)
Knowledge Management is framework for designing an organizationsâs goals, structures and processes so that the organization can use what it knows to learn and to create value for itâs customer and community (Chun Wei Choo, 2002).
Knowledge management is creating value by leveraging intangible assets.
Best Practices
Cikal bakal Knowledge Management antara lain ditandai oleh adanya perhatian terhadap apa yang disebut sebagai best practices yang dijalankan para pelaku usaha dan karyawan atau yang muncul dari hubungan antara karyawan dan pelanggan. Disebut best karena yang diambil adalah praktik-praktik yang memberikan hasil (outcome) terbaik atau yang mampu meningkatkan keunggulan daya saing perusahaan.
Praktik-praktik tidak tertulis (tacit knowledge) itu biasanya hanya dipahami oleh orang yang mengalaminya. Jika orang itu sakit, berhenti bekerja, pindah kantor atau pensiun, pengetahuan itu hilang begitu saja. Itulah intangibles; ia melekat pada brain memory dan muscle memory manusia. Tidak ada cara lain bagi kita untuk mengambil memori individu itu selain memindahkannya dari tacit (melekat pada manusia dalam bentuk ingatan, pengalaman, dan percakapan) menjadi explicit (tertulis). Setiap pengalaman (baik sukses maupun gagal) memberi pelajaran, harus dicatat, dikumpulkan, dievaluasi dan dijadikan referensi tertulis.
Dengan demikian, dalam Knowledge Management perusahaan/organisasi menerapkan cara-cara untuk mengidentifikasi, menciptakan, mengoreksi, mentabulasi, mendistribusikan dan memperkuat upaya untuk mengadopsi segala insights dan pengalaman berharga. Dengan penerapan KM, banyak hal berharga menjadi pengetahuan yang dapat direplikasi oleh orang lain. Tentu saja ada prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu budaya disiplin, budaya mencatat, budaya sharing dan budaya belajar.
Further reading, please open:
THIS link and
THAT link.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s