Ai

Teruntuk orang-orang yang merasa😀

***

Jika anugrah itu membahagiakan

Maka cinta yang [katanya] merupakan anugrah dari-NYA

Seharusnya juga membahagiakan

Namun adakalanya

Ada yang merasa tak bahagia dengan cinta

Atau janganlah terlalu dini menyebutnya cinta

Mari kita sebut saja sebuah rasa

Rasa yang berbeda

Yang [lagi-lagi katanya] menggetarkan jiwa

Aha

Mungkin memang belum saatnya

Rasa itu ada

Hingga diri merasa nista dengan rasa

Atau jangan-jangan rasa yang ada

Didominasi oleh nafsu sebagai manusia

Jika itu permasalahannya

Maka titipkanlah rasa pada SANG PENGUASA

Biarkan ia yang belum saatnya, bersama-NYA

Biarkan waktu yang kan menjawabnya

Hingga Dia mengembalikan rasa itu jika saatnya tiba

Wanita.. Wanita..

Slalu saja

Bermain dengan rasa

Maka mendekatlah pada-NYA

Agar rasa yang belum saatnya

Tetap terjaga

Agar rasa yang ada

Tak membuat hati kecewa

Agar rasa yang dirasa

Tak membuat jauh dari-NYA

Biarkanlah diri merasa nista dengan rasa

Jika ternyata nafsu tlah menunggangi ia yang belum saatnya

Hingga akhirnya membuat diri menangis pilu karenanya

Menangis karena menyadari bahwa dirinya masih rapuh ternyata

Masih perlu belajar bagaimana mengelola rasa yang belum saatnya

Ya Rabbana

Hamba titipkan rasa yang belum saatnya

Agar ia tetap suci terjaga

Hingga waktunya tiba

*)
Oleh: Lhinblue Alfayruz [Diambil dari tautan
INI]

2 thoughts on “Ai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s