Multiple Intelligence – Howard Gardner

Barusan baca buku Gurunya Manusia, karya Pak Munif Chatib. Nah, nemu bagian yang menarik banget, tentang Multiple Intelligence. Berikut terlampir adalah salinan tentang MI tersebut (dicatat dalam rangka supaya tidak lupa dan sebagai bentuk KM ;D). Selamat membaca 🙂
Multiple Intelligence by Howard Gardner
(Disalin dari buku âGurunya Manusiaâ? karya Munif Chatib halaman 136-137)
1. Kecerdasan Linguistik
Komponen inti: kepekaan pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata, dan bahasa
Kompetensi: kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, berdebat
2. Kecerdasan Matematis-Logis
Komponen inti: kepekaan memahami pola-pola logis atau numerik dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang
Kompetensi: kemampuan berhitung, bernalar dan berpikir logis, memecahkan masalah
3. Kecerdasan Visual-Spasial
Komponen inti: kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat
Kompetensi: kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, mendesain
4. Kecerdasan Musik
Komponen inti: kepekaan menciptakan dan mengapresiasi irama, pola titi nada, dan warna nada, serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musikal
Kompetensi: kemampuan menciptakan lagu, membentuk irama, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik
5. Kecerdasan Kinestesis
Komponen inti: kepekaan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola objek, respons dan refleks
Kompetensi: kemampuan gerak motorik dan keseimbangan
6. Kecerdasan Interpersonal
Komponen inti: kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain
Kompetensi: kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan sosial yang tinggi, negosiasi, bekerja sama, punya empati yang tinggi
7. Kecerdasan Intrapersonal
Komponen inti: kepekaan memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri
Kompetensi: kemampuan mengenali diri sendiri secara mendalam, kemampuan intuitif dan motivasi diri, penyendiri, sensitive terhadap nilai diri dan tujuan hidup
8. Kecerdasan Naturalis
Komponen inti: kepekaan membedakan spesies, mengenali eksistensi spesies lain dan memetakan hubungan antarbeberapa spesies
Kompetensi: kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasi, identifikasi
Advertisements

20 thoughts on “Multiple Intelligence – Howard Gardner

  1. Sepakat sm howard ini, tp konon kata teman2 di eropa bahwa teori multiple intelligences ini banyak yg menentang disana, dan hanya tenar di asia saja… Cmiiw

  2. cinderellazty said: Sepakat sm howard ini, tp konon kata teman2 di eropa bahwa teori multiple intelligences ini banyak yg menentang disana, dan hanya tenar di asia saja… Cmiiw

    ohoho~~ iyakah Anty-san :D? Baru tahu saya ^^. Maklum, baru berkecimpung seputar dunia anak en pendidikan dasar secara intens tu ketika di IM ini. eheheh… (IM= Indonesia Mengajar)

    Wah, menarik… Langsung penasaran en cari tahu. doumo arigatou na~ ;D

  3. cinderellazty said: Sepakat sm howard ini, tp konon kata teman2 di eropa bahwa teori multiple intelligences ini banyak yg menentang disana, dan hanya tenar di asia saja… Cmiiw

    Gotcha :D! Alhamdulillah, akhirnya ketemu alasan mengapa MI ndak terkenal di Eropa dan Amrik (negerinya Gardner).

    Alasannya adalah karena adanya academic debate dengan kelompok IQ yang berpendapat bahwa inteligensia adalah merupakan genetis. Sedangkan Howard Gardner adalah psikolog terapan yang lebih ke arah behaviorism, yang lebih mempercayai bahwa inteligensia sebagai produk lingkungan. Maka dari itu, muncul debat NATURE (genetik) vs NURTURE.

    Mengapa di Eropa justru menggunakan patokan IQ ketimbang MI? Karena MI adalah kelompok yang lebih menekankan pada nurturing dengan tidak melihat lagi potensi dasar anak. Sehingga cara-cara ini sudah bertentangan dengan filosofi pendidikan jaman kini bahwa setiap anak adalah unik. Uniknya dimana? macam-macam yang harus dilihat antara lain IQ nya.

    Debat itu terus berlangsung terutama di negara-negara yang pedagoginya tidak kuat, bahkan pendekatan nature tertinggalkan karena kurang berkembangnya neuroscience akibat ketertinggalannya teknologi dan sistem diagnosa.

    Yang menarik debat Nature vs Nurture tersebut justru kini dianggap ketinggalan jaman. Karena yang menjadi fokus ndak nature saja atau nurture saja, tetapi filosofi dalam tumbuh kembang anak sudah yang lebih komprehensif yaitu ke arah keduanya, both NATURE and NURTURE.

    [Oleh: Julia Maria dalam
    http://superkoran.info/forums/viewtopic.php?f=1&t=31034 &
    http://groups.yahoo.com/group/sd-islam/message/27113%5D

  4. cinderellazty said: Sepakat sm howard ini, tp konon kata teman2 di eropa bahwa teori multiple intelligences ini banyak yg menentang disana, dan hanya tenar di asia saja… Cmiiw

    matur tengkyu for the information nggih, mbakyu ^^!

    Aiyya~ jadi kangen kuliah lagi, membahas academic debate and critics of a theory ya.

  5. cinderellazty said: Sepakat sm howard ini, tp konon kata teman2 di eropa bahwa teori multiple intelligences ini banyak yg menentang disana, dan hanya tenar di asia saja… Cmiiw

    Chiku-san *ID* mengajar tahun ini kah? Temenku beberapa ada yg ikut
    Salah satunya anak FIK UI namanya dika (akhwat) kenal kah? Kali aja hehee
    Naaah iya itu kalo si howard ini mengacu ke nurture banget gitu yah chiku? Apa gimana? Kuatir salah… Kudunya nature + nurture yaa…
    Chiku HI UGM? Hebaaaat ^^b
    Aku jg anak HI, tp univ swasta di bandung hehehe
    Chiku pernah ikut pertemuan mhsw HI se indo (PNMHII) ? Aku ikut tahun 2004 di UPN jogja + 2006 di unpad 🙂
    Aku angkatan 2004 juga 😀

  6. cinderellazty said: Sepakat sm howard ini, tp konon kata teman2 di eropa bahwa teori multiple intelligences ini banyak yg menentang disana, dan hanya tenar di asia saja… Cmiiw

    *ikut menyimak postingan dan diskusi Chiku & Anty sambil manggut-manggut dan ngemil*
    TFS yaaa…

  7. cinderellazty said: Sepakat sm howard ini, tp konon kata teman2 di eropa bahwa teori multiple intelligences ini banyak yg menentang disana, dan hanya tenar di asia saja… Cmiiw

    Chiku-san *ID* mengajar tahun ini kah? Temenku beberapa ada yg ikut
    Salah satunya anak FIK UI namanya dika (akhwat) kenal kah? Kali aja hehee
    Naaah iya itu kalo si howard ini mengacu ke nurture banget gitu yah chiku? Apa gimana? Kuatir salah… Kudunya nature + nurture yaa…
    Chiku HI UGM? Hebaaaat ^^b
    Aku jg anak HI, tp univ swasta di bandung hehehe
    Chiku pernah ikut pertemuan mhsw HI se indo (PNMHII) ? Aku ikut tahun 2004 di UPN jogja + 2006 di unpad 🙂
    Aku angkatan 2004 juga 😀

  8. cinderellazty said: Chiku-san *ID* mengajar tahun ini kah? Temenku beberapa ada yg ikutSalah satunya anak FIK UI namanya dika (akhwat) kenal kah? Kali aja heheeNaaah iya itu kalo si howard ini mengacu ke nurture banget gitu yah chiku? Apa gimana? Kuatir salah… Kudunya nature + nurture yaa…Chiku HI UGM? Hebaaaat ^^bAku jg anak HI, tp univ swasta di bandung heheheChiku pernah ikut pertemuan mhsw HI se indo (PNMHII) ? Aku ikut tahun 2004 di UPN jogja + 2006 di unpad 🙂 Aku angkatan 2004 juga 😀

    ohoho~ MaasyaAllah… ^___^
    Bener nih, yang namanya lingkaran pertemanan tu ujung-ujungnya "loe lagi loe lagi". wkwkwk….

    Yup, I know Dika so well. Ask her, and she will know me (*sok beken :p). Ahahay~ Klo diriku officernya IM yang ditempatkan di Jakarte. eheheh…. Klo Dika penempatan di Paser, Kalimantan Timur ^^.

    Iya, dari tautan yang tadi takbaca, yang pak Howard ini lebih ke nurture (lingkungan -> behavior). Kalo berdasarkan tulisannya ibu Julia tsb, dalam melihat perkembangan anak seharusnya mencakup keduanya (genetis en lingkungan). #aye sotoy mode 😀

    Inggih, kula saking HI UGM. Wah, mboten bu ^^. Sami mawon. Yang terpenting semangatnya dalam menuntut ilmu, dimanapun ia berada. eheheh…

    Oh~ Univ swastanya di mana? Univ. Parahyangan kah? Kenal ama Maria (MJ) kah? Dia angkatan 2004 juga. wa…. Sempitnya dunia… MaasyaAllah….

    Aye ndak pernah ikutan PNMHII bu ^^", but diriku inget klo waktu itu temen2 KOMAHI pada ikutan. Klo yang di Jogja, njenengan ketemu ama Mas Yosie/ Mas Indra en Hamidah kah? Klo yang Bandung, ketemu ama Bram/ Manu en Ratih ya? Wkwkwk….

    Dulu semasa kuliah, daku lebih (sok) sibuk di UKM Penelitian dan pengkajian Interdisiplinernya kampus, klo di KOMAHI ndak terlalu aktif. eheheh…. Penggembira sahaja.

    Once more, what a small world :D! MaasyaAllah…

    Mari dimari, anak-anak HI :D!!

  9. wayanlessy said: *ikut menyimak postingan dan diskusi Chiku & Anty sambil manggut-manggut dan ngemil*TFS yaaa…

    #membaca komentarnya mb Lessy sambil ngemil dan manggut2 juga :D, wkwkwk…..

    Sami2 mbakyuuu ^^! Maturnuwun sanget sudah menginspirasiku untuk rajin membaca. ehehhe…. #buku-buku pun mengantri untuk dibaca

  10. cinderellazty said: Temenku beberapa ada yg ikut

    ohoho~ selain Dika, siapa lagi kenalan yang jadi PM ^^? I know every single Pengajar Muda dari angkatan I – III. ehehe… (#sombong, padahal itu tuntutan pekerjaan. Bagian yang ngejer2 en nagih2 PR profil en tulisan mereka. wkwkwk)

    Di IM aye di bagian Community engagement – content specialist:
    lebih lengkapnya, bisa dilihat di sini profilnya (ihihihi… promosi :p)

    http://indonesiamengajar.org/tim-im/retno-widyastuti-2

  11. cinderellazty said: Temenku beberapa ada yg ikut

    nduk..MI wes nambah lhooo. Dulu pas diriki masih ngajar SD, sekolahnya nerapin metode ini plus kami ndak pernah absen ikut trainingnya MI munif chatib.

    Iyo, guru2 ala munif chatib ki memang luar biasa….mereka melawan keterbatasan tuk menggapai keberlimpahan kecerdasan anak.

    Ayo mengajar, Nduk !
    ^____^v
    kok aku kangen dirimu yah…

  12. avicena1986 said: nduk..MI wes nambah lhooo. Dulu pas diriki masih ngajar SD, sekolahnya nerapin metode ini plus kami ndak pernah absen ikut trainingnya MI munif chatib.Iyo, guru2 ala munif chatib ki memang luar biasa….mereka melawan keterbatasan tuk menggapai keberlimpahan kecerdasan anak. Ayo mengajar, Nduk !^____^vkok aku kangen dirimu yah…

    Mbakyuuuuu (hug hug)! Wa~ iyakah? Pak Munif slalu jadi narasumber di training PM IM. Sayangnya, diriku belum pernah sekalipun bertemu beliau dan mendengarkan langsung ttg penjelasannya TT___TT. Smoga yang training kali ini bisa ikutan.

    ho~ njenengan pernah ikutan training bliau mb? Mantab. Pengen banget terjun langsung ke dunia ngajar secara konsisten. But i have to wait until the right time. You know, the reason, right :)?

    Wawaa….merasa tersanjung. Mbakyu kangen padakyu yaaa ;D? wink wink… Miss you too, mbakyuuuu. Ayo kemari kemari kemari ^_____^! Mampir ke rumah, mbak :D! Daku belum tawu mw ke Jogja lagi kapan, huhu…

  13. avicena1986 said: nduk..MI wes nambah lhooo. Dulu pas diriki masih ngajar SD, sekolahnya nerapin metode ini plus kami ndak pernah absen ikut trainingnya MI munif chatib.Iyo, guru2 ala munif chatib ki memang luar biasa….mereka melawan keterbatasan tuk menggapai keberlimpahan kecerdasan anak. Ayo mengajar, Nduk !^____^vkok aku kangen dirimu yah…

    Kesemua teori itu InsyaAllah bisa jadi bekal dalam mempersepsikan anak dengan adil. Namun pada akhirnya, teori-teori itu akan diuji dilapanangan.

    Dan tak hanya sekali loh, aku berfikir : " Apaaaaa ya kelebihannya anak yang satu ini ? ( ketika menghadapi anak-anak yang berulang kali membuatku beristighfar ).

    Alhamdulillah, teori ini membantu mengingatkanku, bahwa bisa jadi aku belum mengeksplore dan menguji semua kecerdasan anak itu. Karena tiap kecerdasan itu akan muncul jika teruji di tempat yang tepat, momen yang tepat, tehnik yang tepat dan dalam kondisi psikologis yang tepat pula.

    Tapi kadang singkatnya, aku hanya berpegang pada :" Bahwa tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan Allah. Ia telah sempurna menciptakan semua makhluk, termasuk anak-anak itu yang sampai saat ini belum kutemukan potensinya.

    >>> Intinya bukan mereka yang tak berpotensi, akulah yang masih terbatas dalam mengenali dan memunculkan potensinya :))

    ***
    Love pak Munif Chatib :))

  14. avicena1986 said: nduk..MI wes nambah lhooo. Dulu pas diriki masih ngajar SD, sekolahnya nerapin metode ini plus kami ndak pernah absen ikut trainingnya MI munif chatib.Iyo, guru2 ala munif chatib ki memang luar biasa….mereka melawan keterbatasan tuk menggapai keberlimpahan kecerdasan anak. Ayo mengajar, Nduk !^____^vkok aku kangen dirimu yah…

    hihihihihi Dika is one of my besties ^^
    dia suka menyempatkan menelpon/sms kami pas waktunya bisa telpon hehehe
    yups kudunya both ya, aku baca buku2 parenting Islami juga gitu, dua2nya ngaruh…
    prenatal (perlakuan selama dalam kandungan + genetis ortu + setelahnya (lingkungannya)
    ahahahaa bukan unpar :p maria gak kenal, aku kenalna sm anak2 unpar 2005 rean, hanan, adhika, and the gang lah 😀 solanya pas 2006-2007 kami sering ketemuan gtu di FKM HI se bandung raya
    not a famous campus dear hehehehe http://www.unjani.ac.id (gak tau deh ni web msh aktif apa engga) hahahaa

    hahahahaa baruuu mau kutanyain: kenal yosie? yang agak2 "kiri" itu yah?
    iyaaaah hamidah aku masih ingeeet! jilbaber dia kan, dr pesantren yah kalo ga salah, sempet kontak2an loh abis PNMHII di UPN itu tapi ilang kontak semenjak gak aktif fi FS dulu frensteran kan hahahahaa
    hamidah ke jepang yah kalo ga salah waktu itu? student exchange ato apa yah chiku san?

  15. avicena1986 said: nduk..MI wes nambah lhooo. Dulu pas diriki masih ngajar SD, sekolahnya nerapin metode ini plus kami ndak pernah absen ikut trainingnya MI munif chatib.Iyo, guru2 ala munif chatib ki memang luar biasa….mereka melawan keterbatasan tuk menggapai keberlimpahan kecerdasan anak. Ayo mengajar, Nduk !^____^vkok aku kangen dirimu yah…

    ludi FIK UI juga?

  16. yuniezalabella said: Kesemua teori itu InsyaAllah bisa jadi bekal dalam mempersepsikan anak dengan adil. Namun pada akhirnya, teori-teori itu akan diuji dilapanangan.Dan tak hanya sekali loh, aku berfikir : " Apaaaaa ya kelebihannya anak yang satu ini ? ( ketika menghadapi anak-anak yang berulang kali membuatku beristighfar ).Alhamdulillah, teori ini membantu mengingatkanku, bahwa bisa jadi aku belum mengeksplore dan menguji semua kecerdasan anak itu. Karena tiap kecerdasan itu akan muncul jika teruji di tempat yang tepat, momen yang tepat, tehnik yang tepat dan dalam kondisi psikologis yang tepat pula.Tapi kadang singkatnya, aku hanya berpegang pada :" Bahwa tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan Allah. Ia telah sempurna menciptakan semua makhluk, termasuk anak-anak itu yang sampai saat ini belum kutemukan potensinya. >>> Intinya bukan mereka yang tak berpotensi, akulah yang masih terbatas dalam mengenali dan memunculkan potensinya :))***Love pak Munif Chatib :))

    MaasyaAllah… Memang bener ya mbak, teori mudah dimengerti tapi praktiknya sulitnya minta ampun untuk menerapkan. But that’s the art of life, kita jadi belajar dan berjuang untuk mencari serpihan hikmah dari setiap peristiwa dan tantangan yang ada di hadapan.

    Aku suka banget insight and lesson learn njenengan mbak :). Semakin aku jatuh cinta padamu (ahahay~)

  17. cinderellazty said: hihihihihi Dika is one of my besties ^^dia suka menyempatkan menelpon/sms kami pas waktunya bisa telpon heheheyups kudunya both ya, aku baca buku2 parenting Islami juga gitu, dua2nya ngaruh…prenatal (perlakuan selama dalam kandungan + genetis ortu + setelahnya (lingkungannya)ahahahaa bukan unpar :p maria gak kenal, aku kenalna sm anak2 unpar 2005 rean, hanan, adhika, and the gang lah 😀 solanya pas 2006-2007 kami sering ketemuan gtu di FKM HI se bandung rayanot a famous campus dear hehehehe http://www.unjani.ac.id (gak tau deh ni web msh aktif apa engga) hahahaahahahahaa baruuu mau kutanyain: kenal yosie? yang agak2 "kiri" itu yah?iyaaaah hamidah aku masih ingeeet! jilbaber dia kan, dr pesantren yah kalo ga salah, sempet kontak2an loh abis PNMHII di UPN itu tapi ilang kontak semenjak gak aktif fi FS dulu frensteran kan hahahahaahamidah ke jepang yah kalo ga salah waktu itu? student exchange ato apa yah chiku san?

    hoho~ sou ka :D? MaasyaAllah… Will contact Dika to inform it 🙂
    Yup, daku juga jadi belajar tentang a better education, khususnya pendidikan anak, agar kelak bisa jadi orang tua yang bisa mendidik dengan baik dan benar :"). aamiin

    Wah, cool. Senangnya bisa berkumpul dengan kawan-kawan seperjuangan jurusan :). Daku jaman mahasiswa sangat interdisipliner, dan jarang ikutan kumpul sesama HI-ers. huhuhu….

    Masih aktif koq bu, websitenya. Just checked it lo~ Aaa~ naruhodo. Should know better. terima kasih banyak atas informasinya nggih 🙂

    Hohoho~ iyaaa, mas Yosie ^^. Bliau kakak kelas yang terkenal dengan pengetahuan dan pemikiran "kiri"nya. Di fisipol Ugm, orang-orangnya sungguh bervariasi, mulai dari yang paling kanan hingga kiri. hm… colorful

    Iya bu ^^! Waaa… senangnya tahu ada banyak kesamaan kenalan kita. Inggih, leres. Hamidah dulu di pesantren, dan pas kuliah ikutan smacam asrama khusus akhwat :). Sekarang Hamidah tinggal di Kediri, bersama her baby boy and husband. waa….

    You can find her in Facebook, just add:
    http://www.facebook.com/Hamichan

    Betul-betul ^^, skitar tahun 2008/ 2009 hamidah ikut pertukaran pelajar ke Jepang selama setahun, tepatnya di Chiba university. Her Japanese is really fluent lho 🙂

  18. cinderellazty said: pas di bandung nggak deket sm kontingen dr UGM aku sekamar sm anak2 jember, deket sm anak2 unair, UMY, unpar, unpad, dllrame banget waktu itu soalnya

    ooo~ i see. Waa, dari kampus lain siapa lagi yang kenal? Mungkin daku tahu juga bu ^^. Pengajar Muda ada juga lho yang dari HI UI, HI UGM, HI UNAIR, Unpar, dll 🙂

    (daku seneng banget mencari dan menghubungkan pertalian para temanku :D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s