See the bright side of every moment

See the bright side of every moment

2 thoughts on “See the bright side of every moment

  1. Pagi ini, seperti biasa aku berangkat ke kantor bersama my dear supra x-125. Tidak ada yang spesial dalam perjalanan ini, karena rutinitas Jakarta yang selalu kulihat di pagi hari; kemacetan dan ketidakteraturan di mana-mana. Hingga, sesampainya di jalan Tendean, sekitar 1,5 km dari kantorku, aku merasakan hal yang janggal.

    Dan ternyata, benarlah perasaanku. Si roda belakang sudah tak berisi angin lagi. Kempes….
    Pantas saja aku merasa ada guncangan-guncangan dan goyangan yang membuat cukup panik.

    Sejenak, aku sempat ngedumel dalam hati. "waaah, padahal sedikit lagi sampai kantor."
    Belum lagi aku agak terburu-buru karena harus datang pagi di kantor, mempersiapkan acara penting.

    Namun, aku kemudian teringat bahwa segala sesuatu pasti ada hikmahnya.

    Kutarik napasku sepanjang mungkin, kemudian kulepaskan. Tenangkan hati, pikirkan langkah selanjutnya…

    Kulaju motorku perlahan, walau kutahu ban motorku tak lagi berisi. (#sebenarnya agak tega juga sih, ban motor bocor, malah tetap dinaiki. wkwkwk….)

    Pelan-pelan, kulewati 1 km pertama. Kususuri pinggir jalan agar tak menghambat laju kendaraan lain.

    Masih, kucari di kanan dan di kiri. Tukang tambal ban, where are you? I need you :D! hehehe…

    Orang-orang di pinggir jalan, terheran-heran dengan caraku mengendarai motor. Dan mereka pun akhirnya sadar kalau motorku kempes.

    "Bu, ban motornya kempes", seru mereka.

    Sambil tersenyum, tetap kuberlalu.

    Dalam hati aku berkata, "yes sir, I already knew that."
    hehehe….

    ***

    to be cont…

  2. Hikmah dari kejadian di pagi hari ini;

    Karena ban motor kempes di tengah jalan, daku mendapatkan rejeki bisa sarapan di warteg di sebelah tukang tambal ban😀

    If you wanna know, almost in 1,5 years passing the way to office, I never been eat there. Karena warteg dan tambal ban itu seolah-olah invisible di mataku.

    Kalau bukan karena ban kempes, mungkin aku takkan bisa tahu kalau di sudut jalan itu berdiri tambal ban dan warteg sederhana.

    Kalau bukan karena ban kempes, mungkin aku takkan pernah bisa mencicipi lezatnya makanan di warteg itu, juga mengenal sang pemilik warung; seorang ibu asli Tegal, yang sangat ramah dan mengajakku ngobrol dalam bahasa Jawa kromo (huahaha… #mendadak setting otak dengan bahasa Jawa :p)

    Alhamdulillah, walau ban motor bocor, aku merasa bersyukur dan tersenyum karenanya….

    Special thanks to mas-mas tukang tambal ban dan ibu pemilik warteg😀

    #See the bright side

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s