At the Riverbank

Kurochan’s shot

Rabu, 12 September 2012

Lima hari setelah tiba di Taipei, aku memiliki kebiasaan baru; melakukan morning walk selama 2 jam (dari jam 6-8 pagi), ditemani Kurochan, my dear Canon EOS 550 D. Sebenarnya, pagi itu cuaca agak berawan mengarah ke mendung. Dan cuaca ini sangat kuhindari, terutama jika aku melakukan photo hunting. I only want bright and clear blue sky for my shot🙂.

Namun, alhamdulillah cuaca berangsur menghangat dan awan pun menghilang. Segera kuraih Kurochan memulai perjalananku pada pagi itu.

Seperti biasa, aku berjalan secara random dan “sotoy” mode; maksudnya mencoba-coba jalanan baru yang belum pernah kulalui. Maklum, aku tipe orang yang suka penasaran😀. Maka, pagi itu kupilih jalan menuju tepi sungai Jingmu, yang letaknya persis di sepanjang pinggiran kampusku di NCCU.

Setelah hampir berjalan 1 jam, aku istirahat sebentar. Saat itu, kulihat di sebuah sisi sungai ada burung-burung yang tengah bertengger; menanti ikan yang menari-nari di air sungai yang dangkal. Segera kuraih Kurochan dan lensa tele, dan kujepret-jepretlah mereka😀. Alhamdulillah, burung-burung yang tak kuketahui apa namanya itu, cukup kooperatif selama sesi pemotretan ;D

Tiba-tiba, ada sesosok ibu-ibu berdiri di sampingku. Kaget! Karena aku tak menyadari kehadiran beliau (mungkin karena keasyikan jepret-jepret :p). Si ibu mengajakku mengobrol :D! (Di sini ibu-ibunya ramah-ramah, sering mengajak ngobrol ^^)

Beliau berkata, “zhen piaoliang a“. (cantik banget ya burungnya, sambil tersenyum padaku)

Seperti biasa, pertanyaan pembukaan yang selalu kudapatkan adalah asalnya dari mana🙂. Awalnya beliau mengira aku dari Malaysia, tapi kukatakan, “ndak bu, saya dari Indonesia”

Si ibu pun langsung menyahut (eh, ini langsung kutulis dengan terjemahan bahasa Indonesia bebas-ngira2 ya ^^, maklumin bahasa Mandarinku masih mepet). “Waaah, saya pernah ke Indonesia. Sekitar 2 tahun lalu, saya pergi ke Jakarta dan Bali. Sangat indah”

Kukatakan, “benarkah bu? wah, senang sekali mendengarnya :)”

Kemudian beliau bertanya lagi. “Kamu mahasiswa di Zhengda ya?”*

*Zhengda: Zhengzhi Daxue (bacanya: chengchi tasue) artinya Chengchi University

Kujawab, “benar, bu🙂. Saya jurusan Asia Pacific studies

Kemudian, si ibu bercerita. Ternyata suami beliau adalah profesor di jurusan public administration di kampusku.

Dan sama seperti pertanyaan ibu-ibu di toko stempel nama, beliau menanyakan apakah aku ndak kepanasan menggunakan kerudung dan jaket di musim panas ini?

Kujawab dengan serupa, “sudah biasa bu🙂. Di Indonesia malah terkadang lebih panas :)”

Dan setelah itu, kami pun menyudahi pembicaraan singkat ini karena si ibu hendak melanjutkan jalan-jalan paginya🙂

Waaaah, ternyata selain mendapat foto-foto bagus, aku juga berkesempatan untuk mengobrol dengan penduduk lokal di sini. Alhamdulillah….

Jaa, siap-siap untuk morning walk berikutnya. Semangat!! Salam olahraga (#nggaya mode :p)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s