Antara Galau & Leadership

Dua pekan ini aku mendapatkan lagi kesempatan dari Nya untuk banyak merenung dan menggalau. Namun, kali ini galau tersebut bertemakan “leadership“. Aku dihadapkan pada tantangan self improvement, yang amat erat kaitannya dengan pengalamanku di masa lalu; yaitu zaman ketika aku di Galuh 2 no. 4. Sekarang, aku sedikit demi sedikit mulai memahami apa itu esensi dari belajar dan mengembangkan kemampuan “leadership” diri.

Sebelumnya melanjutkan studi di Taiwan ini, aku berkecimpung di dunia pendidikan dan pengembangan leadership bagi generasi muda Indonesia. Selama 1 tahun 8 bulan di sana, aku banyak belajar tentang 2 hal; yaitu bagaimana realitas pendidikan Indonesia di daerah terpencil, juga bagaimana caranya mengembangkan dan mengasah kemampuan leadership seseorang melalui “real experience” di tengah masyarakat. Namun dalam postingan ini, aku hanya akan membahas poin kedua, yaitu tentang leadership.

Mengutip definisi leadership dari wikipedia, Leadership is “organizing a group of people to achieve a common goal”. Hm… Namun setelah kupikir-pikir, leadership tentu lebih dari sekedar itu. Menurutku, leadership tidak semata-mata tentang bagaimana mengelola orang lain/ sekelompok orang, tetapi juga peningkatan dan penguatan kapasitas diri dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan.

Pemikiran ini muncul ketika aku merenungi tantangan yang kuhadapi saat ini. Dan itu sungguh sangat mengusik pemikiranku tentang esensi dari leadership.  Teringat ketika di galuh 2 no.4, aku selalu mendapatkan berbagai kisah perjuangan dan tantangan yang dihadapi oleh rekan-rekan Pengajar Muda yang ada di berbagai pelosok daerah Indonesia. Apa yang mereka hadapi bukan sekedar permasalahan seputar proses kegiatan belajar mengajar saja, tetapi juga dengan berbagai tantangan dalam berinteraksi dengan masyarakat yang menuntut leadership yang tinggi.

Dari cerita mereka, ada kalanya tantangan yang dihadapi sungguhlah berat. Namun, seperti yang selalu galuh 2 no.4 tanamkan, bahwa tujuan dari ditempatkannya mereka di pelosok negeri itu, untuk menempa diri menjadi lebih kuat dan lebih baik dari sisi leadership. Sehingga yang menjadi fokus utama adalah proses bagaimana mereka menjalani hal tersebut.

Hm… Mungkin aku bukan salah satu dari mereka yang ada di pelosok negeri, namun apa yang aku senantiasa dengar dari para pembimbing kami di galuh 2 no.4, aku pun merasakan hal yang sama. Walau tak lagi ada di Galuh, tapi apa yang sudah aku pelajari tak boleh hilang dan lenyap begitu saja, seolah-olah belum pernah mendapatkannya. Di manapun aku berada dan permasalahan apapun yang aku hadapi, ada baiknya itu kujadikan kesempatan untuk mengembangkan skill leadershipku.

Ada kalanya, di titik tersulit yang sangat menekan hati, ada rasa ingin lari dari masalah; “lupakan, just go away...”. Namun, setelah kupikir-pikir, bagaimanapun itu takkan menyelesaikan masalah. Karena, kembali pada esensi dan hakikat dari leadership, yang terpenting adalah proses kita dalam menghadapi permasalahan tersebut dan bagaimana kreatifitas leadership kita dalam menyelesaikan masalah. Daripada mengutuk kegelapan, mari nyalakan lilin! Daripada hanya sekedar berkeluh kesah dalam menghadapi masalah, ada baiknya kita tegar dan berani menghadapinya. Cari solusi!

Lagi, teringat pada komponen leadership yang senantiasa dibahas dan disampaikan kepada kami. Bahwa ketika kita tahu dimana letak kekuatan dan kelemahan kita pada salah satu/ lebih komponen tersebut, ada baiknya itu dijadikan panduan ketika menghadapi masalah. Di satu sisi mungkin kita sudah unggul, namun di sisi lain (terutama di titik terlemah kita) kadang itu yang menjadi sumber permasalahan dan kegalauan. Tapi, justru di situlah kesempatan buat kita untuk memperkuat titik lemah kita.

Satu per satu pembenaran mungkin akan membuat hati lebih tenang dan nyaman, tapi kalau tidak berani menghadapinya, aku merasa aku sudah kalah oleh diriku sendiri. Kalah oleh ketakutanku akan kegagalan, rasa sakit dan merasakan hal-hal negatif lainnya.

Bagaikan ujian naik kelas, ketika aku bisa menyelesaikan soal-soal ujian ini, tentu aku bisa naik kelas. Ketika kita sudah pernah menghadapi kondisi atau permasalahan yang terburuk sekalipun, insyaAllah kita akan diberi kemudahan dan kekuatan untuk menjalaninya. Oleh karena itu, walau itu harus membuatku berderai air mata, tapi sebisa mungkin aku harus tetap berani menghadapinya.

Seperti yang Mr. Boss sampaikan (2011), “Jelajahi jalan baru yang mendaki, jangan pilih jalan yang datar atau jalan turun. Jalan datar itu nyaman menjalaninya, jalan menurun itu ringan melewatinya. Sesungguhnya melalui jalan mendaki itulah kalian bisa mencapai puncak baru…”

Kuat… Kuat… Kuat…. Itulah kata yang selalu aku panjatkan ketika memohon kepada-Nya, agar diberi kekuatan dan kemantapan dalam menjalani proses dan tantangan tersebut. It’s a challenge! Dan lagi, pastilah DIA senantiasa memberikan suatu ujian sesuai dengan kapasitas seseorang. Dan hal yang harus selalu kita ingat yaitu janji-Nya; sesudah kesulitan itu, ada kemudahan. Sesudah kesulitan, ada kemudahan…

Sebagai penutup, kukutip nasihat Mr. Boss untuk kita semua para generasi muda:

“Pasang layar besar, cari angin yang kuat lalu arungi samudra dengan keyakinan dan keberanian. Di sana kalian akan temui gelombang besar, badai yang menggentarkan. Hadapi itu dengan keyakinan bahwa kalian akan besar, akan kuat, dan kelak setiap kehadiranmu akan punya efek yang dahsyat.

Jauhi sungai kecil walau indah dan tenang. Di sana mungkin dekat dengan pujian, banyak ketenangan. Jauhi itu. Pilihlah sungai besar, samudra luas yang arusnya kuat, yang penuh dengan tantangan. Arena yang bisa membuatmu dibentur-benturkan, dihantam tantangan. Arena yang bisa membuatmu makin kuat dan tangguh…..”

[By: Anies Baswedan, 2011]

Mari, BERANI MENABRAK dan MENDOBRAK TANTANGAN! Bismillah…. Allahu Akbar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s