Beitou Hot Spring

Sabtu, 3 November 2012 yang lalu, aku bersama dengan Mb Dian, Deti, en Mas Ali pergi menuju Beitou. Tahukah di mana Beitou? Beitou letaknya di utara Taipei. Naek MRT, sekitar 40 menit dari stasiun Gongguan (lumayan jauh sih ^^”). Nah, berhubung musim dingin sudah di depan mata, dan perlahan-lahan suhu udara beranjak turun tentu dalam cuaca seperti ini, paling enak bersantai dengan berendam di hot spring. Nah, maka dari itu kami menuju Beitou Hot Spring (北投溫泉). Beitou memang terkenal dengan mata air panasnya.

Stasiun MRT Xin-Beitou

Untuk berkunjung ke Beitou, naiklah MRT jalur Merah (jalur Xindian – Tamsui), kemudian turun di Beitou MRT Station. Kemudian, dari sana berpindah ke jalur menuju Xin-Beitou MRT Station. Waktu yang diperlukan menuju Xin-Beitou tidaklah lama, hanya sekitar 5-8 menit.  MRT Xin-Beitou ini berbeda daripada MRT biasanya lho! Desain luar dan dalam kereta sangat unik dan menarik. Hiasan warna-warni dan dekorasi di dalam kereta membuat perjalanan dari Beitou ke Xin-Beitou jadi lebih menyenangkan. Ada beberapa bagian tempat duduk yang berbentuk kayu, dilengkapi dengan TV layar datar yang menayangkan sejarah masa lalu Beitou. Sesampainya di Xin-Beitou MRT Station, kita juga disuguhi dengan pemandangan unik stasiun Xin-Beitou yang berbeda dari lainnya.

Sesampainya di stasiun MRT Xin-Beitou, kami menuju ke Ketagalan Culture Center. Di sini, kita bisa melihat dan mempelajari budaya masyarakat asli Taiwan (indigenous), yang ternyata masih ada kaitan kekerabatannya dengan orang-orang Indonesia di masa lampau (budaya dan bahasa Austronesian). Berhubung pada saat itu aku baru saja mendapatkan pelajaran seputar Austronesian dan masyarakat asli Taiwan, daku jadi semakin semangat 45 dan antusias dalam berkeliling museumnya. Oya, di sini ada tema-tema tertentu di tiap periodenya. Nah, kebetulan saat itu sedang bertemakan masyarakat suku “Bunun” yang terkenal dengan sapaan “Wu Ninang” alias Halo (dalam bahasa Bunun). Di sana, aku bertemu dengan pak penjaga museum yang sangat antusias sekali bertemu dengan orang-orang Indonesia. hehehe….

Foto bareng pak penjaga museum dengan background gambar anak2 yg beraneka warna

Nah, setelah dari Ketagalan Culture Center, kami menuju Beitou Hot Springs Museum yang letaknya persis di sebelah perpustakaan Beitou. Beitou Hot Springs Museum dibangun semasa penjajahan Jepang di Taiwan. Bangunannya bergaya Eropa – Jepang. Pada awalnya, bangunan ini merupakan pemandian umum untuk orang-orang Jepang. Oleh pemerintah Taiwan, pada tahun 1998 bangunan ini diperbaiki dan dibuka untuk umum. Pengunjung bisa memasuki museum ini secara gratis. Oya, jangan lupa membuka alas kaki sebelum masuk ke sini dan menggantinya dengan sandal yang sudah disiapkan oleh penjaga museum. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung bisa merasakan secara langsung suasana pemandian umum air panas a la Jepang. Di dalam museum, ada pula ruangan dimana kita bisa meninggalkan pesan di atas kertas  beraneka warna dan menempelkannya di dinding yang telah disediakan.

This’s me ^^!
Salah satu pesan/ gambar yang ditulis oleh pengunjung museum ini

Perjalanan kemudian berlanjut ke mata air panas; atraksi utama tempat ini. Pada awalnya, kami hendak berendam di hot spring yang berbayar, namun karena keterbatasan waktu, akhirnya kami hanya melihat-lihat salah satu lokasi pemandian hot spring yang paling terkenal. Kemudian beralih ke sebuah sungai yang menyediakan tempat perendaman terbuka gratis :D! Tentu saja, selain karena gratis en lebih asyik, kami memilih untuk berendam kaki di situ. hehehe….. Kami duduk di batu-batu besar yang ada di sungai dan menikmati hangatnya air tanpa perlu membayar. wkwkwk….

Ini sungai tempat berendam “gratisannya”. Walau sungai terbuka, tapi airnya hangat pisan euy!

Setelah puas berendam di situ, kami pun melanjutkan perjalanan. Sakjane, saat itu cuaca sedang nyegrak panas, jadi ndak terlalu nyaman juga untuk berendam terlalu lama. Tapi kalau pas musim dingin, kayaknya bakal asyik banget ya :D! insyaAllah Desember ini mau ke sana lagi, sekalian mau ke “Lembah Neraka” (Hell Valley atau Geothermal Valley 地熱谷). Pas itu, gak sempet juga ke sini. Btw, dinamakan seperti itu karena lembah ini merupakan mata air panas dengan sulfur alami yang memiliki suhu air yang sangat panas (mencapai 100°C).  Oleh karenanya, kita tidak bisa berendam di sana. Namun, jangan khawatir karena di sana kita tetap bisa menyaksikan fenomena alam yang luar biasa menakjubkan, sambil menikmati telur rebus khas lembah neraka.  Perlu dicatat, lembah ini ditutup setiap hari Senin untuk keperluan perawatan.

paling suka langit biru ditemani hijaunya taneman ^^

Jaa, insyaAllah ntar maen ke sana lagi ^^! Sambil skalian bawa sangu coklat hangat aaah~

One thought on “Beitou Hot Spring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s