Houtong – Cat Village

Saat mendengar kata ini pertama kali, kita mungkin akan bertanya. Beneran ada ya desa kucing? Hal yang terdengar kurang lazim di Indonesia ini, benar adanya di Taiwan. Itulah Houtong, Cat Village (Desa kucing)!

IMG_0346

Aku mengetahui informasi ini ketika ada tawaran untuk trip (GRATIS ^^) yang diadakan oleh Student Affairs College of Social Science di kampusku. Waktu itu, aku gak terlalu ngeh dengan Houtong tu tempat apa. Namun, mbak Dian, my best tutor here mengatakan kalo Houtong tu terkenal banget ama kucingnya. Jadilah daku yang “freak” ama kucing langsung daftar :D! Sakjane waktu itu dah lewat batas waktu pendaftaran, tapi alhamdulillah panitianya masih mau nerima :). Hontou ni doumo arigatou gozaimashita ^^.

IMG_0277

Nah, sekarang mari kita cerita tentang bagaimana itu Houtong. Houtong merupakan desa yang terletak di pegunungan di sebelah timur New Taipei City, sekitar 32 km di utara Taipei, tepatnya di Distrik Ruifang. Untuk menuju ke Houtong, kita disarankan untuk naik kereta. Naiklah kereta jurusan Stasiun Ruifang, kemudian di sana ada stasiun transit untuk berpindah jalur menuju ke Houtong. Diperlukan sekitar satu jam perjalanan dari Taipei menuju Desa kucing ini.

Perlu diketahui, Houtong dulunya merupakan daerah pertambangan batu bara terbesar di Taiwan dan Ruifang terkenal sebagai kota yang memiliki berbagai bangunan tua dan rel kereta api yang dibangun semasa era kolonial Jepang. Rel kereta tersebut dibangun untuk mengangkut berbagai barang tambang dari utara Taiwan.

Di era 1970-an, desa ini sempat menjadi desa makmur karena adanya tambang batu bara dan emas. Namun pada tahun 1990 ketika cadangan barang tambang tersebut menipis dan harganya semakin murah, Houtong menjadi desa yang mati suri karena ditinggalkan para penduduknya. Sebelumnya, ada sekitar 3000 orang penduduk di era kejayaan batu bara, namun beberapa tahun setelah berhentinya pertambangan, Houtong perlahan-lahan ditinggalkan, dan hanya dimukimi 100 orang.

IMG_0288
Rel & pabrik pengolahan batu bara

Namun, kini Houtong menjadi terkenal karena banyaknya kucing liar yang berkeliaran di berbagai sudut desa. Cerita tentang Houtong sebagai “Desa kucing” dimulai ketika sekelompok pecinta kucing yang menulis perjalanan mereka ke Houtong di website dan menampilkan berbagai foto kucing tersebut. Tak disangka, hal ini menuai banyak komentar dan respon dari para pecinta kucing lainnya.

Dengan jumlah kucing yang cukup banyak, hal ini menjadi “atraksi” tersendiri di Houtong. Setibanya di stasiun kereta Houtong, kita sudah bisa menjumpai berbagai pernak-pernik kucing di berbagai sudut stasiun. Mulai dari patung kucing, toko souvenir kucing, dan tak ketinggalan, kucing asli!

IMG_0323

IMG_0322

Untuk mengunjungi desa di mana kucing-kucing itu tinggal, kita perlu menaiki jembatan yang ada di atas stasiun, dan jembatan tersebut mengantarkan kita menuju ke desa yang letaknya di seberang stasiun. Di desa kucing ini, masyarakatnya juga menjual berbagai makanan dan snack di gerobak atau kios kecil mereka. Ada pula yang membuka kafe dan juga budget inn (penginapan).

IMG_0428

Selain “atraksi” kucing-kucing liar menggemaskan, di depan stasiun terdapat Museum Batu Bara dan juga Houtong Coal-Mine Ecological Park. Di sini terdapat berbagai bangunan era kolonial Jepang, jembatan transportasi barang tambang, pabrik tua pengolah batu bara, dan juga museum. Di museum tersebut, dipajang berbagai peralatan tambang serta sejarah penambangan dan cerita para penambang di sana.

Di Houtong, ada beberapa restoran yang dikelola oleh masyarakat lokal. Namun, lebih baik kita mempersiapkan bekal makan siang sendiri; selain untuk menjaga kehalalan, juga lebih hemat. Tapi, tak ada salahnya mencoba kue tradisional berbentuk kepala kucing yang lucu. insyaAllah, kue tersebut “aman” (*terbuat dari bahan-bahan yang halal untuk dikonsumsi).

Ada satu fenomena unik mengenai keberadaan kucing di Houtong. Menurut direktur Biro Pariwisata, sebelumnya Houtong hanya dikunjungi 600 orang per bulannya, namun semuanya berubah setelah desa ini menjadi desa kucing dan dibangunnya museum tambang batu bara. Jumlah pengunjung tertinggi yaitu pada puncak liburan musim panas yang mencapai 45.000 orang. Desa yang sempat terlupakan ini, kini menjadi lebih hidup dengan hadirnya kucing-kucing tersebut. Karena semakin banyak para pecinta kucing, fotografer, blogger, reporter dan backpacker yang datang ke sana. Kini Houtong menjadi semakin hidup dan ramai.

IMG_0329

Kucing-kucing yang lucu serta pemandangan alam yang luar biasa indah, menjadikan Houtong “surganya” para fotografer. Bagi penggemar fotografi, kesempatan untuk berkunjung ke sana tidak boleh dilewatkan. Mari berkunjung ke Houtong :D!

*dari berbagai sumber

Advertisements

2 thoughts on “Houtong – Cat Village

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s