Officially Missing (the old) Me

Judul yang aneh… (batinku)

Beberapa hari terakhir ini, aku mengalami goncangan batin yang cukup hebat. Entah mengapa, tiba-tiba aku sangat kangen dengan diriku yang dulu. Sosok aku di masa-masa semester awal kuliah S1 di Jogja dulu. But, hal ini bukan berarti aku tidak bersyukur dengan keadaanku sekarang ini. Bukan, bukan itu.

Satu hal yang sangat aku rindukan dari aku yang dulu adalah ketenangan hati dalam menghadapi segala macam permasalahan. Bisa selalu berbaik sangka dan bijak ketika ada masalah-masalah duniawi.

hindsight
Picture from: http://bit.ly/QyXcm

Gundah, gulana. Rasa ini tercipta karena adanya was-was yang dihembuskan setan, right? Astaghfirullah. Apakah ini pertanda aku menjauh dari-Nya sehingga menjadi sosok yang tidak lebih baik dari aku yang dulu? Astaghfirullah…. Na’udzubillah. Sungguh aku orang yang merugi TT____TT

Aku sangat rindu denganku yang dulu. Mudah memaafkan, takbanyak berpikir hal-hal negatif, senantiasa berbaik sangka dengan segala keputusan-Nya, senantiasa teratur dan terjadwal, dan itu membuat hati sangaaaaat sejuk. Aku ingin kesejukan itu datang kembali di hati ini.

Tapi ini bukan saatnya untuk berlama-lama ber-mellow ria.

Teringat nasihat senseiku dulu, hal yang paling sulit kita temukan dalam suatu penelitian adalah merumuskan masalah. Dan ini takhanya berlaku di penelitian saja, sebenarnya begitu pula adanya di kehidupan nyata. Tak banyak yang menyadari permasalahan yang ada di dalam dirinya. Bahkan di tingkat yang paling parah, dia merasa baik-baik saja padahal ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya, tapi ia taktahu itu apa.

Maka, ketika kita bisa merumuskan masalah itu, haruslah kita bersyukur karenanya. Dan setelah itu, jangan berlama-lama berkutat dengan masalah. Segera lakukan analisis dan merumuskan strategi dan perencanaan ke depannya. Dan senantiasa, camkan dalam hati baik-baik. Bahwa segala sesuatu pasti ada hikmahnya, tak ada yang sia-sia atau kebetulan di dunia ini. Tak ada yang cacat dari segala perencanaan Allah.

Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, yang perlu kita fokuskan ke depannya adalah dengan memperbaikinya. Dan yakinlah, bahwa DIA adalah sebaik-baiknya Penolong. Dan DIA sungguh sangat dekat.

Let me run and come back, get closer to YOU….

(Alhamdulillah, Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semuanya sudah diatur oleh-Nya… Selalu ada pelajaran di setiap kejadian dan peristiwa. Mari kita renungkan dan pikirkan….)

Advertisements

One thought on “Officially Missing (the old) Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s