Bukan sekedar selembar kertas

Pagi-pagi membaca sebuah komen di wall teman. Bunyinya begini:

“75rb 2 sertifikat bertaraf nasional belum dinamain. kalau minat massage ya Kang. gak perlu ikut Acara cukup bayar dpt sertifikatnya. Soalnya acara seminarnya sudah lewat..”

Astaghfirullah… Saya merasa sakit hati dan tersinggung dengan perkataan tersebut. Saat membaca kalimat itu, saya koq merasa ada analogi “mau ijazah? Bisa bayar sekian xxx, dijamin langsung dapat gelar”

Demi mendapat lembaran kertas bertuliskan nama kita, kita cukup mengeluarkan beberapa rupiah tanpa perlu mengikutinya. WHAT? HALOOOOO…..

(entah itu dalam rangka ijazah –> kasus kelas kakap, maupun untuk seminar –> walo kelasnya gak segedhe kakap, tapi tetep aja sama)

Di manakah etika orang terdidik? Trus, apa dong esensinya? #no offense for anyone

#ini gw lagi senggol bacok :p

Hai kawans, akankah lebih baik jika kita menghormati suatu proses dan usaha. Jika mengatakan bahwa cukup dengan membayar, maka si hasil bisa diperoleh tanpa perlu susah payah melewati prosesnya, menurut saya itu sangat menodai esensi dari ilmu itu sendiri. 

Three concept of education; emphasizing knowledge, growing maturity and developing good manners…

Yup, saya seorang idealis. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s