[Note] Menjadi Dewasa

“Berani dewasa,” ujar Pak Ahmad Zairofi, “adalah keputusan jiwa yang sangat tidak sederhana”.

menjadi-tua

Hari-hari ini, begitu banyak orang tua yang terlambat menjadi dewasa.

Tak sedikit anak muda yang tidak pernah berani menjadi dewasa, menyeberang dari arus kerusakan yang menghanyutkan.

Banyak lelaki pengecut yang maunya sendiri bermain perempuan tanpa berani dewasa untuk mengambil tanggung jawab pernikahan.

Atau pegiat-pegiat kemungkaran yang pernah berani dewasa membenarkan kata hatinya yang paling dalam, betapa bangkai-bangkai kemungkaran yang ia sebarkan dengan minyak wangi tetaplah bangkai.

Atau mahasiswa-mahasiswi pemalas yang tak pernah berani dewasa menanggung lelah letih menghafal dan bergelut dengan sumber-sumber ilmu.

Atau pedagang-pedagang culas yang tak pernah berani dewasa menerima hukum usaha yang fair.

Atau politikus-politikus yang tak berani dewasa menerima takdirnya sebagai pelayan rakyat.

Mereka-orang yang tak pernah berani dewasa, bila miskin ia angkuh; bila kaya ia membunuh; bila bodoh ia menipu; bila pintar ia membuat makar…”

[diolah dari HTMST; dicopas-edit dari pak bos Syef]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s