[Story] Hiking to Maokong

As “Po” (from Kungfu Panda) said, “my biggest enemy is stairs.”

Terkapar en mendadak jadi trauma (mengarah ke benci) sama tangga. Beginilah kondisi setelah berhiking ria. hahaha…

Image
TANGGA XD! And the journey begin

Saat menulis postingan ini, aku baru saja kembali dari hiking ke bukit Maokong yang ada di belakang sekolah. Luar biasa, sesuatu banget deh sama yang namanya hiking. Hiking ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan orientasi mahasiswa baru di jurusanku, IMAS NCCU. Cukup unik juga nih, pak direktur. Bermula dari sebuah tawaran dari jurusan untuk mbantu mendampingi mahasiswa baru di orientasi, (tentu) dengan semangat 45 aku mengatakan MENERIMA dan SETUJU untuk mengikutinya. Nah, yang sempat bikin syok adalah karena aku baru tahu kalau kita-kita bakalan ber-hiking ato dengan kata lain jalan nanjak terus sampai ke puncak XD. OH NO! Sudah terlanjur mengiyakan untuk membantu. Jadi gak enak hati kalau tiba-tiba aku membatalkan keikutsertaanku gara-gara gak suka ama hiking XD.

Image
Ini orientasi pas sesi di kelas

Sempat penasaran, kutanya pada admin jurusan. Mengapa oh mengapa ada acara hiking segala. Kenapa gak naek gondola atau bis aja untuk bisa langsung sampai ke Maokong sana TT___TT. Jawaban yang kudapat adalah pak direktur (beliau baru menjabat beberapa bulan lalu), memang suka ber-hiking ria dan ingin menunjukkan sisi “kreatif” dan beda dari acara orientasi mahasiswa pada umumnya –> for me, ini merupakan OSPEK kedua. hahaha. Berbeda dengan orientasi jamanku dulu, acaranya hanya berupa pengarahan dan makan-makan. Biar beda dan berkesan kali ya, maka pak direktur memutuskan untuk membuat acara hiking ini. hiyaaaaa~

Memang, di sepanjang perjalanan dan proses jalan nanjak itu aku sungguh banyak mengeluh (uh, ini akibat jarang olahraga berat XD). Kelompok “ospek”ku tiba paling akhir di lokasi puncak sana. haha… Too much berhenti istirahat buat tarik napas panjang. But the good things adalah selama hiking tadi, ada 2 orang profesor kampusku yang ikut menemani.

Dan beliau berdua dengan sangat baik hatinya menungguku dan timku di posisi terakhir. Terharu TT___TT. Selama istirahat, kami berdiskusi tentang banyak hal; mulai dari sejarah kampusku, betapa luasnya kampusku (itu sebagian bukit Maokong masih kepunyaan kampus lho), hingga cerita-cerita pengalaman pribadi dari 2 sosok profesorku ini.

Yang menarik lagi, ternyata ayahanda dari Prof. Kuan merupakan salah satu orang yang menjadi saksi sejarah pindahnya kampusku dari yang sebelumnya School of Party Cadre untuk Partai Nasionalis di Nanjing, setelah perang sipil pecah (Partai Nasionalis vs Partai Komunis) dan kekalahan Kuomintang di tahun 1949, maka otomatis semua pihak Nasionalis pindah ke Taiwan. Mengingat pentingnya peran sekolah kader partai ini, akhirnya Chiang Kai Sek (*tokoh Partai Nasionalis, sekaligus menjadi  rektor pertama NCCU) membuka kembali sekolah ini di Taipei dengan nama dan tujuan yang serupa; “National Chengchi University” (artinya Universitas Politik Nasional). NCCU ini hanya sedikit dari kampus-kampus lain di Taiwan yang didirikan kembali setelah pindah dari China daratan ke Taiwan.

Image
Ini para profesor keren itu! Yang kiri adalah Prof. Holm (Direktur program doktoral/ IDAS) dan yang kanan Prof. Kuan (eks. direktur IMAS)

Selain itu, selalu ada “harta karun” di puncak sana! Alhamdulillah, setelah berjam-jam menges, peluh mengucur dan napas memburu, sampai juga di Maokong :D! I love the scenery so much. It’s very beautiful and magnificent. Untuk seorang tukang poto dan pecinta pemandangan alam sepertiku, kesempatan ini tak boleh terlewatkan :D! Langsung saja, kuro-chan beserta adik-adiknya (*maksudnya lensaku) yang kubawa serta ke Maokong, langsung beraksi :). Memang, setelah perjuangan berat, akan ada hal-hal manis yang PRICELESS!

Image
One of the PRICELESS view; 101 from far away
Another priceless view
Another priceless view

Oya, dalam satu kesempatan istirahat di tengah perjalanan, sempat kutanyakan pada profesorku. Kenapa sih, orang Taiwan suka banget ber-Hiking? Hampir di tiap weekend, hari libur atau hari cerah selalu banyak kulihat orang-orang (mostly yang udah sepuh) berbondong-bondong bersama rekan-rekan sejawatnya untuk ber-hiking. Kata profesorku yang seorang sociologist, beliau berkata bahwa ini karena di Taiwan kesempatan untuk sport indoor terbatas; karena mahalnya lahan dan mahalnya perawatan/ infrastruktur olahraga indoor, misalnya seperti renang. Maka, untuk menjaga tubuh mereka tetap fit, digunakanlah potensi bukit dan gunung yang ada sebagai fasilitas sport outdoor yang praktis dan gak memakan biaya banyak (buat hikers cuma perlu bawa minum aja, en pemerintah cukup perlu membangun fasilitas jalur hikingnya). Ini juga kali ya, yang jadi rahasia para orang sepuh di Taiwan bisa sehat dan bugar walo sudah tua (pake banget).

Trus, diskusi dan cerita lain dari profesor adalah tentang sejarah Maokong. Buat temen-temen yang ada di Taiwan, mungkin cukup familiar dengan tempat ini. Ya, Maokong terkenal dengan gondolanya, pemandangan yang indah di atas bukit, serta teh-nya. Nah, pak prof menjelaskan tentang awal mula kenapa ini tempat bisa terkenal dengan tehnya. Ada banyak kebun teh yang dimiliki oleh pihak swasta. Dulu, teh dibawa oleh Master Chang dari Fujian. Di Maokong, beliau mengembangkan kebun dan juga mendirikan berbagai kafe teh. Teh Maokong cukup terkenal dengan kualitasnya yang super, sehingga cukup mahal harganya. Rasa tehnya pun berbeda dengan rasa teh dari tempat asalnya di Fujian, karena kondisi alam dan tanah Maokong yang oke punya.

Finally, setelah menempuh 2 jam perjalanan nanjak, sampailah kami di restoran di kawasan Maokong yang jadi lokasi dinner. It’s great! Sempet gak enak juga sih, soalnya jadi tim yang nyampenya paling belakang XD.

IMG_5311
Ini dia, tim yang paling terakhir nyampe (incl. me yang jadi tukang poto). hehe

Ah, yang penting waktunya makan 😀 –> langsung sikaaaat.  Setelah selesai makan, saatnya kembali turun bukit (but this time turunnya pake bis ato gondola. hehehe). Alhamdulillah, what an experience :D!

IMG_5327
Great dinner (pake seafood and vegetarian food) with great view 😀

Pesan moral: Harus sering-sering olah-raga nih. Khususnya untuk hiking, harus sering dilatih supaya terjaga stamina dan juga perlu membiasakan diri naik tangga untuk olah jantung biar gak gampang terkapar seperti aye TT___TT

Advertisements

One thought on “[Story] Hiking to Maokong

  1. Pingback: [Kurochan] My 2013′s Journey with Kurochan | Chikupunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s