[Story] The Quest of “Bebek”

Sekitar 2 pekan yang lalu, banyak kawan yang “ribut” membicarakan BEBEK di dunia maya. Aku yang saat itu lagi “sok” sibuk, tak tahu menahu BEBEK apa yang sedang dibicarakan itu. Namun kemudian, saat mencari sumber berita untuk meng-update website organisasi di kampus, akhirnya kutemukanlah “bebek” yang jadi primadona.

Adalah sang bebek ini bukan bebek biasa. Ini bebek sudah pernah berkeliling dunia dan dilihat oleh jutaan orang. Sejak 19 September 2013 lalu, si bebek mampir ke dermaga pelabuhan Kaohsiung. Promosi dan publikasi dilakukan cukup gencar oleh pemerintah Taiwan melalui berbagai media massa cetak maupun elektronik. Kata kawanku, liputan di TV Taiwan relatif sering, dan memang kulihat poster tentang si bebek ini ada di mana-mana, mulai dari terminal bis hingga ke toko-toko (tak cuma di Kaohsiung, tapi hingga ke Taipei!). Ckckck… Memang luar biasa pemerintah Taiwan dalam mempromosikan pariwasata kreatifnya😀.

Image

Bebek kuning nan imut ini sungguh digemari, terutama anak-anak dan kalangan remaja (wanita) karena bentuknya yang memang menggemaskan. Tapi jangan salah, walaupun “imut”, si bebek tak bisa kita peluk dan raih karena tingginya mencapai 18 meter, terbuat dari bahan karet, dan di-apung-kan di atas laut. Saking besarnya si bebek, dari jarak jauhpun orang-orang bisa melihatnya!

Untuk bisa menuju ke tempat si bebek berlabuh, pergilah ke Kaohsiung, dan naiki MRTnya hingga ke stasiun Central Park (jalur merah). Jika teman-teman berkunjung ke sana saat weekend, ada fasilitas shuttle bus untuk menuju ke Golden Pier, lokasi si bebek. Fyi, kalau mau hemat dan sekaligus berolahraga, bisa juga jalan dari stasiun MRT ke sana. Tapi, yakinlah bahwa itu akan capek dan meng-gempor-kan kaki😄 –> I did that yesterday.

Image
Ini peta lokasinya

Dari perjalanan dan kunjungan ini, ada beberapa hal yang kupelajari terutama terkait pengelolaan dan promosi pariwisata kreatif Taiwan. Klo dipikir-pikir, ini “cuma bebek”. Tapi kenapa orang-orang ramai berkunjung ke sana dan sangat antusias (termasuk aye yang jauh-jauh datang dari Taipei ke Kaohsiung “cuma lihat bebek”. hahaha…)??

Ada banyak added value yang disematkan ke bebek kuning ini. Pertama, kekuatan publikasi. Kedua, persuasi dan konten dari publikasi yang menurutku oke punya. Disebutkan bahwa si bebek ini sudah keliling dunia (memang pernah dipamerkan di beberapa kota pelabuhan dunia). Selain itu juga si bebek membawa misi pesan perdamaian dunia. Ketiga, si bebek disebut-sebut sebagai bebek karet terbesar kedua di dunia.

Nah, bebek ini akan ada di Kaohsiung sampai bulan Oktober pertengahan, kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Taichung dan Taoyuan, sebelum akhirnya menetap di Keelung (entah kapan waktunya). Info lengkapnya, bisa dilihat di tautan berikut INI. Atau bisa juga cek di website resminya di: http://rubberduck-kaohsiung.tw/english/1.asp

Jaa, selamat merencanakan perjalanan ke Kaohsiung bagi yang mau ikutan berburu bebek :D! Berikut ini beberapa hasil jepretanku di sana:

Image
Posternya sudah “memprovokasi” sejak di Stasiun U-Bus TMS jurusan Kaohsiung
Image
Ternyata gak cuma anak-anak dan wanita saja, ada juga bapak-bapak😀
Image
Good family time🙂
Image
Dan inilah BEBEK yang jadi primadona itu!

3 thoughts on “[Story] The Quest of “Bebek”

  1. Pingback: [Kurochan] My 2013′s Journey with Kurochan | Chikupunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s