[Share] Ketika Tugas Akhir Kembali Menyapa

Image
Diambil dari: http://bit.ly/17RIePU

Hai hallo, lama tak berjumpa denganmu, dear Tugas Akhir :D! Gak terasa, sudah hampir 3 tahun berlalu sejak aku terakhir kali berkutat dan berduaan denganmu di tiap malamku pada 2010 yang lalu. Kini, engkau akan kembali hadir mengisi hari-hariku, terutama selama 9 bulan ke depan. Walau sudah pernah 2 kali bersamamu, tetap saja, kehadiranmu kali ketiga ini, sungguh “spesial” dan tetap bikin galau.

***

Tugas akhir, baik itu berupa skripsi, tesis ataupun disertasi selalu menjadi “momok” buat mahasiswa. Ada yang stress, galau, bingung, ato mungkin ada juga yang bahagia😀 (mari berbaik sangka ^^). Tak terkecuali aye.

Bener-bener deh, time flies so fast. Sudah lebih dari setahun keberadaan aye di Bumi Formosa, en sudah jadi mahasiswa semester tiga en tahun kedua (alias tahun terakhir –> maksudnya memang wajib lulus 2 tahun). Sebenernya untuk topik tesis kali ini sudah ada di kepala, dan sudah kucoret-coret dalam note-book. Namun, memang yang namanya ilmu itu, semakin banyak belajar, semakin banyak tahu, semakin ingin jadi lebih baik lagi. Gak lagi jadi orang-orang yang “pragmatis”; asalkan lulus dan dapet ijazah, namun ada passion terhadap bidang keilmuan, dan syukur-syukur kalau bisa memberikan kontribusi yang nyata dari hasil riset tesis/ tugas akhir kita.

Nah, belajar dari dua pengalamanku sebelumnya nulis skripsi dan tesis, maka kali ini aye ingin berbagi pengalaman dan tips (sbagai pengingat diri juga –> supaya ada bukti tertulis ni ceritanya) tentang bagaimana langkah dan strategi dalam mengerjakan tugas akhir. Yah, tak ada orang yang sempurna, but let me share to you, about my experiences:

1) Luruskan niat dan kuatkan motivasitugasakhirmahasiswa

Lihat kembali ke dalam diri baik-baik, apa yang menjadi niatan terkuat dan motivasi terbesar kita dalam menulis dan menyelesaikan tugas akhir. Ingat-ingat dan tulis niat + motivasi itu, supaya kita tidak mudah lupa dan bisa teringat lagi ketika semangat lagi down alias futur ato ke-distract dengan berbagai hal (maksudnya jadi gak fokus).

2) Buatlah timeline tesis

Gak smua orang terbiasa merencanakan hidup mereka; ada yang beralasan ingin hidup spontan, ada juga yang karena memang belum biasa. Yah, tiap orang punya preference sendiri-sendiri. But so far, dengan adanya timeline dan penyesuaian terhadap rencana hidup, kita bisa jadi fokus untuk membuat strategi ke depan. Bukankah kebaikan yang terencana itu akan lebih besar dampaknya :D?

Sejauh ini, alhamdulillah aye sudah membuat timeline untuk proses tesis ini. Selain karena di dalam proposal tesis memang harus ditulis, juga untuk ngingetin rencana-rencana hidup yang laen. I’ve made my time-line life plan detail per-hari, per-minggu dan per-bulan hingga akhir 2014 nanti😀.

Let me share, untuk tesis ini, aye berencana sbb:

  • Proposal Tesis: Oktober – November 2013
  • Sidang proposal: Desember 2013
  • Daftar research grant tesis LPDP: Januari 2014
  • Penelitian lapangan: November 2013 – Maret 2014
  • Penulisan tesis: Januari – Mei 2014
  • Sidang tesis/ thesis defense: awal Juni 2014
  • Wisuda: awal Juni 2014
  • Revisi tesis dan persiapan balik ke tanah air: akhir Juni 2014

Ngomong-ngomong, fyi, kampus-kampus di Taiwan sini punya kebiasaan klo wisuda itu cuma diadakan setahun sekali di bulan Juni. Dan lulus atopun belum lulus (sudah sidang or belum) akan tetep diwisuda😀. But for me, I’ll try to make a real commemoration sesuai standar yang ada di Indonesia –> wisuda, udah dinyatakan lulus juga😀

3) Perbanyak Diskusi

Nah, ini juga penting. Kadang kita sering stag gak nemu ide untuk tesis, ato mungkin juga bingung untuk memfokuskan topik penelitian kita. Oleh karenanya, diskusi dan tukar pikiran dengan teman-teman yang senasib :p ato dengan pihak-pihak yang memang concern terkait dengan penelitian dan karya tulis ilmiah, akan bisa banyak membantu.

Untuk kasus aye, sejauh ini usaha yang dilakukan selain nyari referensi di buku, juga diskusi ama senior di kampus (untuk sharing pengalaman, trutama hal-hal teknis dalam tesis), ahli sinologi yang sekosan ama aye (lirik nduk Ni’mah :p), juga ikutan workshop academic writing yang diadakan oleh program IDAS IMAS di kampusku. Juga sesekali diskusi ama dosen dan pembimbing tesis. Alhamdulillah, dengan keberadaan mereka bisa memberi ide dan masukan untuk tulisan.

4) Siapkan Buku Catatan khusus untuk TA

ImageIni baru kuterapkan sekarang ini. Seringkali ide dan kata-kata penting untuk TA kita itu munculnya di waktu-waktu tak terduga. Dan supaya tidak mudah lupa, perlu dicatat dan ditulis. Sekuat-kuatnya dan sehebat-hebatnya daya ingat seseorang tak akan bisa mengalahkan tinta yang tergores di atas kertas😀. Berhubung juga aye kuliah di jurusan sosial, maka lompatan-lompatan ide dan kata-kata penting harus dijadikan satu, dalam bentuk hardcopy.

Kalau kumpulan kertas, khawatirnya akan tercecer dan kita akan rentan lupa dimana meletakkannya😄 (pengalaman pribadi). Maka, dengan menuliskan setiap ide dan catatan penting (rangkuman tesis, hasil wawancara, dll) harus dijadikan satu dalam sebuah buku. Jangan lupa juga untuk selalu membawanya kemana-mana, karena ya itu tadi, we never know when these brilliant ideas will come to our mind😀. hihihi….

Sbagai tips juga, kalau mau mencatatnya dalam bentuk soft-file, mungkin agak ribet karena harus bawa gadget, apalagi kalau pas baterenya habis. Jadi, slalu siapkan pensil/bolpen dan note-book yah! Biar lebih semangat juga, mungkin di dalam notebook tersebut bisa diberi berbagai macam warna dan hiasan😀

5) Ikuti Konferensi Terkait Topik TA

Cara yang ini menurutku cukup efektif untuk “menekan” diri sendiri untuk menulis dan segera menyelesaikan TA kita. Kalau nunggu sidang tesis, tampaknya akan kelamaan. Jadi di awal or tengah-tengah proses penulisan bisa nih kita ikutan konferensi dan menyampaikan topik kita ke akademisi dan mahasiswa lain.

Aku pribadi sengaja mendaftarkan diri ke salah satu konferensi untuk mahasiswa graduate program di Filipina pada Desember ini untuk mempresentasikan hasil penelitian (sementara)ku. Sebenernya, memang belum tentu abstrak/ paper kita akan diterima saat mendaftar, tapi paling tidak itu bisa jadi stimulus untuk menulis🙂. Dan paper untuk konferensi yang akan kuikuti ini, rencananya juga akan menjadi bahan proposal tesisku di kampus.

En then, selain untuk stimulus, dengan ikutan konferensi kita bisa jadi bertukar pendapat dan pengetahuan dengan peserta konferensi yang lain. Plus juga, jadi ada kesempatan untuk jalan-jalan terselubung. hahahaha… #dukung jalan-jalan berkedok akademis :D! yeay~

6) Sempatkan untuk Break sejenak

16603009-hand-drawn-cartoon-traveller-on-the-planet-earthKadang, karena saking memforsir diri sendiri untuk segera selesai tesis dan lulus, bisa bikin stress😄. Maka, perlu tuh yang namanya rehat sejenak, sesuai dengan kesukaan masing-masing. Boleh jalan-jalan, traveling, backpacking (eh, ini mah intinya jalan-jalan smua yak? wkwkwk).

Saking freak-nya aku pada jalan-jalan, di tengah-tengah masa penulisan tesis, aku sudah merencanakan trip solo backpacking ke negeri Jiran (Eastern Malaysia and Brunei) pada Mei 2014 (dah beli tiket, Alhamdulillah😀 –> niat bener buat jalan-jalan). Pas kebetulan juga lagi ada tiket promo, jadi sambil rehat, bisa juga sambil melihat sisi lain dari bumi ciptaan-Nya🙂. Ato, gak perlu jauh-jauh, rehatnya bisa juga di sekitar rumah atau tempat tinggal kita. Sesuai selera deh, pada prinsipnya😀.

7) Ikhtiar yang kuat, Doa diperbanyak dan Istiqomah

Sebenernya untuk hal yang satu ini harus senantiasa, maksudnya gak cuma karena ada “maksud” demi tesis or TA saja. Kesannya koq jadi pragmatis. hahaha…. Tapi, tak ada salahnya untuk mengingat selalu, dan terutama minta doa dari kedua orang tua kita.

8) Last but not least, Semangat untuk BISA Menyelesaikan (plus tepat waktu)!

Teringat nasihat dari pak bos terkait skripsi. Pernah aku posting di SINI. Let me re-post nasihat beliau ya:

Seputar SKRIPSI oleh @aniesbaswedan (2012):

  • Menulis skripsi adalah menaklukan diri sendiri.
  • Cara mengerjakan skripsi adalah potret diri penulisnya saat senyatanya kerja mandiri.
  • Skripsi bukan sekadar soal riset; skripsi adalah simulasi cara berkarya/ bekerja setelah lulus kuliah.
  • Menunda-nunda pengerjaan skripsi adalah mengakumulasi rasa sesal.
  • Akhirnya skripsi yang ditunda-tunda itu tetap harus diselesaikan juga.
  • Membaca referensi banyak-banyak buat skripsi itu baik, tapi menuliskan hasil bacaan itu jauh lebih baik🙂
  • Makin lama jeda pengerjaan skripsi, makin sulit memulainya lagi.
  • Makin sulit memulai lagi, makin lama selesainya.
  • Skripsi yang membanggakan & menenangkan seumur hidup penulisnya adalah skripsi dibuat dng KEJUJURAN.
  • Sibuk mengerjakan skripsi itu baik, tapi menyelesaikan skripsi itu jauh lebih baik
  • Dan akhirnya, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai

Smoga dengan postingan ini bisa menjadi pengumpul serpihan semangat yang masih berserakan dalam mengerjakan tugas akhir. Wahai kawan, sesama mahasiswa tahun terakhir, mari kita kerjakan dan selesaikan TA kita :D! Bismillah, Smoga Allah senantiasa meridhoi dan memberkahi setiap usaha dan langkah kita dalam menyelesaikan TA ini. Dan semoga ketika lulus bulan Juni nanti, aye bisa dapet ijazah ketiga dan juga ija* sah :p. aamiin

Dari: http://fadlikadn.files.wordpress.com/2013/01/spirittugasakhir.png
Menantikan masa-masa menyebut kalimat ini! Dari: http://bit.ly/1d3ekjx

3 thoughts on “[Share] Ketika Tugas Akhir Kembali Menyapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s