[Travel] Pingxi Sky Lantern Festival 2014

Pingxi Sky Lantern Festival atau 平溪放天燈 (Píngxī fàng tiān dēng) merupakan salah satu festival terbesar tahunan yang ada di Taiwan, bahkan festival ini terkenal hingga ke berbagai negara. Discovery Channel bahkan menyebutnya sebagai the world’s second largest festival at night. Festival ini diadakan setiap tahunnya di hari ke-15 bulan pertama (sekitar pertengahan Januari atau Februari) tahun baru China di Taiwan. Setiap pelaksanaan perayaan ini, tak kurang dari 100,000 – 200,000 lentera diterbangkan.

Tradisi menerbangkan lentera ini ternyata sudah sejak lama dirayakan lho, kira-kira sejak 100 tahun yang lalu. Tapi, khususnya festival massal ini baru 13 tahun, dan setiap kali diadakan, ribuan ribu orang datang ke Pingxi untuk menyaksikan secara langsung keindahan langit malam yang dihiasi kerlap kerlip lentera berterbangan.

Secara pengorganisasiannya, festival ini dikelola oleh Pemerintah New Taipei City, yang dengan baiknya, mengatur segala hal teknis mulai dari bus transportasi murah dan mudah untuk para pengunjung, hingga ke pengaturan lainnya.

Image
Ini poster promosi eventnya

Pada mulanya, maksud dari penerbangan lentera ini adalah untuk memberikan tanda bagi para penduduk Han yang tinggal di daerah ini bahwa kondisi mereka aman. Memang, pada masa itu ada banyak sekali tindakan kriminalitas. Daerah Pingxi ini dulunya merupakan daerah pertambangan batu bara, namun karena pertambangan ini akhirnya berhenti beroperasi pada akhir tahun 1990, penduduk memerlukan sumber penghasilan lainnya. Kemudian, jadilah aktifitas lentera ini dibuat secara massal dan dikemas dalam bentuk festival.

Bagi masyarakat Taiwan, mereka menuliskan harapan dan doanya di lentera kertas ini. Mereka percaya bahwa doa tersebut akan sampai ke surga dan akan membawa keberuntungan baik di tahun yang baru.

Selama festival berlangsung, ada banyak kios yang menjual lentera kertas, souvenir miniatur lentera, makanan cemilan, serta kembang api di sepanjang jalanan Pingxi. Pada malam harinya, ratusan lentera secara terus menerus diterbangkan di area terbuka. Untuk hari tertentu, khususnya di akhir pekan, panitia festival menyediakan lentera gratis untuk para pengunjung yang telah mendaftar. Bagi yang tidak kebagian, jangan khawatir. Karena pengunjung bisa membeli sendiri lentera dengan berbagai ukuran dan bentuk, dengan harga sekitar NTD 100 – 200 (sekitar Rp 35.000 – 65.000).

Pada tahun 2014 ini, puncak Pingxi sky lantern diadakan pada tanggal 3, 8 dan 14 Februari. Buatku, ini kali kedua aku menghadirinya. Tahun lalu (2013) benar-benar jadi pengalaman yang “traumatis”. Kenapa traumatis? Karena saking padatnya manusia, diperlukan waktu mengantre bis pulang yang lama. Sekitar 4 jam, dan itu pun berdiri dengan berdesak-desakan! Dari pengalaman tersebut, kuambil pelajaran dan kuatur strategi agar kejadian yang sama tak terulang lagi di tahun ini (2014) maupun di tahun-tahun mendatang.

Berikut beberapa tips untuk teman-teman yang hendak berkunjung ke sana:

1) Atur jadwal dan pilih waktu yang tepat

Tahun lalu, aku dan kawan-kawan NCCU memilih datang di hari paling puncak festival dan berencana untuk ikut menerbangkan lentera gratis secara massal. Karena acara ini diadakan pada jam 18.30, paling tidak kami harus sudah berangkat pada pukul 10.00 siang. Perjalanan dari MRT Taipei Zoo station (tempat bus shuttle disiapkan) ke lokasi, sekitar 1 jam. Oya, biaya yang diperlukan adalah NTD 50 (sekitar Rp 20,000) untuk bis PP (bayar pas berangkat, pulang gak usah bayar lagi). Tapi kalau seandainya gak mau ikutan nerbangin yang gratisan itu, bisa berangkat sekitar jam 2 atau 3 sore dari bus shuttle station.

Berangkatnya jangan terlalu sore ya, khawatir jalanan sudah keburu macet oleh kendaraan dan jalanan di sekitar Pingxi yang lumayan sempit (letaknya di antara perbukitan). Kan gak asik, karena kejebak macet, sesampainya di lokasi, acara penerbangan massalnya kelewat😄

2) Siapkan stamina

Untuk bisa ke sini, yang harus benar-benar dipersiapkan adalah stamina! Kenapa? Sesampainya di lokasi, supaya bisa dapat giliran untuk menerbangkan lentera gratis tersebut, harus mengantri (lagi), dan yang ini cukup “gila”. Karena stand pendaftaran baru dibuka jam 2 siang, orang-orang yang terlalu bersemangat sudah stand-by sejak jam 11 siang. Walhasil antrian jadi mengular panjang dan begitu lama😄.

Belum lagi antrian untuk menerbangkan lentera, yang bisa memakan waktu 1,5 jam. Dan perjuangan berlanjut saat mengantri naik bis pulang.

3) Bawa perbekalan yang cukup

Siapkan makanan cemilan, makan siang dan makan malam (kalau perlu) serta air minum. Mengingat kepadatan pengunjung, ini akan menghambat ruang gerak kita kesana kemari cari makanan. Belum lagi cemilan or jajanan yang kita temukan belum tentu “aman” dan halal. Jadi baiknya siapkan sendiri yaaaah. Oya, kalau ada kesempatan, sebenarnya saat di sana aku sempat menemukan satu stall kebab halal yang dijalankan oleh suami istri Pakistan – Taiwan.

Untuk peralatan sholat, jangan lupa bawa alas koran plus sajadah juga ya. Soalnya agak sulit menemukan tempat yang cukup bersih dan rata.

4) Siapkan perlengkapan Foto yang lengkap

Buat para toekang poto, siapkan lensa tele dan tripod. Ini dua benda yang paling penting. Fyi, saat festival berlangsung, smua jenis tukang foto mulai dari amatir hingga profesional, berlomba mencari lokasi/ spot memoto yang paling bagus. Bahkan mereka sudah stand-by sejak siang demi mendapatkan spot terbaik. Kalaupun misalnya belum rejeki karena gak kebagian tempat, disitulah peranan lensa tele dan tripod. Agak jauhan dari lokasi, gak masalah. Masih bisa dapat foto yang bagus. hehehe…

5) Pilih Antrian Bis yang “Berdiri”, bukan “Duduk”

Walau lelah setelah seharian berjuang, ada baiknya saat mengantri bis untuk pulang kita ambil yang jalur “berdiri”. Mengapa? Karena tahun lalu aku dan kawan-kawan mengantri di jalur duduk, dan itu memakan waktu 4,5 jam😄. Jadi, lebih baik bercapai-capai untuk beberapa menit di bis, tapi cepat sampai rumah (dan gak kelamaan antri en berdiri).

***

Sekian tips dan cerita tentang pengalamanku mengikuti festival ini selama 2 tahun berturut-turut. Alhamdulillah, pelajaran dari trauma tahun lalu bisa diterapkan tahun 2014 ini. Dan cukup efektif menghemat waktu, tenaga dan stamina :D!

Berikut adalah hasil jepretanku feat Kuro-chan yang cukup berhasil tahun 2014 ini :D! Alhamdulillah… Selamat melihat-lihat😀

Image

Image

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s