[Story] Thanks T700, Welcome A645

*Di Karawang tanggal 22 Desember 2009, ku berjumpa dengannya. Dan di Taipei, 8 Juli 2014, saatnya berpisah dengannya…

Tak terasa 4,5 tahun berselang, di bulan Ramadhan ini, salah satu bagian dari hidupku berganti siklusnya. Dia, yang selalu menemani setiap perjalananku mulai akhir Desember 2009 hingga awal Juli 2014 yang lalu, sudah memasuki masa “pensiun”. Sosok hijau ini menjadi teman setia bagiku dalam berkelana, mengunjungi berbagai belahan bumi-Nya.

Entah sudah berapa puluh ribu kilometer jarak yang kulewati bersamanya. Dalam diamnya, ia senantiasa menjadi saksi kisah perjalananku; saat bahagia, sedih, deg-degan, khawatir, takut, hingga kesepian. Ya, dialah Pasporku, si T700***🙂. Di sini, perkenankanlah aku merekamkan jejak perjalananku bersamanya.

20140726_100346
Officially Retired

Tahun 2010

Adalah tahun di mana frekuensi perjalananku mencapai puncaknya.

  • 24 Februari 2010, Bangkok – Thailand: Untuk pertama kalinya, halaman si T700 mendapatkan stempel. Saat itu, bersama 3 orang kawan dari UGM, kami menginjakkan kaki di Thailand untuk mengikuti AsTW 2010, sebuah short course program yang diadakan oleh Mahidol University International College dan Kyushu University. Selama dua pekan, aku mempelajari bahasa dan budaya Thailand, serta hubungan internasional di Asia Tenggara. Pengalaman ini merupakan salah satu momen yang tak terlupakan. Beberapa tulisan terkait perjalanan ini bisa dibaca di sini dan sini.
  • 14 Maret 2010, Kuala Lumpur – Malaysia: Sepulangnya dari negeri Gajah Putih, kusempatkan mampir, bersilaturrahim dengan para kawan yang sedang menuntut ilmu di negeri jiran ini.
  • 16 Maret 2010, Singapura: Perjalanan dilanjutkan menuju Singapura melalui jalur darat by train. Pemandangan sepanjang perjalanan dari Kuala Lumpur ke Singapura, penuh dengan ladang Kelapa Sawit. Agak membosankan memang😄. Tapi, jadi pengalaman tersendiri bisa mencicipi kereta di jalur Semenanjung Malaya
  • 27 Juni 2010, RRC: Keinginan untuk mengunjungi negeri tirai bambu akhirnya bisa tersampaikan. Alhamdulillah. Perjalanan selama 8 hari di China daratan ini, kuoptimalkan untuk berkunjung ke berbagai tempat di Beijing, Wuhan dan Xian. Lokasi yang wajib dikunjungi adalah The Great Wall. Kisahnya bisa dibaca di sini. Selain berjumpa dengan kawan sekamar saat di Thailand, kusempatkan juga menilik (mantan) calon kampus di Renmin University. Di Wuhan, aku berjumpa dengan kawan-kawan seperjuangan saat mengikuti AsTW 2010.
  • 14 Agustus 2010, Mekah & Madinah – Arab Saudi: Alhamdulillah pada Ramadhan 2010, aku bersama bapak dan ibu berkesempatan untuk umroh, mengunjungi Baitullah. Semoga Allah memperkenankanku untuk kembali ke sana, sesuai dengan doa yang kusampaikan pada waktu itu. aamiin.

Berhubung tahun 2011 sedang serius dan asiknya bekerja dan belajar di Indonesia Mengajar, so perjalanan di tahun ini lebih banyak kulakukan di tanah air tercintah🙂.

Tahun 2012

19 Juni 2012, Singapura: Di tahun ini, akhirnya perjalanan kulakukan lagi. Si T700 kembali menemani. Bersama kakak tercinta (*tsaaah, my sister mesthi langsung merinding), kami ber-backpacking ke Singapura. Sebelum kakakku berkeluarga, kami cukup sering melakukan backpacking bersama.

07 September 2012, Taiwan: Inilah saat di mana aku meninggalkan tanah air dan keluarga untuk waktu yang cukup lama, demi menuntut ilmu di bumi Formosa. Selama 2 tahun hingga Agustus 2014, aku kan berjuang mengumpulkan serpihan hikmah yang terserak di sini.

Tahun 2013

25 Januari 2013, Singapura: Untuk kesekian kalinya, aku menginjakkan kaki di negeri Singa. Kali ini dalam rangka transit untuk kembali ke kampung halaman. Bersama mbak Dian yang berdomisili di sana, kusempatkan untuk bersilaturrahim dan berkunjung ke Mustafa Center, pusat perbelanjaan India yang super lengkap dan murah. Untuk ibu-ibu macam saya, coklat dan beragam bumbu India adalah barang yang paling dicari. hahaha…

01 Juli 2013, Seoul + Daejeon + Busan, Korea Selatan: Alhamdulillah, selama 10 hari, aku berada di negeri Ginseng. Aku berkunjung ke sini dalam rangka menghadiri konferensi + presentasi paper di CISAK 2013 yang diadakan oleh rekan-rekan PERPIKA, di KAIST, Daejeon. Konferensi ini sebenarnya hanya berlangsung 2 hari, namun, as you know, konferensi adalah salah satu “kedok” yang paling oke untuk seorang travel freak sepertiku :p. Selama 8 hari yang tersisa, aku bersama beberapa orang kawan mengelilingi kota Seoul dan sekitarnya. Dan sempat pula kucicipi naik KTX (semacam Shinkansen ato THSR) untuk menuju ke Busan. Beberapa foto story, kutuliskan di sini: Seoul dan Busan.

988259_10200837119024736_617461835_n

27 November 2013, Bangkok – Thailand: Secara tak disangka-sangka, aku mendapatkan rezeki untuk bisa menghadiri Simposium Internasional PPI Dunia yang diadakan di Thammasat University, Bangkok. Kali ini, aku bersama mas Rangga, yang saat itu jadi ketua PPI Taiwan, diamanahkan untuk mewakili PPI Taiwan dalam acara tahunan. Ini pengalaman pertama mengikuti sebuah sidang bersama kawan-kawan Indonesia dari berbagai negara. Ada perasaan takjub dan syukur, bisa melihat perjuangan rekan-rekan setanah air yang menuntut ilmu di perantauan.

Eniwei, saat itu di Bangkok sedang terjadi demo besar-besaran dan ada kasus penembakan juga. Maka, jadilah, suasana menjadi sedikit mencekam. Karena lokasi kampus tempat acara, tak terlalu jauh dari lokasi pusat demo. Sempet menyaksikan juga dari dekat prosesi demonya😄

06 Desember 2013, Manila – Filipina: Tak lama berselang, perjalanan berkedok konferensi kembali kulakukan. Demi memenuhi target ASEAN visit, maka kuikuti sebuah konferensi yang diadakan oleh Asian Center, University of the Philippine di Quezon City. Kisah lengkapnya kutuliskan di sini. Banyak hal yang kupelajari selama berada di sana, yang paling berkesan adalah memperbandingkan kondisi kota Manila (plus orang-orangnya) dengan Jakarta. Sempat pula kutemui kawan-kawan Filipino saat bersama di AUN 2007 di Laos dan AsTW 2010 di Bangkok.

12 Maret 2014, Hong Kong SAR: Lagi-lagi, dengan kedok yang sama, aku berkunjung ke Hong Kong untuk menghadiri konferensi yang diadakan di Hong Kong University. Selama beberapa hari di sana, aku bertemu dengan kawan alumni UGM dan juga mbak Dina, yang baru kusadari kami begitu cocoknya. Mereka berdua adalah mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Tokyo, Jepang. Sempat pula aku bersilaturrahim bersama kawan-kawan PPI Hong Kong yang berkuliah di Chinese University of Hong Kong (CUHK). Di CUHK pula, aku sempat bertemu dengan Prof. Paul O’ Connor, seorang antropolog berkebangsaan Inggris yang menulis buku tentang “Islam in Hong Kong”.

16 Maret 2014, Macau SAR: Agak sayang rasanya kalau sudah ke Hong Kong, tapi ndak mampir ke Macau. Perjalanan singkat satu hari ini, kuoptimalkan untuk melihat peninggalan sejarah bangsa Portugis dan juga sebuah masjid mungil yang ada di sana. Kisah perjalanannya akan kutuliskan kemudian.

05 Mei 2014, Sabah – Malaysia Timur: Sebelum si T700 menginjak injury time “6 bulan berlaku”, maka untuk terakhir kalinya kuajak ia berkunjung ke Northern Borneo. Aku tiba di Kota Kinabalu – Sabah, Eastern Malaysia.

06 Mei 2014, Sarawak – Malaysia Timur: Nah, di tanggal ini aku menuju ke Kuching, Sarawak. Kenapa kutuliskan terpisah dari Kota Kinabalu, karena sistem yang digunakan di Malaysia adalah states, jadi tiap negara bagian ada capnya tersendiri.

09 Mei 2014, Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam: Untuk melengkapi kunjungan di utara Borneo, kusempatkan silaturrahim ke Brunei Darussalam yang saat itu lagi ramai-ramainya dibicarakan karena penerapan hukum syariah. Alhamdulillah, di sana aku rejeki bisa bertemu kawanku orang Brunei, yang juga seorang dosen sejarah di Universiti Brunei Darussalam. Pertama kali bertemu saat kami sama-sama mengikuti acara AUN 2007 di Vientiane, Laos. Cerita lengkap tentang Brunei, akan ditulis tersendiri.

Nah, lengkapnya cerita ber-backpacking ke Sabah, Sarawak dan Brunei ada di SINI.

Dan, setelah dari Brunei itulah, berakhir masa tugas si T700. Alhamdulillah, terima kasih banyak atas segala sesuatunya selama 4,5 tahun ini. Dan per 8 Juli 2014, “new family” has come. That is A645. Selamat datang! Welcome! Kore kara, yoroshiku onegaishimasu. Mohon bantuannya, semoga engkau selalu setia menemani dalam perjalananku selama 4,5 tahun ke depan. Can’t wait to see, where will I bring you😄. Bismillah….

*Paspor, inspirasi untuk memilikimu dikuatkan dengan adanya tulisan dari pak Rhenald Kasali INI.

Life, curious! Let’s get lost😀

One thought on “[Story] Thanks T700, Welcome A645

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s