[My Kitchen] Nasi Kuning “Anak Rantau”

nasi kuningIdul Adha tahun ini adalah lebaran ke-3 saya tidak bersama-sama dengan keluarga merayakannya di tanah air. Tapi, tak mengapa. Hari Sabtu yang lalu, saya bersama-sama dengan dua orang kakak kosan yang berbaik hati “menampung” saya selama sebulan terakhir ini😉, mencari ide makanan apa yang mau dimakan untuk “memeriahkan” suasana Hari Raya ini.

Berhubung jajanan di sekitar masjid setelah sholat Eid ludes terjual dan ramai dikunjungi, jadilah kami pergi ke toko bahan makanan Indonesia yang letaknya hanya beberapa meter dari Masjid Besar Taipei.

Keputusan untuk memasak Nasi Kuning (as you can see in the picture above), baru tercetuskan ketika berada di dalam toko, sambil melihat-lihat bumbu masakan apa saja yang tersedia di sana. Sambil mengingat-ingat bahan makanan yang tersedia di kosan, akhirnya saya sebagai juru masak memutuskan untuk memasak nasi kuning lengkap😉

Untuk resep nasi kuningnya, didapat dari hasil googling-an dan untuk bahan pelengkapnya, dibuat dengan resep menggunakan feeling ala emak-emak :p

Setelah berjibaku dengan dapur dan segala perlengkapannya, sekitar 2,5 jam kemudian jadilah nasi kuning dengan pelengkap telur dadar, ayam goreng, kering tempe kacang dan juga tak lupa sambal + timun.

Sebagai seorang perantau ilmu, janganlah sampai bersedih hati berlebihan karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Sambil menelepon keluarga di tanah air, kita bisa tetap merayakan Idul Adha sambil menyantap sajian khas Indonesia di tanah rantau ini. Tetap nikmati, dan syukuri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s