[Share] Istri Ideal = Guru TK (?)

Saya teringat ucapan salah seorang kawan, “Calon istri ideal itu adalah guru play-group atau guru TK”. Saat itu saya sempat mikir, “hah, emangnya kenapa?” Dan kemudian, barulah pekan lalu saya menemukan alasannya.

Tanggal 12 November, saya diajak oleh kakak saya untuk ikut acara jalan-jalan ke Taman Safari yang diadakan oleh playgroup tempat keponakan saya bergabung. Dalam acara ini, para batita tersebut didampingi oleh ayah, ibu atau kakek neneknya. Saya walaupun masih single gini (*eh curcol), ikut bersama dengan rombongan mereka sebagai pendamping kedua dari keponakan saya, Pipi-chan.

Selama kegiatan berlangsung, saya mencoba berinteraksi dengan para orang tua pendamping dan juga dengan anak-anaknya. Saya pun sempat ditanya-tanya, “yang mana anaknya, Bu?” which is membuat saya tertohok-tohok dan senyum mringis. Tapi senang sekali rasanya bisa mengamati dan mengobservasi aktivitas ini. Dan kesempatan untuk mengamati kembali saya dapatkan awal pekan lalu ketika ikut menjemput Pipichan di sekolahnya. Dan lagi, ada pelajaran baru yang saya dapatkan.

Jujur, dunia balita dan batita merupakan scope network and activities saya yang jangkauannya paling jauh, alias jarang sekali dijamah. Terlebih mengingat dua tahun terakhir saya berada dalam masa perantauan dan lebih banyak berkutat dengan dunia mahasiswa, maka jadilah saya merasa sangat kagok. Tapi tak mengapa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

guru TK

Dari pengamatan saya, orang-orang yang mudah dekat dan bisa mengajak bermain para balita dan batita adalah orang yang luar biasa hebat, terutama dari sisi kesabarannya. Sungguh, saya standing applause dan envy kepada mereka, para guru playgroup dan guru TK tersebut.

Saya pun mendiskusikan hal ini dengan ibu dan kakak saya yang tentu sudah ngrasain bagaimana jadi ibu-ibu. Ibu saya pun mengatakan bahwa memang tidak mudah untuk bisa dekat dan mengajak bermain para batita dan balita, apalagi dalam waktu yang panjang. Diperlukan kesabaran, kreativitas dan senyuman yang tak boleh henti ketika bermain bersama mereka. Apalagi, anak-anak sangatlah jujur dalam mengekspresikan kebosanan atau ketidaksukaan, terutama jika bertemu dengan orang-orang yang “gak tulus”.

Anak-anak usia dini itu, sungguh unexpected kemauan dan tingkahnya. Dalam tempo singkat, mereka bisa tertawa, kemudian tiba-tiba menangis, marah bahkan tiba-tiba jadi terdiam. So, kebayang betapa para guru TK dan guru playgroup itu sungguh luar biasa. Karenanya, kalau dipikir-pikir lagi, sangat wajarlah apa yang disampaikan teman saya di atas.

kindergarten

Masa-masa keemasan anak adalah pada saat periode batita dan balita, dimana ini juga menjadi pembentuk dasar yang sangat krusial bagi mereka, sehingga gaya pendekatan dalam mendidik amatlah penting.

Yah, yang namanya pendapat boleh beda-beda tentang kriteria istri ideal. Namun dalam postingan ini saya hanya mencoba memahami perspektif dari kawan saya tentang kriteria tadi. Serta jadi bahan renungan dan pembelajaran pribadi untuk lebih mendekatkan jangkauan “dunia asing” ini dan meneladani kesabaran para guru TK/ playgroup (dan tentu juga para ibu). Karena suatu saat nanti, semoga Allah meridhoi, waktu untuk saya akan datang juga saatnya. Semoga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s