[Share] Seleksi Beasiswa LPDP – Part 1

Alhamdulillah. Segala Puji Bagi Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Doa saya untuk melanjutkan studi (lagi) diijabah Allah dengan dilancarkannya proses dalam berjuang mendapatkan beasiswa. Namun ini semua belum berakhir. Perjalanan saya menuju ke Berlin masih panjang. Palilng tidak sudah dua tahapan proses sudah saya lewati, yaitu proses seleksi beasiswa pendidikan Indonesia (BPI) LPDP dan persiapan keberangkatan (PK).

Nah, dalam beberapa postingan ke depan, perkenankan saya berbagi pengalaman tentang bagaimana awal proses saya dari awal hingga pengumuman hasil seleksi. Namun sebelum menuju ke sharing pengalaman, let me describe secara singkat selayang pandang LPDP.

Tentang LPDP

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah lembaga di bawah Kementerian Keuangan dengan pengawasan dari empat Kementerian, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta Kementerian Agama Republik Indonesia. LPDP dibentuk sebagai salah satu pemenuhan dan pelaksanaan amanah UUD 1945 terkait fungsi pendidikan, mengalokasikan 20 persen Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) adalah untuk pendidikan.

Merujuk pada sejarahnya, pada tahun 2010 Pemerintah dan DPR RI melalui UU Nomor 2 tahun 2010 tentang APBN-P 2010 menyepakati bahwa sebagian dana dari alokasi dana fungsi pendidikan dalam APBN-P tersebut dijadikan sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola dengan mekanisme pengelolaan dana abadi (endowment fund) oleh sebuah Badan Layanan Umum (BLU).

Mekanisme yang ada di LPDP, merupakan sebuah terobosan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan antar generasi (future leaders), yang memiliki aspek Fleksibilitas (terkait siklus normal penganggaran agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran allowance), sebagai antisipasi apabila APBN mengalami penurunan sebagai akibat dari faktor eksternal sehingga alokasi anggaran pendidikan akan turun, serta sebagai antisipasi apabila terjadi force majeur yang menjadi sebab terganggunya pelaksanaan pendidikan.

Pengelolaan dana abadi pendidikan ini digunakan untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang yang menunjang percepatan pembangunan Indonesia dan mempersiapkan calon pemimpin muda masa depan, melalui pemberian dana pendidikan untuk beasiswa dan riset kepada putra – putri terbaik Bangsa Indonesia. Selain itu, hal ini bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi mendatang sebagai pertanggungjawaban antargenerasi serta mengantisipasi keperluan rehabilitasi pendidikan yang rusak akibat bencana.

Nilai-nilai yang diperjuangkan LPDP, antara lain: Integritas, Profesional, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan yang diimpelementasikan dalam keseharian dan budaya organisasi setiap insan LPDP.

  1. Integritas: Berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh prinsip-prinsip moral.
  2. Profesionalisme: Bekerja tuntas, akurat atas dasar kompetensi terbaik, penuh tanggung jawab, dan komitmen yang tinggi.
  3. Sinergi: Membangun hubungan kerja sama internal maupun kemitraan yang produktif dan harmonis.
  4. Pelayanan: Bekerja sepenuh hati, transparan, cepat, akurat dan mudah dalam memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.
  5. Kesempurnaan: Berupaya melakukan perbaikan disegala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.

Program Layanan LPDP

LPDP memperoleh DPPN dari APBN sebesar Rp 15.6 Triliun, yang kemudian menjadi dana abadi pendidikan. Program Layanan LPDP terdiri dari 2 macam, yaitu pengembangan dana (melalui investasi) dan penyaluran dana. Khususnya untuk penyaluran dana, terbagi menjadi 3, yaitu program beasiswa, pendanaan riset dan rehabilitasi fasilitas pendidikan.

Untuk program beasiswa terdiri dari:
1) Beasiswa Magister/ Doktoral (Dalam/ Luar Negeri)
2) Beasiswa Tesis/ Disertasi (Dalam/Luar Negeri)
3) Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis (Dalam Negeri)
4) Beasiswa Presiden Republik Indonesia
5) Beasiswa Afirmasi

Tema-tema yang menjadi prioritas pertama LPDP, yang dipandang akan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan Indonesia di masa depan, antara lain seperti: maritim, perikanan, pertanian, ketahanan energi, ketahanan pangan, industri kreatif, dan pendidikan. Selanjutnya prioritas kedua yaitu manajemen pendidikan, teknologi transportasi, teknologi pertahanan dan keamanan, teknologi informasi dan komunikasi, serta teknologi medis dan kesehatan. Untuk prioritas ketiga tema yang ditawarkan adalah lingkungan, agama, vokasi, ekonomi atau keuangan syariah, bahasa atau budaya, sains terapan, dan hukum bisnis internasional.

Tahapan yang harus dilalui dalam proses seleksi Beasiswa LPDP:
a. Tahap Pendaftaran Online
b. Proses Seleksi Administrasi (kelengkapan dokumen dan persyaratan)
c. Proses Penilaian Dokumen
d. Proses Seleksi Wawancara, Leaderless Group Discussion (LGD) dan Essay on the spot
e. Penetapan Kelulusan sebagai Penerima Beasiswa
f. Program Persiapan Keberangkatan (PK)

Program Pendanaan Riset LPDP terdiri dari:
1. Riset Inovatif dan produktif (bantuan dana riset komersial dan bantuan dana riset implementatif)
2. Riset afirmasi nasional
3. Penghargaan hasil karya riset

Rehabilitasi fasilitas pendidikan, terdiri dari:
1. Fasilitas Pendidikan yang Rusak Akibat Bencana Alam
2. Fasilitas Pendidikan yang Terkait Langsung dengan Proses Pembelajaran

Pada Desember 2015, LPDP meluncurkan program baru yaitu Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional, yang merupakan salah satu bentuk penganugerahan kepada periset atau kelompok periset yang telah berhasil mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal internasional yang terindeks lembaga profesional. Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional ditujukan untuk artikel ilmiah yang bertema strategis terkait dengan pengembangan khazanah ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.

LPDP dalam Angka

Dalam periode tahun 2013 – 2015, tercatat terdapat 79.919 orang pendaftar beasiswa, baik untuk magister, doktor, tesis, disertasi, profesi, dan afirmasi. Pendaftar terbanyak adalah untuk jenjang magister (2013-2015) sebanyak 56.575 orang, sedangkan untuk tingkat doktor hanya 11.111 orang. Dari total pendaftar beasiswa tersebut, jumlah penerima beasiswa (total 2013 – 2015) adalah sebanyak 6.335 orang, dengan rincian akumulasi program magister sebanyak 4.543 orang, doktoral 878, tesis 596, disertasi 273, dan profesi 45.

1

Dalam perkembangannya, terdapat peningkatan jumlah penerima beasiswa dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2013, jumlah penerima beasiswa hanya 1.555 orang, kemudian meningkat pada tahun 2014 sebesar 3.025 orang. Khususnya untuk tahun 2015, sampai pertengahan tahun terdapat 1.755 orang penerima beasiswa. Untuk penerima beasiswa afirmasi, pada tahun 2013 tercatat sebanyak 26 orang mendapatkan beasiswa ini. Sedangkan, pada 2014 penerimanya mencapai 672 orang.

2

Berdasarkan provinsi asal, penerima beasiswa afirmasi periode 2013-2014 terbanyak berasal dari Papua dengan total 163 orang, kemudian Nusa Tenggara Barat sebanyak 146 orang, Nusa Tenggara Timur sebanyak 92 orang dan Sumatra Barat sebanyak 66 orang.

Sumber:

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s