[Story] Lika-liku Menjadi Ibu (1)

Setiap ibu memiliki pengalaman proses kehamilan dan persalinannya masing-masing. Maka, janganlah kita men-judge atau membanding-bandingkan kondisi kehamilan dan persalinan, seharusnya begini-begitu.

Sebelum mengalaminya sendiri, saya berasumsi kalau hamil dan melahirkan tu lancar-lancar aja, tanpa “drama”. Proses selama hamil, “palingan” mual-mual aja. Kemudian, 9 bulan setelahnya hadirlah sesosok bayi imut nan lucu. Sebegitu “mudah”nya.

Ah, tapi asumsi itu ada karena saya tidak tahu apa-apa. Saya baru sadar setelah mengalaminya sendiri, bahwa proses kehamilan sampai melahirkan itu penuh dengan resiko dan bahaya, baik untuk janin maupun ibunya.

***

Saya baru tahu kalau saya hamil di pertengahan bulan April 2016. Saat itu, saya merasa sering pusing dan mata tiba-tiba menjadi kabur saat bekerja di kantor. Saya pikir, itu karena kelelahan memandang monitor komputer selama berjam-jam, terutama setelah sekian lama off dari dunia kerja. Tapi ternyata, haid saya terlambat 10 hari. Maka dari itu, barulah saya dan suami memberanikan diri membeli test-pack untuk memastikannya.

Saat tahu positif hamil, saya sangat bahagia bercampur khawatir. Apakah saya siap menjalani 9 bulan penuh perjuangan tersebut? Setelah itu, barulah saya baca-baca seputar kehamilan. Duh, terlambat saya baca dan belajar. Seharusnya pengetahuan ini saya dapatkan sebelum hamil. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Membaca pengetahuan seputar dunia hamil, sungguh membuat deg-degan. Ternyata ada banyak do’s and don’t nya. Tidak boleh sembarangan makan apalagi minum obat. Belum lagi masukan dan tips dari orang-orang yang “sangat perhatian”.

Di sini kita harus jeli, mana informasi yang benar, mana yang mitos. Maka dari itu, perlu sumber bacaan yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Saya sempat dimarahi oleh teman saya karena menggunakan balsem. Untuk mengurangi mual dan pusing (*dan karena faktor kebiasaan juga), saya selalu menggunakan balsem. Tapi teman saya “melarang” bahwa balsem itu gak boleh dipakai ibu hamil karena bisa membuat janin kepanasan. Saya pun menjadi panik dan khawatir. Tapi supaya lebih tenang, saya berkonsultasi dan tanya ke dokter kandungan tiap kali ada info yang meragukan. Alhamdulillah, kata beliau balsem aman dipakai 🙂

Oya, salah satu sumber informasi dan pengetahuan kehamilan yang recommended bisa didapatkan dari BABY CENTER. Informasi di website ini juga bisa kita baca melalui hand-phone dengan install apps-nya, sehingga lebih praktis.

Sementara itu dulu di bagian pertama seri “lika liku menjadi ibu”. Semoga bisa bermanfaat, terutama buat saya pribadi sebagai rekam pengalaman ke depan :).

 

Advertisements

One thought on “[Story] Lika-liku Menjadi Ibu (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s