[Share] Mencari Family Apartment di Jerman (1)

Selama 6 bulan terakhir ini, saya merasa bahwa mencari family apartment itu laiknya mencari jodoh. Harus mau sama mau, tepat kondisinya, kriterianya, tepat waktunya dan bagaimanapun, tidak ada yang sempurna.

Tantangan terbesar bagi saya menjelang keberangkatan ke Jerman adalah mendapatkan apartemen keluarga. Tantangan ini amat saya rasakan karena posisi masih di tanah air. Beda halnya ketika sudah di Jerman, proses pencarian tentu akan lebih mudah.

Alasan mengapa saya bersikukuh mencari apartemen di Bonn sejak masih di tanah air adalah karena demi memenuhi keinginan untuk boyongan bersama keluarga saat berangkat studi nanti. Untuk yang sudah berkeluarga, terlebih memiliki anak yang masih kecil, pasti sangat berat rasanya untuk berpisah walaupun untuk sementara. Membayangkan saya meninggalkan suami dan bayi saya, rasanya hati teriris-iris, dan mewek + baper luar biasa.

Nah, untuk bisa berangkat boyongan, suami dan anak harus mengajukan visa family reunion dimana kontrak sewa apartemen keluarga (mietvertrag) menjadi syarat mutlakDi sinilah tantangannya.

Dalam enam bulan terakhir ini, entah sudah berapa banyak aplikasi apartemen saya ajukan, dan berapa liter air mata yang tumpah dalam menjalani prosesnya XD (*lebay). Penolakan sudah jadi makanan sehari-hari saya. Dan harapan demi harapan saat mengajukan aplikasi, satu demi satu pupus hingga akhirnya saya menemukan the right one.

Tapi, justru dari situlah saya jadi banyak belajar dan menemukan hakikat rezeki, manajemen harapan, serta selalu berbaik sangka dengan segala skenario dan rencana yang telah diatur-Nya.

Di sini saya ingin share tantangan apa saja yang akan dihadapi saat pencarian apartemen keluarga dari tanah air. Supaya ketika teman-teman ada yang menjalaninya, bisa lebih siap dan tidak mudah putus asa dalam mencari. Share pengalamannya, saya buat dalam bentuk tanya jawab saja ya supaya lebih enak :D.

Bagaimana cara mencari informasi apartemen keluarga di Jerman?

Mencari info apartemen keluarga bisa melalui berbagai website (yang kadang juga ada apps-nya), seperti:

Berdasarkan pengalaman saya, yang paling tinggi reply-rate oleh landlord adalah dari apps e-bay, zimmerfrei-bonn dan studenten-wg. Tapi gak ada salahnya untuk mencari di apps/ website lainnya.

Screenshot_2017-07-30-17-50-22
Beberapa apps pencari wohnung yang ada di playstore

Bagaimana cara mencari wohnung dari apps atau website tersebut?

Beberapa apps memiliki fitur yang user-friendly dan berbahasa Inggris. Namun, jikalau itu berbahasa Jerman, jangan khawatir. Gunakan apps/ web GOOGLE TRANSLATE untuk menerjemahkannya :D. Google Translate sudah menjadi sahabat akrab saya untuk mengetahui istilah per-wohnung-an dalam bahasa Jerman.

Dari apps dan website tersebut, ada filter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita, misal:

  • Mencari Wohnung di kota dan daerah mana?
  • Tanggal/ Bulan Wohnungnya available
  • Range biaya sewa yang diinginkan (harga dasar dan harga sewa total)
  • Jumlah kamar. Untuk keluarga, jumlah kamar menjadi pertimbangan penting baik bagi kita maupun persetujuan landlord (misalnya: jika ada anak, sebaiknya minimal 2 kamar)
  • Range luas wohnung. Untuk luas wohnung, ada syarat khususnya dan dalam praktiknya, banyak landlord yang memiliki standar/ pemahaman yang berbeda tentang syarat luas ini.
  • Furnished/ un-furnished: tempat tidur, lemari, dll
  • Biaya Listrik dan pemanas ruangan
  • Dapur: lengkap atau tidak
  • Peta lokasi
  • Keterangan detail lainnya (lokasi, syarat khusus, dll)

Selain di website dan apps, dimana bisa mendapatkan informasi wohnung keluarga?

Informasi bisa juga didapatkan dari teman sesama orang Indonesia yang ada di Kota tujuan kita, via FB Group (PPI Kota, atau orang asing/ mahasiswa asing di kota tersebut), atau pihak jurusan/ professor (via email). Namun kesempatan ini sangat jarang, dan bener-bener harus “jodoh” dan rejeki. Tapi tidak ada salahnya juga untuk memantengin grup-grup tersebut dan memasang radar, kalau-kalau ada yang cocok dengan kriteria.

Selain itu, jika kita memiliki teman yang fasih berbahasa Jerman dan bersedia membantu menelpon landlord, ini juga bisa menjadi salah satu opsi. Ada beberapa tawaran wohnung yang hanya menyertakan nomor telepon/ HP nya saja, tanpa ada email atau media komunikasi tertulis lainnya.

Dalam berkomunikasi dengan landlord atau CP di iklan wohnung, sebaiknya menggunakan bahasa apa?

Sebaiknya gunakan bahasa Jerman (WHAAAT? Saya kan gak bisa bahasa Jerman). Hahahaha… Tapi ini saya tidak bercanda. Berdasarkan pengalaman, jika kita menggunakan bahasa Jerman, success rate direspon oleh landlord lebih tinggi. Malah bisa dibilang, kalau menggunakan bahasa Inggris, sangat jarang landlord yang membalas email/ pesan kita.

Dari sekian puluh (nyaris seratus) email/ pesan saya ke berbagai iklan, nyaris tidak ada landlord yang bisa berbahasa Inggris. Hanya landlord saya (yang paling akhir) yang saya temukan bisa, fasih dan berkenan berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Untuk itu, keberadaan GOOGLE Translate (dan apps-nya) sangat-sangat penting dan diperlukan dalam setiap komunikasi kita dengan landlord. Memang, kadang terjemahannya agak aneh, tapi paling tidak landlord masih memahami.

Saya sempat “dimarahin” 2x oleh landlord, karena saya gak paham arti dari kalimat terjemahan google translate. hahaha… Kalau perlu, coba tanya temen yang fasih berbahasa Jerman, supaya kita gak mis-komunikasi dengan calon landlord.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan wohnung keluarga?

Waktu tunggu yang saya perlukan hingga akhirnya dapat wohnung adalah sekitar 6 bulan efektif (sejak awal tahun 2017 ini). Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab lamanya waktu tunggu ini, antara lain:

  • Ketersediaan wohnung dengan jumlah peminat
  • Seberapa sering dan progresif dalam mencari wohnung dan mengontak landlord
  • Kesesuaian wohnung yang tersedia dengan kriteria yang diinginkan (termasuk masalah kesiapan finansial)
  • Tawaran wohnung paling banyak adalah 1-3 bulan sebelum ditempati. Sehingga wajar saja saya sulit menemukan wohnung yang available per bulan September di awal tahun.
  • Seberapa alot negosiasi antara kita dengan calon landlord

Bagaimana tahapan proses mulai dari mencari wohnung sampai mendapatkan kontrak wohnung (mietvertrag)?

Untuk versi pengalaman saya, begini tahapannya:

  1. Cari iklan wohnung yang sesuai dengan kriteria (harga, lokasi, fasilitas, dll), melalui apps/ website
  2. Hubungi landlord/ CP yang ada melalui fitur pesan atau email
  3. Jika sudah dibalas oleh landlord dan ada kesan positif, sampaikan pertanyaan terkait kondisi khusus kita (misal: saya masih di Indonesia, saya perlu kontrak wohnung segera, saya bersama anak dan suami) dan hal-hal lain yang ingin ditanyakan
  4. Jika landlord oke dengan kondisi khusus kita, buat perjanjian untuk besuk/ apartment visit dengan landlord. Minta bantuan teman yang ada di kota tersebut untuk mewakili besuk. Pastikan bahwa landlord mengizinkan besuknya diwakili oleh teman kita.
  5. Melakukan apartment visit. Lihat kondisi wohnung dan kesesuaian antara gambar/ informasi di iklan, dengan kenyataan. Jika ada pertanyaan detail, bisa juga disampaikan saat besuk ini, misal: apa saja biaya tambahan (selain yang disebutkan di iklan), seberapa jauh lokasi dari halte bus/ stasiun kereta ke apartemen, kondisi lingkungan seperti apa, dll.
  6. Serahkan dokumen pendukung kita (hardcopy) kepada landlord saat besuk. Atau, dokumen bisa juga dikirimkan via email. Dokumen pendukung yang diperlukan seperti: LOA Kampus, LoG/ Sponsor Letter, Selbstauskunft-Mieter-Vorlage (semacam lembar assessment calon tenant. Bisa diunduh di SINI), CV, Surat Rekomendasi dari residen/ orang Jerman/ pihak kampus, dll. Jika memungkinkan, dokumen tersebut dalam bahasa Jerman.
  7. Jika sreg/ cocok, sampaikan kepada landlord bahwa kita positif cocok untuk ambil apartemen tersebut.
  8. Jika landlord pun juga sreg dan percaya dengan profil kita (melalui dokumen pendukung), bahaslah tentang mekanisme teknis mendapatkan kontrak sewa dan pembayaran deposit + sewa bulan pertama.
  9. Jika sudah oke, kontrak sewa disepakati dan dikirimkan dengan tanda tangan kedua belah pihak (landlord dan tenant).
  10. Membayar deposit ke rekening landlord (sebaiknya by transfer, tidak cash).

Sementara itu dulu di bagian awal mencari wohnung keluarga. Cerita tentang drama (yang tak seindah alur di atas) dan apa saja tantangan yang dihadapi, akan saya sampaikan di postingan berikutnya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s