[Foto] Safarnama

IMG_7701
This’s why I always love to sit in window’s side

Perjalanan.

Apakah yang saya suka dari perjalanan? Dalam tiap kesempatannya, senantiasa ada hal baru yang saya temui. Tidak hanya berjumpa dengan bermacam manusia dengan kisahnya, atau mengabadikan keindahan aneka ragam ciptaanNya, tetapi juga peluang untuk semakin mengenal diri; menyapa hati, sambil menguntai makna dari tiap kalimat yang tertoreh di lembaran-lembaran kertas. Sebuah safarnama….

PS:

* Pertama kali tahu istilah safarnama (berarti “Catatan Perjalanan” dari Bahasa Farsi) adalah dari bukunya Agustinus Wibowo 🙂

* Foto diambil dari jendela kereta rute East coast Taiwan (dari Taitung menuju Kaohsiung)

Advertisements

[Foto] Fabulous Taiwan – Photo Competition

Image
Winner List 2014 Contest

Alhamdulillah, satu lagi nikmat dan rezeki dari Allah, di bumi Formosa ini, karya kuro-chan bisa dilihat secara publik. Bermula dari sebuah kompetisi foto yang diadakan oleh MOE Taiwan untuk para alumni dan fellow Taiwan Scholarship bertajuk “Fabulous Taiwan” aku pun kemudian memutuskan untuk mengirimkan jepretannya kuro-chan. Dalam kompetisi ini, masing-masing peserta dari berbagai negara diminta untuk mengirimkan set foto yang terdiri dari 4 foto dengan tema yang sama, disertai dengan caption berbahasa Mandarin dan Inggris.

Dalam kesempatan ini, aku mengirim 3 set foto dengan berbagai tema, dan Alhamdulillah, salah satunya (terkait budaya dan agama di Taiwan) terpilih sebagai “honorable mention” :). Berikut adalah foto dan caption tersebut:

2014-05-23 16.35.24
Foto tersebut kuambil dari dua lokasi: Zhinan Temple di Maokong dan di Magong, Penghu

我在政大亞太研究碩士學程副修社會與文化。我很榮幸在過程中,我發現自己對人類學以及民族學的熱愛,尤其是中華與台灣文化。在台灣做研究的期間,我最喜歡的就是直接接觸台灣文化了,親自去接觸、瞭解第一手的資料。不只有從課本與課堂中學習,同時我也有機會探訪廟宇,以及親眼目睹宗教在中華文化的實踐。

I took society and culture as my minor during my study in IMAS, NCCU. I’m really happy that I can finally find my passion on anthropology and ethnology, especially in Chinese and Taiwanese culture. What I like most during my study in Taiwan is the opportunity to experience Taiwan’s culture directly, learn and understand it from the first hand. Not only learn from the books and class that I took, but I also have chances to visit temples and observe the Chinese religion’s practice.

***

Semoga ke depannya bisa berkontribusi lebih luas dan hasil jepretan kuro-chan bisa lebih bermanfaat lagi untuk berbagai hal 🙂

2014-05-23 16.35.35
“numpang nampang” :p
2014-05-23 16.44.50
Alhamdulillah

Untuk melihat foto-foto dari kontestan lainnya, silakan dilihat di Facebook Fanpage Fabulous Taiwan Photo and Caption Contest 2014 di SINI.

[Travel] Pingxi Sky Lantern Festival 2014

Pingxi Sky Lantern Festival atau 平溪放天燈 (Píngxī fàng tiān dēng) merupakan salah satu festival terbesar tahunan yang ada di Taiwan, bahkan festival ini terkenal hingga ke berbagai negara. Discovery Channel bahkan menyebutnya sebagai the world’s second largest festival at night. Festival ini diadakan setiap tahunnya di hari ke-15 bulan pertama (sekitar pertengahan Januari atau Februari) tahun baru China di Taiwan. Setiap pelaksanaan perayaan ini, tak kurang dari 100,000 – 200,000 lentera diterbangkan.

Tradisi menerbangkan lentera ini ternyata sudah sejak lama dirayakan lho, kira-kira sejak 100 tahun yang lalu. Tapi, khususnya festival massal ini baru 13 tahun, dan setiap kali diadakan, ribuan ribu orang datang ke Pingxi untuk menyaksikan secara langsung keindahan langit malam yang dihiasi kerlap kerlip lentera berterbangan.

Secara pengorganisasiannya, festival ini dikelola oleh Pemerintah New Taipei City, yang dengan baiknya, mengatur segala hal teknis mulai dari bus transportasi murah dan mudah untuk para pengunjung, hingga ke pengaturan lainnya.

Image
Ini poster promosi eventnya

Pada mulanya, maksud dari penerbangan lentera ini adalah untuk memberikan tanda bagi para penduduk Han yang tinggal di daerah ini bahwa kondisi mereka aman. Memang, pada masa itu ada banyak sekali tindakan kriminalitas. Daerah Pingxi ini dulunya merupakan daerah pertambangan batu bara, namun karena pertambangan ini akhirnya berhenti beroperasi pada akhir tahun 1990, penduduk memerlukan sumber penghasilan lainnya. Kemudian, jadilah aktifitas lentera ini dibuat secara massal dan dikemas dalam bentuk festival.

Bagi masyarakat Taiwan, mereka menuliskan harapan dan doanya di lentera kertas ini. Mereka percaya bahwa doa tersebut akan sampai ke surga dan akan membawa keberuntungan baik di tahun yang baru.

Selama festival berlangsung, ada banyak kios yang menjual lentera kertas, souvenir miniatur lentera, makanan cemilan, serta kembang api di sepanjang jalanan Pingxi. Pada malam harinya, ratusan lentera secara terus menerus diterbangkan di area terbuka. Untuk hari tertentu, khususnya di akhir pekan, panitia festival menyediakan lentera gratis untuk para pengunjung yang telah mendaftar. Bagi yang tidak kebagian, jangan khawatir. Karena pengunjung bisa membeli sendiri lentera dengan berbagai ukuran dan bentuk, dengan harga sekitar NTD 100 – 200 (sekitar Rp 35.000 – 65.000).

Pada tahun 2014 ini, puncak Pingxi sky lantern diadakan pada tanggal 3, 8 dan 14 Februari. Buatku, ini kali kedua aku menghadirinya. Tahun lalu (2013) benar-benar jadi pengalaman yang “traumatis”. Kenapa traumatis? Karena saking padatnya manusia, diperlukan waktu mengantre bis pulang yang lama. Sekitar 4 jam, dan itu pun berdiri dengan berdesak-desakan! Dari pengalaman tersebut, kuambil pelajaran dan kuatur strategi agar kejadian yang sama tak terulang lagi di tahun ini (2014) maupun di tahun-tahun mendatang.

Berikut beberapa tips untuk teman-teman yang hendak berkunjung ke sana:

1) Atur jadwal dan pilih waktu yang tepat

Tahun lalu, aku dan kawan-kawan NCCU memilih datang di hari paling puncak festival dan berencana untuk ikut menerbangkan lentera gratis secara massal. Karena acara ini diadakan pada jam 18.30, paling tidak kami harus sudah berangkat pada pukul 10.00 siang. Perjalanan dari MRT Taipei Zoo station (tempat bus shuttle disiapkan) ke lokasi, sekitar 1 jam. Oya, biaya yang diperlukan adalah NTD 50 (sekitar Rp 20,000) untuk bis PP (bayar pas berangkat, pulang gak usah bayar lagi). Tapi kalau seandainya gak mau ikutan nerbangin yang gratisan itu, bisa berangkat sekitar jam 2 atau 3 sore dari bus shuttle station.

Berangkatnya jangan terlalu sore ya, khawatir jalanan sudah keburu macet oleh kendaraan dan jalanan di sekitar Pingxi yang lumayan sempit (letaknya di antara perbukitan). Kan gak asik, karena kejebak macet, sesampainya di lokasi, acara penerbangan massalnya kelewat XD

2) Siapkan stamina

Untuk bisa ke sini, yang harus benar-benar dipersiapkan adalah stamina! Kenapa? Sesampainya di lokasi, supaya bisa dapat giliran untuk menerbangkan lentera gratis tersebut, harus mengantri (lagi), dan yang ini cukup “gila”. Karena stand pendaftaran baru dibuka jam 2 siang, orang-orang yang terlalu bersemangat sudah stand-by sejak jam 11 siang. Walhasil antrian jadi mengular panjang dan begitu lama XD.

Belum lagi antrian untuk menerbangkan lentera, yang bisa memakan waktu 1,5 jam. Dan perjuangan berlanjut saat mengantri naik bis pulang.

3) Bawa perbekalan yang cukup

Siapkan makanan cemilan, makan siang dan makan malam (kalau perlu) serta air minum. Mengingat kepadatan pengunjung, ini akan menghambat ruang gerak kita kesana kemari cari makanan. Belum lagi cemilan or jajanan yang kita temukan belum tentu “aman” dan halal. Jadi baiknya siapkan sendiri yaaaah. Oya, kalau ada kesempatan, sebenarnya saat di sana aku sempat menemukan satu stall kebab halal yang dijalankan oleh suami istri Pakistan – Taiwan.

Untuk peralatan sholat, jangan lupa bawa alas koran plus sajadah juga ya. Soalnya agak sulit menemukan tempat yang cukup bersih dan rata.

4) Siapkan perlengkapan Foto yang lengkap

Buat para toekang poto, siapkan lensa tele dan tripod. Ini dua benda yang paling penting. Fyi, saat festival berlangsung, smua jenis tukang foto mulai dari amatir hingga profesional, berlomba mencari lokasi/ spot memoto yang paling bagus. Bahkan mereka sudah stand-by sejak siang demi mendapatkan spot terbaik. Kalaupun misalnya belum rejeki karena gak kebagian tempat, disitulah peranan lensa tele dan tripod. Agak jauhan dari lokasi, gak masalah. Masih bisa dapat foto yang bagus. hehehe…

5) Pilih Antrian Bis yang “Berdiri”, bukan “Duduk”

Walau lelah setelah seharian berjuang, ada baiknya saat mengantri bis untuk pulang kita ambil yang jalur “berdiri”. Mengapa? Karena tahun lalu aku dan kawan-kawan mengantri di jalur duduk, dan itu memakan waktu 4,5 jam XD. Jadi, lebih baik bercapai-capai untuk beberapa menit di bis, tapi cepat sampai rumah (dan gak kelamaan antri en berdiri).

***

Sekian tips dan cerita tentang pengalamanku mengikuti festival ini selama 2 tahun berturut-turut. Alhamdulillah, pelajaran dari trauma tahun lalu bisa diterapkan tahun 2014 ini. Dan cukup efektif menghemat waktu, tenaga dan stamina :D!

Berikut adalah hasil jepretanku feat Kuro-chan yang cukup berhasil tahun 2014 ini :D! Alhamdulillah… Selamat melihat-lihat 😀

Image

Image

Image

[Kurochan] My 2013’s Journey with Kurochan

MaasyaAllah, time flies so fast! Tak terasa, 365 hari telah dilalui. Dalam hitungan menit, angka tahun akan berganti; dari 2013 menjadi 2014. Sebenarnya untukku tidak ada makna yang terlalu spesial dengan pergantian tahun sehingga harus dirayakan (*dan aku terlalu malas untuk keluar malam, apalagi begadang. hahaha). Dalam postingan ini, perkenankan daku untuk sejenak flash-back dengan momen-momen perjalanan berharga yang kulalui tiap bulannya bersama my dear partner, KUROCHAN, sepanjang tahun 2013 ini. Jom, sila melihat 🙂

Januari 2013

My best momen bersama Kuro-chan di bulan Januari adalah ketika berkunjung ke Hehuanshan, Nantou County dalam misi “perburuan salju” yang gagal. Cerita lengkapnya ada di SINI.

Image

Februari 2013

Bersama sahabat-sahabatku di NCCU, alhamdulillah kami berkesempatan untuk mendatangi dua festival tahunan penting di Taiwan; Yangmingshan Flower Festival dan Pingxi Lantern Festival. Di Flower festival, alhamdulillah akhirnya kesampean bisa liat SAKURA :D! Ceritanya ada di SINI. Sedangkan di Pingxi, yang paling berkesan adalah antriannya yang super panjang dan lama “hanya” untuk menerbangkan lampion secara beramai-ramai.

Image
“Hanami” bersama Aarin dan Ratna

426452_10152601765935402_497969295_n

Maret 2013

Di bulan Maret, untuk pertama kalinya aku hiking ke bukit belakang kampus NCCU, tepatnya bukit Maokong menuju Zhinan Temple. Waktu itu, ada kegiatan Hiking bareng masyarakat yang tinggal di sekitar kampus. Walo hanya 2 orang asing (incl. me) yang gabung, but it was a great experience :)! Good exercise (olahraga nanjak bo’!) en good capture by Kurochan 😀

IMG_5900

IMG_6110

April 2013

Untuk pertama kalinya setelah 7 bulan di Taiwan, aku berkunjung ke Taipei Zoo. Sebenarnya, bonbin ini letaknya tak sampai 1 km dari kampus. Namun, mungkin karena saking dekatnya, aku selalu menunda kunjungan ke “tetangga” yang satu ini. hehehe… Katanya, Taipei Zoo ini merupakan salah satu bonbin terluas di Asia lho :D! Eniwei, pas lagi ke sini, lagi booming-nya film “Life of Pi”, jadi seneng banget pas bisa dapetin foto si harimau ^^

IMG_6646

IMG_6737

Mei 2013

Bulan Mei adalah bulan spesial hari jadinya kampusku, NCCU. Berbagai kegiatan diadakan untuk menyemarakkan peringatannya, salah satunya adalah dengan parade dan “World Festival”. Di sini, para mahasiswa dari berbagai negara ikut berpartisipasi dengan membuka stand + jualan makanan khas negaranya. Tak terkecuali from INDONESIA :D!

IMG_8191

IMG_7661

Juni 2013

Memasuki musim panas di Taiwan, aku dan kawanku pergi ke Taroko, salah satu tempat wisata paling terkenal seantero Taiwan. Tulisannya bisa dibaca di SINI ya 🙂

IMG_9192

Juli 2013

Alhamdulillah pada Ramadhan 2013 ini aku berkesempatan untuk merasakan berpuasa “ala summer” di Negeri Ginseng, Korea Selatan. Tulisan terkait proses aplikasi Visa ke sana bisa dibaca di SINI. Selama sepuluh hari, aku menghabiskan waktuku di beberapa kota; Chuncheon – Seoul – Daejeon – Busan. Kunjunganku ke sini dalam rangka konferensi “CISAK” yang diselenggarakan oleh rekan-rekan PPI Korea Selatan (PERPIKA). Di sini aku berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Ridwan Kamil (Walikota Bandung) dan Ilham Habibie. Sungguh penuh inspirasi :).

241825_10201645490805353_930095082_o

Di sini pula aku berkesempatan untuk reunian bareng teman-teman masa SMA di Jogja dulu :)! MaasyaAllah, after 9 years XD

988259_10200837119024736_617461835_n

Agustus 2013

Bulan Agustus adalah bulan yang spesial karena berbarengan dengan waktu kepulanganku ke tanah air untuk summer break, juga bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri. Senang bisa ngumpul bareng keluarga :”)

IMG_3824

Kepulanganku ke tanah air juga disesuaikan dengan acara Congress of Indonesian Diaspora yang diselenggarakan oleh Kemenlu. Alhamdulillah, bisa bertemu dengan banyak orang Indonesia yang sama-sama sedang merantau.

IMG_4460

September 2013

Setelah 1,5 bulan “melarikan diri” dari serangan panas Taipei, aku pun kembali. Di bulan premier semester baru, aku menyempatkan diri berkunjung ke Kaohsiung untuk melihat bebek raksasa. Sila cek tautan berikut.IMG_5514

Then, dalam rangka menyambut mahasiswa baru di jurusanku, kami ber-Hiking ke bukit Maokong (again XD).

IMG_5286

Oktober 2013

Di bulan ini, untuk pertama kalinya aku berkesempatan untuk ikutan konferensi bareng rekan-rekan + Profesor dari NCCU. Dalam konferensinya, kami bertemu dengan berbagai ahli geografi dan lingkungan dari berbagai belahan dunia (the biggest conference I’ve ever had). Dan lokasinya adalah di Kepulauan Penghu, sebelah barat Taiwan. Penghu ini, disebut-sebut sebagai “Hawaii”nya Asia 😀

228 (2)

November 2013

Ada satu festival tahunan Taiwan yang tak boleh dilewatkan, yaitu Xinshe Flower Festival. Bersama teman2, kami pergi ke Taichung untuk melihat “lautan bunga”. Alhamdulillah, di sana kesampean juga untuk motret Bunga Matahari.

1476354_10201876066375303_1510919274_n

Kemudian di penghujung bulan, aku diberi amanah untuk mewakili PPI Taiwan di Simposium Internasional PPI Dunia yang dilaksanakan di Thammasat University, Bangkok. Di sini, rekan-rekan seperjuangan di PPI dari sekitar 25 negara berkumpul dan mencoba merumuskan berbagai ide kontribusi untuk mahasiswa Indonesia dan tanah air.

IMG_8682

Btw, ini kedua kalinya aku berkunjung ke Bangkok (sebelumnya tahun 2010). Memang yang namanya “rezeki”, dua kunjunganku ini selalu disambut dengan “demonstrasi” besar-besaran masyarakat Bangkok (*karena pemerintah Thailand tentunya, bukan karena aye datang ke sana -__-“)

IMG_8878
Demo masyarakat Bangkok

Desember 2013

Menutup perjalanan di akhir tahun 2013, aku bersama Kurochan, alhamdulilah, berkunjung ke Filipina dalam rangka konferensi di UP Diliman, Quezon City.

1467342_10152081435371178_881087062_n

Selain untuk konferensi, aku juga gunakan kesempatan ini untuk reunian dengan kawan-kawan Pinoy (bertemu mereka tahun 2007 lalu di Laos, dan 1 orang lagi tahun 2010 di Bangkok). Senangnya~

20131208_210111

Setelah menilik jepretanku di tahun 2013 dan menuangkan tulisannya di postingan ini, aku baru sadar kalau ada banyak sekali kenangan dan pengalaman yang kulalui bersama keluarga dan sahabat plus kurochan juga, tentunya :D. Syukur alhamdulillah. Semoga selama 12 bulan ke depan di tahun 2014 ini, ada pengalaman-pengalaman serta kenangan lain yang bisa “kurekam” bersama keluarga + sahabat + Kuro-chan. aamiin. Tanoshimi 🙂

[Kurochan] Sun Flower da!

Setelah sekian lama memimpikannya, Alhamdulillah akhirnya kesampean juga mengabadikan ladang bunga matahari dengan Kuro-chan :)! Bermula dari rencana jalan-jalan ke Xinshe, sebuah lembah di daerah Fengyuan, Taichung (Central Taiwan), aku beserta rombongan mahasiswa dari kampusku dan NTUST pada Sabtu, 23 November lalu pergi ke sana. Continue reading “[Kurochan] Sun Flower da!”

[Foto] Autumn in Nikko

Flash back ke suatu hari di bulan November empat tahun yang lalu (2009). Saat ini, alhamdulillah untuk ketiga kalinya Allah swt memberikanku kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah para Samurai. Kali itu, waktu yang kuhabiskan di sana cukup panjang, sekitar 8 minggu untuk melakukan riset lapangan. Nah, salah satu kegiatan bagi para fellow Japan Foundation adalah presentasi hasil penelitian di Japan Foundation headquarter di Tokyo, dan (yang paling ditunggu) study trip :D! Kami dibawa menuju ke bagian utara Tokyo sekitar 2 jam perjalanan menuju Tochigi Prefecture, tepatnya Nikko (日光). Daerah ini terkenal dengan Mausoleum shogun yang paling terkenal – Tokugawa Ieyasu, dan juga pemandangan musim gugur yang sangat ciamik di Senjougahara (戦場ヶ原).

Nah, dalam postingan ini kuunggah beberapa foto ala musim gugur Nikko yang sangat terkenal itu, sampai-sampai hampir di setiap weekend kemacetan panjang terjadi karena ramainya orang yang hendak menyaksikan perubahan warna alam di Senjougahara. Douzo 🙂

"Nge-narsis" before the hiking
“Nge-narsis” before the hiking
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Hiking inside the forest
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Rumah yang bikin ngiler :p
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Small Water Falls
Let me "nampang" for a while
Let me “nampang” for a while
@Chikupunya
Finally, it’s 戦場ヶ原!

[Kurochan] Together

[Kurochan] Together

Foto ini kuambil saat dalam perjalanan mudik menuju Wonosobo. Rute yang diambil adalah jalur tengah (Purbalingga). Kutemukan dua buah pohon besar di daerah Randudongkel yang menurutku sangat cool~ MaasyaAllah…

Terlebih, at that time cuacanya sangat perfect dengan paduan cerahnya langit biru + hijaunya tumbuhan + warna warni alam lainnya.

Wish to capture another shot of these trees 🙂